Tips Edit Foto Instagram

Bagikan Artikel ini

Wah, ini topik yang ditunggu-tunggu nih. Tips Edit Foto Instagram. Siapa sih yang ga punya Instagram? Yang punya Instagram kira-kira tujuannya buat apa?

Apa buat mengabadikan moment kehidupan berupa koleksi foto dan video?

Atau buat nyalurin hobby foto?

Bisa juga buat Endorse?

Atau buat lainnya?

Kamu Instagram buat apa?

Yang jelas kita punya Instagram berharap enak dipandang mata dong. Ga hanya mengandalkan fasilitas editing yang ada di Instagram, tapi kemampuan kita mengambil foto juga bisa mempercantik tatanan foto kita di Instagram. Nah, saya punya sahabat yang pandai banget manjain penonton Instagram. Dia seorang Food, Nature dan Human interest. Mbak cantik ini memiliki akun Instagram bernama @Ratriocta bisa deh kalian meluncur atau follow agar bisa liat foto-foto barunya yang keren.

Coba deh liat gallery nya di instagram.

Kalau kita lihat foto-foto di akun mbak Ratri keren-keren ya, apalagi yang foto makanannya bisa bikin ngiler, seperti ada didepan hidung. Pemilik nama asli Ratri Octaria ini juga pandai menuangkan tipsnya ke materi sebagai berikut, coba simak deh: ?

Assalamu’alaikum…

Pernah dengar kalimat “foto dulu sebelum makan”? well, sepertinya sudah sering ya hehehe.. karena jaman now (istilahnya sekarang haha), banyak sekali bertebaran tempat nongkrong kekinian yang photoable, baik tema maupun makanan/minumannya. Ditunjang dengan smartphone sekarang yang fitur kameranya juga tidak kalah dengan kamera profesional. Jadi memungkinkan banget bagi siapapun untuk mengabadikan momen wisata kuliner dengan mudah, lalu diunggah ke media sosial. Jadi misalnya kita lagi makan di kafe/resto, terus lihat ada orang lagi foto-foto makanan, jangan kaget hehe. Sudah bukan pemandangan yang aneh. 

Jaman saya masih muda dulu, ceilaah sok tua ekee hahahaha, gini maksud saya, jaman saya masih suka jajan, sekarang masih sih hehe, belum ada yang namanya smartphone canggih yang mana begitu cekrek langsung unggah ke medsos, such as Instagram (IG). Yang ada handphone layar monokrom lalu muncul HP dengan fitur kamera, jangan bayangin kamera 13 MP ya, dulu masih VGA, paling banter 2 MP. Bisa punya HP ada kameranya aja sudah bersyukur banget hahaha… Dan waktu itu setelah cekrek gak bisa langsung unggah tapi harus pulang ke rumah  dulu, cari card reader atau kabel USB, pasang ke komputer (PC) atau laptop baru deh bisa upload-upload. Atau kalo udah kebelet pingin upload, mampirlah ke warnet terdekat hihi.. Sebelum ada IG, setau saya dulu medsos  yang sedang  ngehits yaitu Friendster, lalu disusul Facebook (FB) dll (yang seangkatan mana suaranyaaaa….) 😀 

Foto : Dok.pribadi 

Begitu juga dengan kamera profesional, saat ini juga mengalami perkembangan teknologi, dari kamera foto, DLSR hingga mirrorless, yang kemampuannya hampir sama dengan kamera DSLR namun memiliki bodi yang lebih kecil dan ringan sehingga praktis untuk dibawa kemanapun. Pas banget deh buat food photo hunter, seperti saya hehe. Buat saya, fotografi dan makanan merupakan 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena 2 hal itu hobi saya banget, saya suka makan dan fotografi. Akhir-akhir ini saya hobi banget yang namanya baking. Dan biasanya jika saya berhasil mengeksekusi suatu resep, gak pake lama langsung ambil kamera dan jepret. Edit dan upload-nya kalau pas lagi senggang, yang penting sudah diabadikan hehe. 

Untuk proses editing, sampai saat ini saya masih menggunakan aplikasi di smartphone yang bisa di-download di Appstore untuk iOS atau Playstore untuk Android, yaitu Adobe Lightroom Mobile (Lr), VSCO, dan Snapseed. Dalam proses mengedit ini saya tidak banyak melakukan polesan, seringnya yang saya utak-atik antara contrast, clarity, vibrance dan sharpen, karena tujuan saya mengedit hanya untuk mempertajam dan memoles hasil foto yang sudah bagus, bukan untuk mengubah secara drastis. Maksud saya di sini foto yang bagus adalah foto yang secara kualitas lighting atau pencahayaan cukup, fokus tepat, dan tajam (tidak blur). Karena itu menurut saya, sebelum berfoto ria, pertama-tama sebaiknya kita perlu mengenali dan memaksimalkan gear/kamera yang kita gunakan dengan baik, karena dengan kamera inilah kita akan mengambil foto. Meski menggunakan kamera canggih pun tapi kita tidak bisa menggunakannya secara maksimal, tetap saja hasil foto tidak akan sesuai seperti yang diharapkan. Kamera hanyalah alat, tetapi kita sebagai the man behind the gun-lah yang harus bisa menggunakan ‘senjata’ yang kita punya untuk membidik objek dengan tepat. Jenis kamera yang saya gunakan saat ini adalah mirrorless Sony a6000, Sigma lens 30mm f2.8.

Foto : Google
Yang kedua, kita perlu mempelajari teori dasar fotografi, yaitu Exposure Triangle atau segitiga exposure. Ini basic banget, karena untuk menghasilkan foto yang bagus kita perlu mengatur settingan exposure pada kamera agar hasil foto straight out of camera (SOOC) sesuai yang kita inginkan. Jadi nanti pada saat mengedit kita tidak perlu banyak mengubah foto. Jangan sampai hasil fotonya gelap padahal kita pinginnya terang/bright, terus waktu ngedit brightness-nya dinaikkan banyak banget, atau sebaliknya. Yang dimaksud SOOC adalah foto sudah dalam format jpg, yang artinya foto tersebut sudah diolah oleh kamera. Tapi setahu saya, kebanyakan fotografer saat memotret juga memakai format RAW, yaitu benar-benar mentah yang mana hasil foto tidak diolah oleh kamera, namun mereka mengolah sendiri menjadi format jpg. Jadi kalo ada yang bilang foto SOOC itu no edit, yang dimaksud di sini no edit belum dipoles di Photoshop, Lightroom, dll, tapi terima jadi olahan atau editan kamera. 


Segitiga Exposure. Foto : Google

Kalo untuk saya sendiri sih lebih sering SOOC lalu diedit di aplikasi, karena so far cuma buat unggah di medsos aja. Selain setting exposure, yang ketiga yaitu lighting. Memotret pastinya butuh cahaya kan, jadi gak mungkin kita foto-fotoan di tempat yang gelap. Pertama pastikan objek mendapat cukup cahaya, lalu tinggal kita mengontrol lighting mau bagian-bagian mana yang ingin kelihatan gelap/terang, dengan menggunakan blocker dan reflector. Ada 1 lagi namanya diffuser, yang fungsinya untuk membaur atau meratakan cahaya, jika cahaya yang datang terlalu harsh. Dengan menggunakan diffuser ini maka jatuhnya cahaya ke obyek akan lebih soft.

Behind the scene (BTS). Foto : Dok.pribadi

Kiri : SOOC.

Kanan : after edit, using Lightroom.

Foto : Dok.pribadi

Lalu yang terakhir adalah styling/composition. Yaitu penempatan objek dan properti foto (props) yang masuk dalam frame supaya foto makin enak dilihat. Penempatan props di sini kita atur sedemikian rupa agar terlihat natural dan objek utama semakin menarik dan stand out. Apalagi untuk food photography, adalah tugas kita bagaimana membuat makanan di dalam foto bisa menggugah selera dan membuat orang ngiler liatnya. Saya ambil contoh foto lemon buttercake di atas tadi ya. Tentukan konsepnya dulu, apakah kita mau menciptakan suasana ngemil kue sambil ngeteh, atau still life, proses dalam membuat kue atau mau menonjolkan detil kue. Kalo foto saya tadi konsepnya table situation, pertama letakkan objek utama yaitu 1 talenan kue. Lalu props pendukung yang berhubungan dengan objek, pisau, napkin, secangkir susu, buah lemon dan jug misalnya. Kita tata sedemikian rupa, geser sana-sini, intip di kamera, kalo ada yang kurang pas, geser lagi pindah lagi, sampai nemuin yang menurut kita sudah pas. Itulah yaa yang bikin lama kalo lagi foto-foto, belum beberesnya hehe. Kira-kira foto saya tadi cukup menggoda selera gak?? Hihi.. jujur saya dibilang masih pemula banget, masih harus banyak latihan dan belajar. Di sini saya cuma sharing ilmu yang saya dapat, semoga bermanfaat ya. 
Wassalamu’alaikum… 

Have a Good Day

Terimakasih mbak Ratri sudah menyalurkan ilmu yang berguna banget buat sahabat blogger. Giliran kita nih, yuk cobain praktek. Saya pamit undur diri dulu ya, coba untuk praktek ilmu fotografinya mbak Ratri.

Regards,

Dewi Adikara.

6 thoughts on “Tips Edit Foto Instagram”

  1. Huaaaaaaaaaa I’m huge fans of her. Kak Ratri Octa sukses membuat perutku bergemuruh setiap malam kalo lihat IGnya. Thaaaaanks Mbak Dewi Adikaraa udah berhasil bikinKak Ratri kasih tips cara motret buat IGnya. Suuuer Kereen!!!!

    *norak banget dech gue*
    *saveeeee*

Dengan meninggalkan komentar positif akan menjadi perkenalan untuk saya bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete". Terimakasih.