Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum,

Khusus hari ini saya menyapa beberapa pembaca saya yang lelaki ya, bukan karena ada perhatian khusus atau lagi pilih kasih. Saya paham bahwa tema kali ini sudah sering ada di malam-malam para wanita. Ce, ileee… kalian para wanita juga bisa sharing kok di kolom komentar.

Temanya apaan sih ya?

Tips membangun Bonding dengan Anak:

Saya akan memberi bocoran nih, bagaimana seorang Ayah bisa dekat dengan anak-anaknya.

Bagi teman-teman yang masih belum menikah, tips ini bisa banget kalian kantongi untuk masa depan kelak.

1. Bermain bersama

Masa-masa anak adalah bermain. Bahkan bisa meningkatkan kecerdasan, bila melakukan segala aktivitas belajarnya dengan bermain.

Seorang Ayah yang terlibat mengasuh, bermain dan aktivitas stimulasi anak, maka anak akan cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi, kemampuan bahasa dan intelektual yang baik, tingkat kesiapan sekolah yang lebih matang, memiliki masalah perilaku yang lebih sedikit, prestasi akademik yang lebih baik.

Sedangkan dari segi Emosi, seorang Ayah yang terlibat dalam aktivitas bermain dan mengasuh anak, akan membuat seorang anak lebih secure, lebih berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Permainan Ayah cenderung menumbuhkan Achievment, sedangkan ibu lebih cenderung menumbuhkan Nuturing. Sehingga bermain dengan Ayah lebih banyak mengajarkan anak untuk self kontrol emosi, self esteem lebih tinggi, penerimaan diri yang lebih baik, dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik. Lebih lengkapnya ada di artikel blog saya terdahulu, tentang Peran Ayah terhadap perkembangan anak.

2. Mendongeng

Mendongeng itu bisa membuat kelekatan pada si anak. Pada situasi ini ada jalinan komunikasi yang erat antara kita dan anak. Lewat kata-kata, belaian, pandangan penuh sayang, ekspresi dan lainnya akan membuat sang anak merasa diperhatikan dan disayangi. Kedekatan ini akan membuat anak lebih nyaman, lebih aman dan lebih bahagia, sehingga akan mendukung perkembangan fisik maupun psikisnya.

dongeng

Walaupun kita bukan pendongeng, kita bisa menjadi pendongeng yang baik kok. Mau tahu lebih banyak bagaimana mendongeng yang bisa membuat kedekatan kita makin seru, simak deh:

Berikut Lima tips Mendongeng:

1.Menikmati Cerita.

Hindari mendongeng saat kondisi tubuh anda sedang tidak fit, mengantuk atau sedang di kejar oleh tugas dan target. Karena manfaat mendongeng akan lebih maksimal di saat kita bisa bercerita dengan santai, tidak terlalu cepat atau terburu-buru. Cerita dongeng boleh menggunakan karangan sendiri atau buku cerita dongeng yang sudah tersedia.

2. Karakter Tokoh.

Kita bisa menguatkan karakter tokoh dari cerita, misalkan suara kodok, suara sapi, suara anak kecil atau lainnya. Ajak si kecil ikut berkomunikasi menirukan suara binatang. Walaupun demikian kita tetap perlu mengontrol beberapa keadaan yang tidak perlu di munculkan, misalnya ada suara harimau mengaum saat menerkam mangsanya. Jangan terlalu di dramatisir, karena sang anak bisa menjadi takut. Ketakutan anak bisa membuat tak mau di dongengin.

3. Menciptakan interaksi yang baik.

Saat anak merespon, menyela, ataupun bertanya, penuhi keingintahuannya dengan baik. Anak akan senang menerima sambutan dari Ayah, dan dari sini ia menjadi lebih banyak belajar dengan maksimal. Bila kita menggunakan buku dongeng, kita bisa sambil bermain menebak apa kelanjutan di balik bukunya. Kita juga bisa memperkuat interaksi si anak dengan menirukan gerak-gerik si tokoh. Lakukan tanya jawab sederhana setelah bercerita. Hal ini akan memaksimalkan daya ingat sang anak untuk mengeluarkan kembali isi cerita.

4. Pilih cerita dongeng yang sederhana.

Bila kita memilih dongeng yang baik adalah sesuai dengan usianya. Pilih dongeng yang anak bisa temukan di kesehariannya. Tujuan dari pilihan dongrn sederhana ini membuat anak semakin mengenal karakter tokoh yang ada lingkungannya, serta lebih menyadari segala benda-benda yang ada di sekelilingnya.

5. Munculkan Sisi baik.

Dalam mendongeng, akan lebih baik kita menguatkan sisi baik dari cerita. Baik itu adalah tokoh, setting atau lainnya. Kontrol terhadap isi cerita sangat diperlukan agar karakter atau sifat yang tidak baik, bahkan yang jahat tidak ditiru oleh anak. Hal-hal yang tidak baik, kita perlu tekankan sebagai bentuk kewaspadaan bagi karakter tersebut di lingkungan kita.

Semoga bermanfaat ya, jika kita bisa meluangkan waktu dengan anak-anak pasti itu menjadi hal yang membahagiakan bagi mereka.

Dengan menciptakan kedekatan ini, anak akan lebih menjadi merasa nyaman dengan kita. Coba saja:-)

Selamat hari Dongeng sedunia…!

Salam,

Dewi Adikara

Baca juga: Antara Mantan dan cerita reuni

Sumber gambar: Pixabay.com

Tulisan ini di buat dengan tujuan kolaborasi dengan teman-teman blogger di komunitas Pasukan Blogger Joeragan Artikel. Ada tulisan teman saya yang kece juga loh, namanya teh Yashinta, klik aja blognya keponih.com.

%d blogger menyukai ini: