Hands on frame

Flatflay fotografi

Bagikan Artikel ini

Fatflay fotografi sering dibicarakan, bahkan banyak di praktekkan untuk belajar fotografi pemula. Bukan sekedar pemula sih sebenarnya, tapi karena cara pengambilan fotonya memiliki teknik yang mudah dimengerti oleh orang awam, sehingga mudah untuk dicoba oleh orang yang belum punya kemampuan untuk memfoto.

Baca juga : Mencintai fotografi

Kalau saya yang bicara banyak tentang teori flatflay, apalah saya hanya butiran debu dipinggir pantai, yang kena angin terbang riwa riwi kesana kemari, Halah.. bayangan kok terlalu jauh, akibat lagi pingin ke pantai nihūüėā Poinnya, saya belum punya segudang koleksi foto flatflay. Ibarat bayi saya masih cemot kalau disuruh makan bubur, hihihii..¬†

Kalau kamu udah berhasil makan bubur? *Eh..

Sahabat blogger dari pada yang dibicarain malah ngalor ngidul, lihat instagram mbak Deby Paramitha aja yang sudah pengalaman dengan flatflay fotografi. Bahkan mempraktekkan dengan tantangan yang lebih lagi, apaan itu ya? Coba simak deh ceritanya :

 

Assalamu’alaikum…ūüėä

Banyak ya sekarang yang pada hobi foto, kita biasanya sering lihat di instagram ada beragam foto dengan style yang berbeda. Berawal dari suka motret makanan (masih asal motret, belum tau tekniknya) dan hanya untuk mengisi postingan di instagram aja, tapi lama Рkelamaan saya kok jadi ketagihan dan jatuh cinta sama yang namanya photography khususnya pada genre flatlay. Entah kenapa kalau fotoin flatlay berasa idenya ngalir aja buat motret objek.

Hobi photography itu bisa juga lho buat side job salah satunya fotoin produk/endorse, selain itu secara pribadi kemampuan foto jadi meningkat secara teknik, dapat meminimalisir foto selfie dan menambah networking. 
Nah, mungkin pembaca ada yang belum tau foto flatlay itu kayak gimana? apaan sih flatlay itu?

Yang¬†penasaran saya kenalin dulu ya flatlay itu foto yang di ambil dengan teknik¬†bird eye view (BEV) atau¬†biasanya¬†disebut dengan¬†foto yang¬†pengambilannya dari atas, yang kadang nih sebagian pecinta¬†flatlay perlu kursi buat manjat atau sedikit jinjitin kaki buat pengambilan foto ūüėā¬†(buat dapatin hasil foto yang maksimal ya emang semua perlu kerja keras)ūüėĀ

Untuk memotret flatlay, saya biasanya meletakkan properti (props istilahnya ya ūüėĀ) yang akan di foto di atas alas¬†foto. Nah,¬†alas fotonya¬†saya biasanya menggunakan¬†alas foto kayu¬†warna putih/triplek bekas (memanfaatkan yang ada di sekitar rumah) yang penting¬†alas fotonya bisa buat¬†motret flatlay¬†jadi size nya agak gedean dikit ya. ūüėĀ¬†

Untuk motret flatlay tuh sebenernya simpel lho, karena apa? enggak terlalu musingin angle yg cocok buat fotoin objek. Tinggal kita kreatif aja buat meletakkan propsnya biar terkesan cantik dan eye cathing. Memotret flatlay itu juga gak harus pake kamera DSLR/ mirrorless, pake kamera smartphone pun hasil motretnya gak kalah bagusnya lho. Saya sendiri juga menggunakan kamera handphone buat motret flatlay sehari-hari.

Untuk memotret flatlay bisa menggunakan props yang ada di rumah, gak perlu yang mahal.. bisa memanfaatkan barang yang ada disekitar kita saja seperti (buku, bunga, cangkir kopi, dan laptop).

Saya kalau motret flatlay paling suka hands in frame style. Pasti ada yang belum tau hand in frame style tuh kayak gimana sih? Hand in frame itu adalah ada tampilan tangan di dalam frame tersebut, entah itu lagi megang cangkir kopi, nyendok makanan dll. Sekarang juga lagi tren lho foto dengan tampilan hand in frame di instagram. Foto hand in frame lebih sulit dilakukan daripada foto flatlay, apalagi kalau fotonya suka sendirian. Kadang nih saya yang gak punya tripod kesulitan buat foto hand in frame. Foto hand in frame perlu alat bantu seperti tripod dan di setting timer kameranya. Akan lebih mudah kalau menggunakan tangan orang lain buat dijadikan objek biar kita bisa bebas dan fokus fotonya jadi gak perlu tripod dan timer.

Dalam memotret flatflay perlu memperhatikan beberapa hal di antaranya:

1. Komposisi Foto
Dalam memotret flatlay perlu nih¬†memperhatikan¬†komposisi¬†foto, seperti penempatan props,¬†jangan asal sebar props¬†ya ūüėĀ ntar jatuhnya kayak kita¬†buka¬†lapak (dipilih-pilih) ūüėā biar¬†foto terlihat eye catching perlu banyak latihan motret biar lebih luwes dan oke fotonya. Selain itu, perbanyak melihat referensi styling dan komposisi foto¬†flatlay¬†di pinterest maupun instagram.

2. Lighting
Ini peran yang sangat penting dan mempengaruhi hasil foto dalam dunia photography. Untuk memperoleh hasil yang maksimal perlu lighting yang bagus / cahaya alami (sinar matahari). Kata para master photography nih baiknya motret pada pukul 8-10 pagi dan pukul 2-4 sore. Kalau saya biasanya motret sekitar jam 9-10 pagi ya cahayanya masih soft gak terlalu hard.
3. Editing
Motret flatlay juga perlu editing ya dalam dunia photography wajar aja asal masih dalam tahap yang wajar dan tidak mengubah foto aslinya. Apabila mempunyai tone yang menurut kita adalah karakter/ciri khas kita sah2 aja ya. Biasanya aplikasi editing yang banyak digunakan di smartphone adalah snapseed (saya pake ini karena paling gampang penggunaannya), lightroom, picsart dll.
Berikut salah satu foto flatlay hand in frame style saya:

Hands on frame
Flatflay Hands on frame

Untuk memotret flatlay dengan hand in frame perlu diperhatikan objek dan propsnya agar terlihat eye catching. Tentukan dulu konsep fotonya seperti apa, props yang mendukung yang gimana, lighting harus fokus ke objek, dan jangan lupa makan dulu sebelah motret biar tidak gemetaran ya ūüėā.

Btw, foto saya di atas sudah terlihat eye catching belum ya? ūüėā karena saya juga masih perlu belajar banyak tentang Photography. Saya disini hanya sedikit sharing ilmu yang saya punya tentang flatlay. Demikian sharing ilmu saya…semoga bermanfaat ūüėä
Wa’alaikumsalam..

Mbak Deby ya orangnya, perhatian banget sama urusan perut sebelum foto. Padahal kita sering nahan lapar karena obyek foto adalah makanan yang mau kita makan. Hihihi.. Terimakasih mbak Deby sharing ilmunya, semoga bermanfaat bagi teman-teman ya.

Ini hasil belajar saya dengan menerapkan langkah 1 diatas, hasil foto belum diedit dengan aplikasi apapun cuma watermark aja. Tapi waktu fotonya jam 6 pagi. Cahayanya masih mendung jadi kurang greget dikit ya.

Teman-teman penasaran mau coba juga?

Salam,

Dewi Adikara.

7 thoughts on “Flatflay fotografi”

Dengan meninggalkan komentar positif akan menjadi perkenalan untuk saya bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete". Terimakasih.