Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat….

Jumpa lagi dalam topik RESENSI BUKU. Tada, kali ini adalah buku kedua Dewi sebagai PJ.

Alhamdulillah setelah sebelumnya Dewi memaparkan karya sebagai penanggung jawab buku di Nulis Bareng Rumedia, sekarang bisa menulis resensi buku “Cerita si Gadis”

Baca juga: Resensi buku Jungkir balik Moments

Terimakasih para kontributor Nulis Bareng Rumedia, karena karya ini begitu indah dan membuat pembacanya berasa kembali menjadi gadis, Hasyeeek!

Dibalik menulis bersama, kita menjadi saudara satu sama lain, Alhamdulillah….

           Baca juga yuk:

           Cara menulis buku untuk penulis pemula

          Cara rapikan naskah

Dewi memilih tema Bunga Rampai, dimana di dalamnya adalah kumpulan cerita faksi, fiksi, puisi, kisah inspiratif.

Nah kembali lagi ya ke Resensi buku Antologi ini, syukurlah sudah ada cover dan ISBNnya loh. Berikut detailnya (jangan lupa Follow akun instagramku ya, tinggal klik saja):

View this post on Instagram

A post shared by dewi_adikara (@melani_pryta_dewi) on

Sementara saya beri detail terbatas ya, karena buku dalam proses PO:

  1. Judul Buku: Cerita si Gadis
  2. Penulis: Dewi Adikara dkk (total 21 penulis)
  3. Penerbit: Rumah Media
  4. Tahun terbit: 2019
  5. Harga PO: 66,000
  6. Harga diluar PO: 80,000

Untuk isi buku, saya tampilkan dalam bentuk penggalan tulisan cantik dari para penulis “Cerita Si Gadis”.

Kita bisa masuk ke dalam artikel menjadi gadis, karena mereka begitu menjiwai dalam menghasilkan karya-karyanya.

 

DAFTAR ISI

1. SELAMAT DATANG MANTAN (Dewi Adikara).
2. INONG DAN INDUNG (Nopiranti).
3. KERETA (Dyah Yasmina).
4. BUKAN SEPERTI MENEGAKKAN BENANG BASAH (Asri Susila Ningrum)
5. GADIS PEMELUK NASIB (Annur Aliyyu)
6. DEAR DIA (Aditya Fiika)
7. SURGA BUAT IBU (Nira)
8. AKHI, AKU IKHLASKAN KAMU MENJADI MILIKNYA (Widiya Wee)
9. TIGA CERITA (Fermi A)
10. DRAFT SI GADIS (Anggraeni Septi)
11. GEJOLAK HATI DIRA (Ulil Af’idah Romadloni)
12. DIA, PELENGKAP IMANKU (Dian Satyana)
13. SOSOK DALAM CERMIN (Damar Aisyah)
14. METAMORFOSA (Melina Susmanto)
15. KISAH SI GADIS (Ratih Paskiwijaya)
16. RESTU (Merry OT)
17. BULAN DI UJUNG PERSIMPANGAN (Amira Zaida)
18. GORESAN TAKDIR YANG SEIRAS DENGAN HIKMAH YANG KUDAPAT (Niswatul Jannah)
19. TAKDIR JODOHKU DENGAN DIA YANG MEMANGGILKU “NOK” ATAU “NA”
(Ribka Imari)
20. BIDADARI KELAMKU (Cha)
21. DUNIA BELUM BERAKHIR (Ratna Mangasengi)Merry OT

Kutipan Cerita dari penulis:

“Kau tidak boleh menyembunyikan apapun dari Ibu,” bisik ibu dengan perlahan. Tiba-tiba pintu pagarku terhempas dengan kencang. Terdengar suara tapak kaki berlari dan semakin mendekat kearah kami. Suara lelaki sambil terengah-engah, berusaha berbicara namun tak jelas, “Andien… maaf… maafkan aku,” lalu suara lelaki itu mendekat kearahku.

Ia menarik pundakku dan memelukku erat. 

(Dewi Adikara).

Suatu hari selepas tujuh hari wafatnya Abah, tak sengaja di tengah malam saat Inong terbangun karena haus, Inong mendengar suara isak perlahan dari kamar Indung. Terlihat Indung tengah menunduk dalam balutan mukena.

(Nopiranti).

Mari kita membuka Instagram.

Ali menonton film produksi Marvel dengan Wulan. Oh, mereka sudah lebih serius ya?

Habibah jadi endorser untuk pelembab muka. Enak sekali, punya pendapatan sampingan.

Niken baru pulang kantor dan memotret stasiun MRT yang sudah selesai dibangun. Oh, kantornya di sekitaran Sudirman. Keren juga, kerjanya di salah satu gedung-gedung tinggi di pusat kota Jakarta.

Alwi berjualan kopi. Wah, dari dulu dia sudah berbakat berjualan. Sepertinya calon pengusaha sukses.

Indira berangkat ke Bangkok untuk menonton konser BTS.

(Dyah Yasmina).

 

Kemudian setengah memaksa untuk masuk ke dalam rumah orang yang didatanginya, ia kemudian kembali berpura-pura memeriksa tutup tabung gas milik orang tersebut. Setelah itu, barulah ia menawarkan produknya.

(Asri Susila Ningrum).

Aduuuhhh, mengapa sih gemintang di atas sana terus mengajaknya tersenyum.

Menghentikan langkah, hingga sejenak terpana. Tidak-tidak, hentikan. 

….

(Annur Aliyyu).

“Ah biasa, Mbak. Pacaran sama berondong mah kudu banyak-banyak slow,” sambil mengingat-ingat. Betapa seringnya aku berantem sama Nando karena hal sepele. Bales chat lamalah, telpon nggak keangkat, atau status medsosku di komen cowok lain.

(Aditya Fiika).

Tanpa bicara lagi Tiara berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Air mata yang sedari tadi berusaha ditahan kini tumpah di bantal polkadot kesayangannya. Apa yang salah dari Rusdy, suatu hari nanti Rusdy pasti berhasil dan mapan. Dan lagi Tiara tidak ingin menikah sekarang, masih banyak cita-cita yang ingin Tiara wujudkan dan Rusdy mendukung itu.

(NIRA).

Alhamdullilah, rencana-Nya memang benar-benar yang terbaik. Setelah sekian lama menjalin hubungan dengan Mas Rendra lalu berakhir dengan luka. Seseorang yang diperkenalkan abi waktu itu adalah Nalendra Zavier Akhtar. Dan sekarang dia adalah suamiku.

(Widiya Wee).

Berangkat dari seberang pulau, merantau di usia yang cukup belia. Berbekal keinginan untuk mencari sesuatu yang bisa mengubah kisah hidupnya. Berlatar kesedihan, yang justru memberinya kekuatan melangkah ke tempat baru. Tempat yang belum pernah dikunjunginya, pun tiada sanak saudara. Di sinilah ia menebar asanya.

(Fermi A).

Aku juga pernah terlambat datang bulan. Padahal aku mesti teratur mengenai hal itu. Aku takut terjadi kelainan padaku. Akhirnya saat siang hari yang panas di bulan puasa, aku menyempatkan browsing. Dan ternyata dari semua artikel yang aku baca, banyak yang mengatakan salah satu sebabnya adalah stress.

(Anggraeni Septi).

Dira si Gadis bertubuh mungil. Berkulit putih. Gayanya modis. Namun, tetap syar’i.
Tingkahnya yang kalem dan gemulai tak heran jika ia sering dipanggil Tuan Putri oleh teman-temannya, namun ia memendam kepiluan yang teramat dalam. Ada apakah gerangan?

(Ulil Af’idah Romadloni).

Kamu bilang rasa sayangku seperti ikhfa, yang artinya samar. Samar sayang ke kamu, samar sayang ke dia. Aku sudah memutuskan, Ca. Lebih baik kita gak pacaran a–” belum Daffa selesai bicara, Caca sudah memotongnya.

“Kak Daffa, aku harus ngurus acara dulu, ya.”

“Bentar, Ca, aku belum selesai ngomong.”

“Apa lagi, Kak?”

(Dian Satyana).

Apakah semua pekerjaan itu menyebalkan? Ada saja ya di dunia kerja, buat aku ingin mengundurkan diri. Itu masalah Gadis saat menginjakkan kakinya di dunia kerja.

(Melina Susmanto).

Padahal harapanku, Bapak membelaku dan datang ke sekolah serta memarahi temanku atau setidaknya  mewanti-wanti agar temanku baik padaku. Harapan tinggal harapan, yang ada aku malah dimarahin Bapak. Jadi, sebisanya aku tidak pernah lagi mengadu, karena percuma, sia-sia.

Mungkin kejadian itu juga yang membuatku jadi lebih minder ketika SMP. Aku jadi pribadi yang tertutup, kurang bergaul karena merasa jelek dan tidak percaya diri.

(Ratih Paskiwijaya).

“Aku tahu kamu pasti marah dan kecewa mendengar pengakuan ini. Kalo dulu aku jujur kamu pasti gak ijinkan. Tapi kan beneran aku main tempat pamanku,” Cintya membela diri.

“Sudahlah, susah ngomong sama orang pinter. Aku juga gak tahu harus bahagia atau gimana,” tutup Radit kemudian pergi berlalu meninggalkan kos Cintya.

 

“Andai kamu tahu. Hatiku lebih sakit, Dit! Saat ini aku tak mau melukaimu dengan berkata jujur bahwa pamanku tak merestui hubungan kita.

(Merry OT)

Hamil tanpa ikatan pernikahan sangat menyakitkan. Diacuhkan dari keluarga dan terbuang dari kehidupan sosial masyarakat.

Berulang kali ia mencoba bekerja keras bahkan olahraga berat. Janin masih melekat dengan kuat.

(Amira Zaida)

Saras selalu tampil apa adanya bahkan terkesan cuek dengan apa yang melekat pada tubuhnya. Ia pun terlihat tak ambil pusing dengan bentuk tubuh, warna rambut atau apapun kondisi fisik yang jauh dari standart kecantikan umum. Aktivis kampus ini sempat mengalami gejolak tak ubahnya perempuan seumurannya (Damar Aisyah – Pemegang Naskah Terbaik).

Perpisahan itu benar-benar terjadi. Papa dan mama benar-benar bercerai. Seusai mereka bercerai, aku sempat bingung ingin memilih bersama mama atau bersama papa. Aku menyayangi keduanya, mereka bukanlah pilihan bagiku, aku hanya ingin kami tinggal bersama-sama lagi, tapi Tuhan lebih tau mana yang terbaik.

(Niswatul Jannah).

Sebenarnya aku bingung dengan perasaanku. Antara bahagia sekaligus tak bersemangat seandainya harus kembali serumah dengan kedua orangtuaku. Bila membayangkan wajah sumringah penuh senyum tulus dari mamaku, aku pasti bahagia. Namun jika membayangkan wajah penuh amarah dan bengis dari bapakku, rasanya aku malas kembali ke rumah lagi.

(Ribka ImaRi).

Aku terdiam mematung, mendengar ucapanmu. Dan tanpa sadar, kupeluk erat dirimu yang masih terisak. Cukup sudah duka yang kau tanggung, aku tak ingin lagi melihat sendu di matamu.

“Kau boleh mengurus perceraian kita, tapi nanti. Setelah aku tak lagi bernapas dan kembali pada-Nya.”

Kubiarkan tangismu pecah dalam pelukanku, hingga kau terlelap dalam tidurmu. Kupandangi wajah polos tanpa sapuan make up itu.

(Cha).

Ada rasa tidak menerima. Audrey yang dikenal sebagai wanita cerdas, berprestasi, ramah dan energik harus menerima diberhentikan dari pekerjaan saat ia sedang mengembangkan karir di bidang yang digelutinya. Ibarat api yang sedang berkobar lalu disiram air kemudian apinya mati, begitulah ia menggambarkan karirnya. Pemberhentian sepihak oleh perusahaan merupakan aib baginya.

(Ratna Mangasengi).

Gimana, gimana …?

Tulisannya menarik semua kan? 

Satu buku saja bisa baca berbagai cerita, rugi kan kalau belum memiliki buku ini nih?

Kontak saya saja bila berminat, melalui DM instagram di atas, atau melalui para kontributor di atas.

Yuk merapat,

Dewi Adikara

%d blogger menyukai ini: