Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Mungkin bagi beberapa orang topik ini tidak semenarik dengan judul klik bait. Judul-judul yang mengundang orang untuk meng-klik artikel. Judul yang sering terbaca viral memang mengundang rasa penasaran untuk membaca.
Berbeda dengan judul yang pasti-pasti saja, dan hasilnya juga pasti-pasti saja yang klik yang memiliki interest untuk judul itu. Seperti contohnya topik kesehatan mental yang kali ini Dewi angkat.

Mungkin, dan mungkin sehingga mungkin lagi yang akan muncul…
Apa seseorang yang membaca ini benar-benar peduli atau sekadar ingin tahu, atau benar-benar berhimpitan dengan topik ini?

Terima kasih sahabat, kalian sudah menjadi peduli untuk membaca hingga pada baris ini.

Sebuah keberuntungan bagi banyak orang, saat sahabat telah meluangkan waktu untuk membaca topik kesehatan mental ini. Dengan harapan nantinya kita bisa mengamalkannya untuk orang lain, bahkan untuk diri kita sendiri.

Entah pada moment kapan lagi kita bisa menambah wacana tentang ini.

Sebelumnya, kita perlu memahami dahulu apakah kesehatan mental itu. Sebenarnya mental itu dimiliki semua orang, namun sehat mental tidak selalu ada di semua orang.
Apakah kita yang mengalami gangguan secara mental, atau justru kita sendiri menjadi perusak kesehatan mental seseorang.

Pedulikah kita pada Kesehatan Mental?

Pada laman situs promkes adalah Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental. Beberapa jenis gangguan mental antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis (halodoc.com).

Bagaimana cara kita peduli dengan Kesehatan Mental?

Saat kita sendiri yang menjadi subyek, dibutuhkan kesadaran untuk selalu mengingat Yang Kuasa, dan menjaga setiap perilaku kita. Tapi ada juga kekhilafan kita yang terkadang bisa terpancing disaat kita berinteraksi dengan orang lain.

Solusi terbaik adalah menciptakan lingkungan kita sendiri dengan positif, dengan cara menjauhi hal-hal yang kurang baik untuk diri kita, dan memperbanyak berinteraksi/melakukan hal yang positif. Selain itu kita bisa menyalurkan keinginan kita dengan hobi dan bacaan yang positif.

Saat kita menjadi orang yang harus peduli dengan kesehatan mental orang lain, terkadang modal pengetahuan saja tidak cukup. Meskipun banyak ilmu, ternyata kita pun perlu tahu cara pendekatan ke orang lain untuk membantu mereka.

Seseorang yang sedang mengalami gangguan kesehatan mental, justru tidak senang digurui. Alih-alih merasa diceramahi, mereka bisa makin merasa terpuruk jika kita tidak mengerti penanganan yang tepat.

Seperti cara menghadapi orang yang mengalami depresi.

Artikel di atas adalah tulisan Dewi yang mendapatkan peringkat satu dalam challenge yang diadakan oleh Manager Nulis Bareng Area Sumatera.

Challenge yang memperingati hari kesehatan mental sedunia, yang diterbitkan serentak di tanggal 10 Oktober 2020 pada semua website binaan rumedia yang berkontribusi. Hadiahnya pun cukup menarik dan berkatan dengan ilmu dan dunia literasi.

Tujuan challenge ini begitu mulia, yakni menyebarluaskan kesehatan mental yang begitu penting.
Raga kita bisa kita lindungi dari tajamnya duri, mental kita pun perlu kita lindungi dari tajamnya ucapan.

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia, terima kasih kepada mbak Emmy Herlina atas apresiasinya pada Dewi, sebagai pemegang Naskah terbaik NuBar area Sumatera pada Challenge ini. Juga terima kasih pada pak Ilham yang selalu memfasilitasi kami menulis menjadi penulis yang semakin baik dari sebelumnya.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam,

Dewi Adikara

sumber referensi:

Halodoc. Kesehatan mental. https://www.halodoc.com/kesehatan/kesehatan-mental diakses pada 24 okt 2020

Promkes, kemkes. Pengertian kesehatan mental. https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental diakses pada 24 okt 2020

%d blogger menyukai ini: