Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Kisah Nabi Ayyub a.s.

Buah Kesebaran yang Tak Berbatas

Seorang Nabi bernama Ayyub ‘Alaihis-Salam, adalah keturunan keluarga Nabi`Ibrahim. Ayahnya bernama Amush nin Tawakh bin Rum bin al0Ish bin Ishaq bin Ibrahim ‘Alaihis salam.

Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang sangat kaya raya. Tanah pertaniannya membentang luas di wilayah Hauran, di Negeri Syam. Binatang ternaknya melimpah, mulai dari unta, kambing, kuda, lembu, kedelai, dan khimar. Beliau juga memiliki anak-anak dan anggota keluarga yang banyak. walaupun demikian, Nabi Ayyub tidak menjadi sombong.

Beliau tak pernah berhenti untuk berdzikir, dan bersyukur. Allah telah menganugerahkan kepadanya nikmat yang sangat banyak berupa kekayaan dan anak-anak saleh.

Kisah Nabi Ayyub adalah kisah dimana Allah menguji kesabaran dan ketabahan Nabi Ayyub. Seluruh harta kekayaan Nabi Ayyub diambil oleh Allah. Seluruh ternaknya mati tanpa penyebab yang jelas. Lahan pertaniannya hangus terbakar tidak tersisa.

sumber: pexels.com

Beliau jatuh miskin, namun tidak pernah marah dan kecewa kepada Allah SWT. Nabi Ayyub justru semakin taat dan meningkatkan lagi ibadahnya. beliau senantiasa ingat bahwa semua manusia lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, kemudian Allah memberikannya rezeki dan kekayaan. Dan kepada Allah lah harta benda itu akan kembali.

Keimanannya dan ibadahnya kepada Allah tidak berubah, justru makin membuatnya dekat dengan Allah.

Kemudian Allah mengujinya lagi. Keesokan harinya, Allah mengambil anak-anak Nabi Ayyub. Mereka semua meninggal tanpa suatu penyakit apapun. Cobaan ini tidak mempengaruhi diri Nabi Ayyub, beliau ingat bahwa manusia semula dari Allah, kemudian kembali kepada-Nya, termasuk dirinya akan kembali pula kepada-Nya. Nabi Ayyub menerima cobaan itu dengan sabar.

Dan pada hari ketiga, Allah mengujinya dengan memberikan penyakit yang dahsyat. Suatu penyakit yang aneh dan tidak sembuh-sembuh. Penyakit itu membuatnya sulit beribadah. Selain itu, beliau menjadi dikucilkan oleh kaumnya sendiri. Mereka merasa jijik dan kawatir tertular dengan penyakit tersebut.

Baca juga: Cerita anak: Kisah Nabi Adam a.s.

Nabi Ayyub pun tetap tenang dan sabar, ia tidak pernah mengeluh karena sakitnya itu.

Kemudian iblis berusaha menggoncangkan keimanan Nabi Ayyub dengan berkata, “Hai Ayyub, penyakit dan siksaan yang kau rasakan selama ini sebenarnya adalah karena sentuhanku. Jika engkau mau berhenti bersabar sehari saja, niscaya rasa sakit yang kau rasakan akan lenyap dan engkau akan segera sembuh.”

Segala ibadah yang dikerjakannya, sebagaimana waktu sebelum sakit ia kerjakan dengan bertambah khusyu’. Iblis pun putus asa, karena dengan cara apa pun tidak berhasil menggoda beliau. Walau bagaimanapun sakit yang dideritanya, imannya tidak bergeser sedikitpun. Maka iblis mencari jalan lain dengan memperdaya istrinya, supaya berkurang menjaga suaminya, hingga Nabi Ayyub menjadi marah kepada istrinya dengan berujar, “Jika aku sembuh pasti kupukul seratus kali.”

Nabi Ayyub menyeru kepada Allah: ”Ya Tuhanku, aku dapat penyakit dan cobaan yang sebabkan oleh syaithan” (QS. Shaad ayat 41).

Nabi Ayyub berkata, “Pergilah, Iblis! Aku tidak akan pernah berhenti untuk bersabar, bersyukur, dan beridbadah kepada Allah.”

Baca juga: Cerita anak: Kisah Nabi Ismail a.s.

Allah memperlihatkan keimanan Nabi Ayyub A.S yang tidak sedikit pun bergeser walaupun musibah dan cobaan bertubi-tubi, sehingga iblis menjadi kalah dan tidak berdaya. Sewaktu Nabi Ayyub berdo’a minta sembuh, Tuhan berfirman sebagaimana tertera dalam al-Qur’an:

“Hentakkanlah (injaklah dengan keras) kakimu ke atas bumi, niscaya terbit di sana mata air yang sejuk, maka mandi dan minumlah, lalu sembuhlah penyakitnya” (QS. Shaad ayat 42).

Nabi Ayyub pun sembuh dari penyakitnya, dan harta kekayaannya pun kembali dua kali lipat. Beliau pun sembuh dari penyakitnya, kemudian Nabi Ayyub ingin melaksanakan janjinya untuk memukul istrinya seratus kali, maka hal itu dibolehkan oleh Allah sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an:

Ambillah sekerat kayu dengan tanganmu, lalu pukullah istrimu dengan itu, maka tiadalah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami mendapati Ayyub itu orang yang sabar, dia sebaik-baik hamba dan banyak bertaubat kepada Allah Swt.” (QS. Shaad ayat 44).

Demikian Nabi Ayyub tidak jadi memukul istrinya seratus kali pukul, tetapi lidi yang seratus itu dijadikan satu ikatan dan dipukulkan sekali saja, untuk melaksanakan janjinya itu sewaktu beliau masih sakit.

Baca juga: Cerita anak: Kisah Nabi Ibrahim dan mukjizat kobaran api

Istri Nabi Ayyub adalah wanita yang shalehah, ia berbuat sesuatu bukanlah karena tabi’atnya yang jelek, namun karena digoda oleh iblis, dan Allah Swt Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tidak lama kemudian Istri Nabi Ayyub mengandung. Setiap mengandung nabi Ayyub mendapatkan anak kembar. Hingga beliau kembali mempunyai anak yang banyak, diantaranya anak laki-laki bernama Basyir yang digelari Dzulkifli yang pada akhirnya menjadi seorang nabi pula.

Referensi:

Aqila, Irvan. 2019. Kisah Pengantar Tidur 25 Nabi & Rasul. Jakarta selatan: Penerbit Noura, PT.Mizan Publika (Angoota IKAPI)

Redaksi Islam. 2019. Kisah Nabi Ayub AS lengkap: Kesabaran dan Hikmah yang Membuat Dekat dengan Allah. https://islami.co/kisah-nabi-ayub/ diakses pada 28 november 2019

Sumber gambar :

pixabay.com

pexels.com

%d blogger menyukai ini: