Tips beternak ayam di lahan yang sempit

Selamat siang sahabat, udah pada makan siang belum? Siang-siang gini coba sesekali bahas bahan mentah, mikirin gimana bisa kita makan soto Ayam Kampung pak Min yang enak banget. Gimana Ayam Kampung  tiap hari bisa tersedia di segala penjuru penjual  soto Ayam kampung. Kok ya ga habis-habis ya?? Untung ada pak Alwi. Siapa beliau? Nah, itu berhubungan sama Tips beternak ayam dilahan yang sempit ala penulis tamu sahabat Blogger kita, namanya mbak Dzulkhulaifah Rahmat. Mau seluncuran ke blognya ada disini.

Tips yang dipaparkan ditulisannya detail banget, kalau masih kurang paham bisa loh langsung komen, ntar dibalas langsung sama mbak Dzulkhulaifah. Simak deh:

Hasil kreasi Sahabat Dzulkhulaifah

 

Minat dan hobi setiap orang berbeda-beda. Ada yang menyukai hobi mahal seperti traveling dan fotografi, ada juga yang hobinya nyentrik seperti berkebun atau beternak hewan. Bicara soal beternak hewan, ini adalah kegiatan positif yang jika diseriusi dapat ‘menghasilkan’.

Yuk berkenalan dengan seorang wirusaha yang juga gemar beternak hewan, namanya Pak Alwi. Awalnya hanya suka memelihara ayam jenis kate, namun kemudian kegemarannya ini berubah menjadi sebuah peternakan kecil di halaman rumahnya. Pak Alwi memilih jenis ayam kampung, alasannya karena ayam kampung memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan banyak peminatnya.

Pak Alwi wirausaha sukses

 

Dengan senang hati Pak Alwi berbagi pengalamannya beternak ayam kampung sejak setahun ini. Jika kamu ingin mencoba, berikut adalah langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Tak perlu lahan yang luas, beternak ayam bisa juga dilakukan pada lahan kecil di samping rumah.

Kandang dan Anak Ayam
Poin utama yang harus disiapkan adalah kandang dan anak ayam. Sebelum membeli anak ayam, usahakan sudah ada kandangnya. Jadi begitu anak ayam tiba, mereka sudah punya tempat untuk tinggal.
Pak Alwi membuat sendiri kandang ayam, berukuran 100 x 150 cm yang cukup untuk 10 ekor anak ayam. Bahan yang dibutuhkan adalah kayu, kawat jaring, paku, engsel, dan atap fiber atau asbes. Budget yang dikeluarkan untuk pembuatan kandang ayam adalah sebesar Rp. 600.000. Jika tidak bisa membuat kandang tentu kamu bisa pesan di tukang kayu.

Untuk beternak di lahan sempit kandang ayam bisa dibuat rata pada bagian atapnya agar bisa ditumpuk. Setiap kandang ayam harus dialasi wadah untuk pembuangan kotoran ayam, agar ayam yang berada di kandang bawah tidak kejatuhan kotoran dari kandang atas.
Belilah anak ayam yang sudah berumur 3-4 bulan, harganya sekitar Rp. 35.000 per ekor. Jangan lupa membeli berpasangan jantan dan betina, agar bisa berkembang biak.

Kandang ayam hasil kerja pak Alwi

Pakan Ayam
Toko pakan ternak menyediakan berbagai pakan untuk ayam. Ada dedak padi, jagung dan pelet (atau dikenal juga dengan nama pur ayam). Pak Alwi biasanya menggunakan pur yang dicampur dengan nasi. Dalam seminggu ayam-ayam ini menghabiskan 2 kg pur (@ Rp. 10.000) dan 5 kg beras (@ Rp. 7.500)

Siapkan makanan ayam pada sebuah wadah dan letakkan di dalam kandang. Tempat minum juga diperlukan dan selalu pastikan selalu terisi dengan air. Wadah makan dan tempat minum bisa dibeli di toko pakan. Harganya hanya Rp. 3.000 untuk wadah makan dan Rp. 10.000 untuk tempat minum.

Ketika Ayam Mulai Bertelur
Ayam betina akan mulai bertelur untuk pertama kalinya kira-kira 3 bulan kemudian. Peternak ayam harus waspada, karena ayam bisa saja kurang kooperatif memperlakukan telurnya. Ada ayam yang langsung mengerami, ada yang cuek bahkan ada juga yang mematuki telur.
Untuk dua jenis ayam yang kurang bersahabat ini telurnya masih bisa diselamatkan. Dengan cara memisahkan telur dari induknya dan memasukkannya ke dalam inkubator. Agar telur tetap hangat dan dapat menetas jika saatnya tiba. Inkubator yang dimaksud bisa dibeli ataupun membuat sendiri.
Dalam kurun waktu 21 hari telur akan menetas dan menjelma menjadi anak-anak ayam generasi baru. 

Perlu di cek kalau ayam mulai bertelur

Menjaga Kebersihan Lingkungan Peternakan
Zaman sekarang tentu rumah-rumah penduduk kondisinya sudah padat. Beternak ayam memungkinkan adanya aroma tak sedap yang mampir ke rumah-rumah tetangga. Maka kebersihannya harus selalu diperhatikan.
Itulah sebabnya Pak Alwi memdesain kandangnya dengan kaki-kaki yang memberi jarak antara dasar kandang dengan tanah. Pada ruang tersebut ia menambahkan asbes fiber untuk menampung kotoran ayam. Secara berkala kotoran dibersihkan dan dibuang ke saluran pembuangan, atau bisa juga dijadikan pupuk tanaman.
Menjaga kebersihan lingkungan peternakan dinilai penting agar ayam tidak terjangkit virus H5N1 atau flu burung yang biasa dibawa oleh unggas-unggas liar. Agar lebih yakin ayam peliharaan bisa divaksinasi dan peternak selalu menggunakan pelindung ketika sedang mengurus ayam. Misalnya dengan menggunakan sarung tangan dan masker, serta mencuci tangan dengan sabun setiap kali selesai beraktivitas di peternakan.

Hasil Beternak Ayam Kampung
Ayam kampung milik Pak Alwi sudah sering dipotong dan dimasak untuk  acara selamatan. Pernah juga dijadikan menu untuk perayaan ulang tahun puterinya. Telurnya juga bisa diambil untuk lauk, selain untuk dierami dan menjadi ayam-ayam baru.
Pak Alwi merawat ayam-ayamnya dengan sabar dan sepenuh hati. Demi mendapatkan manfaat dikemudian hari.

Apakah kamu tertarik?

.

.

.

Sahabat blogger menjadi, tertarik banget!!!

Keren banget tulisan mbak Dzulkhulaifah, bikin kita bisa jadi wirausaha Ayam Kampung nih 😍

 

 

Salam,

Sahabat Blogger.

Please follow and like us:

9 thoughts on “Tips beternak ayam di lahan yang sempit”

  1. Aku pengen banget beternak ayaam Mbak Melani, cuman terkendala lahan. Kalo pulang ke rumah tante, seru banget kandangnya banyak, paling hobi ngasih makan dedaknya hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *