Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Cara mencegah stunting – Assalamualaikum … selamat sore! Sahabat udah pernah dengar kata “stunting”?

Istilah ini mungkin masih kurang familiar bagi masyarakat, padahal menurut Badan Kesehatan Dunia Indonesia berada di urutan ke-5 jumlah anak dengan kondisi tersebut. Pentingnya memahami Stunting akan membuka wacana kita agar masalah ini menjadi perhatian khusus bagi kita di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan tahun 2018, Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada saat periode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai janin. Untuk Indonesia, saat ini diperkirakan ada 37,2% dari anak usia 0-59 bulan atau sekitar 9 juta anak dengan kondisi stunting, yang berlanjut sampai usia sekolah 6-18 tahun.

Stunting pada anak bisa dimulai sejak si Kecil berada dalam kandungan. Dampak stunting umumnya terjadi disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun.

Maka waktu terbaik untuk mencegahnya adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak. Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun.

Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis anak mengalami gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Gejala stunting pada anak diantaranya :

  • Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  • Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
  • Berat badan rendah untuk anak seusianya
  • Pertumbuhan tulang tertunda

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi penting karena menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang. Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting perlu melibatkan lintas sektor dan tentunya dari dalam keluarga itu sendiri dan juga sektor kesehatan.

Pada umumnya anak yang mengalami kondisi stunting dikarenakan kurang optimalnya pemberian asupan gizi yang dibutuhkan pada usianya, sehingga pertumbuhannya pun jadi kurang optimal.

UNICEF mendefinisikan stunting sebagai persentase anak usia 0 hingga 59 bulan dengan tinggi di bawah minus (untuk kategori sedang dan berat) dan minus tiga (untuk kategori kronis) yang diukur dari standar pertumbuhan anak dari WHO.

Tidak hanya pertumbuhan yang terhambat, stunting pada anak juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang di bawah rata-rata dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk.

Selain itu stunting dan kondisi lainnya yang terkait dengan kurang gizi juga dianggap sebagai salah satu faktor beberapa penyakit, seperti obesitas, hipertensi, kematian akibat infeksi, dan diabetes.

Baca juga: Cara mengatasi sakit gigi dimasa pandemi

Langkah-langkah pencegahan stunting adalah:

  1. Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan yang bergizi, bukan sekadar makan banyak dan kenyang ya…. Makanan yang bergizi dapat membuat janin dalam kandungan juga sehat. Ibu hamil perlu memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.
  2. Ibu hamil wajib mengonsumsi suplemen penambah darah serta rutin kontrol kandungan ke bidan ataupun dokter kandungan.
  3. Setelah melahirkan, ibu segera mengupayakan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.
  4. Pada bayi usia enam bulan bayi mulai diberikan MPASI dengan tekstur makanan yang ditingkatkan sesuai usianya.
  5. Para Ibu juga harus rajin mencari informasi mengenai makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada anak sesuai usianya.
  6. Penting untuk memberikan anak asupan gizi yang cukup, terutama protein dan kalsium. Jangan sampai salahabat salah persepsi nih. Makanan bergizi adalah dengan diimbangi komposisi menu seimbang, bukan sekadar makan nasi atau karbohidrat. Nasi putih, banyak mengandung gula yang bisa menyebabkan kegemukan.

Nah sahabat, yuk lebih aware lagi menghadapi masalah ini. Sebarkan informasi baik ini kepada saudara atau temanmu yang sedang dalam masa hamil agar perkembangan calon buah hatinya bisa lebih optimal.

Sangat penting untuk memerhatikan asupan nutrisi termasuk suplemen sejak masa kehamilan. Sahabat, di masa pandemi seperti sekarang kita dipermudah dengan Aplikasi Halodoc. Belanja suplemen atau produk kesehatan lain bisa dilakukan di aplikasi Halodoc.

Aplikasi ini dipermudah dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play!

Salam,

Dewi Adikara


Daftar referensi:
https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/buletin/Buletin-Stunting-2018.pdf
https://www.ibudanbalita.com/artikel/pengertian-stunting-dan-dampaknya-pada-perkembangan-anak
dr. Inggriani Tobarasi, SpA, Mkes
Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros A.Yani . http://awalbros.com/anak/kenali-stunting-dan-cara-pencegahannya/

%d blogger menyukai ini: