Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Kisah Nabi Yunus a.s.

Allah Maha Penerima Tobat umat-Nya

Di sebuah kota bernama Ninawa, di daerah Al-Muwahil, sebelah utara Irak terdapat penduduk yang menolak menyembah Allah, mereka menyembah benda-benda dan gemar melakukan kejahatan.

Allah mengutus Nabi Yunus a.s. kepada mereka, dan mereka memanggilnya dengan nama Dzun Nun atau Yunan. Beliau sering memberikan nasihat tentang kebaikan kepada mereka, dan berpesan agar kaumnya mau menyembah Allah.

Selain itu, beliau mengingatkan dahsyatnya Hari Kiamat, panasnya api neraka, dan kenikmatan di dalam surga. Namun, tidak ada seorang pun dari kaumnya yang beriman kepada Allah. Sebagai seorang manusia, ia merasa gagal dan sedih, karena usahanya bertahun-tahun dirasa sia-sia.

Pada akhirnya, beliau meninggalkan mereka dengan kesal dan rasa marah. Beliau berkata kepada seluruh penduduk Ninawa bahwa azab Allah akan datang tiga hari lagi.

Setelah ia pergi, azab tersebut datang. Awalnya, Allah menurunkan badai dan angin yang sangat kencang. Seluruh penduduk Ninawa ketakutan dan segera bertobat, mereka mengingat perkataan Nabi Yunus. Kemudian mereka mengenakan baju hitam. Mereka berdoa kepada Allah dengan suara yang keras. Semua orang menangis, bahkan hewan ternak dan binatang ternak pun ikut manangis. Suasana di kota itu sangat mencekam.

Allah kemudian menerima tobat seluruh penduduk Ninawa, sebab mereka telah bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penerima tobat setiap umat-Nya, seketika itu, Allah menghentikan azab yang menimpa penduduk Ninawa.

Subhanallah.

Baca juga: Artikel Kisah Nabi Ibrahim (Part 1) dan Artikel Mukjizat Nabi Ibrahim (Part 2)

Pesan Moral pada anak:

Bahwa segala perbuatan kita, patut kita perbaiki. Saat kita telah khilaf, maka segeralah berdoa, dan memohon ampun kepada-Nya. Allah Maha Pengampun bagi umat-Nya yang bersungguh-sungguh bertobat. MasyaAllah.

Tobat seorang Rasul

Penduduk Ninawa tidak hanya menolak ajakan Nabi Yunus untuk menyembah Allah, namun juga mengejeknya. Beliau lalu menyampaikan wahyu dari Allah bahwa penduduk tersebut akan mendapat azab jika mereka tak beriman, mereka tetap mengabaikannya. Beliau menjadi marah dan meninggalkan penduduk Ninawa, padahal Allah belum mengizinkannya pergi.

Nabi Yunus menyusuri bumi, hingga pada akhirnya ke arah pantai, kemudian ia menaiki sebuah kapal. Di tengah lautan, ada badai besar yang menghantam kapal. Awak kapal kemudian membuang beberapa muatan agar kapal lebih ringan. Beberapa penumpang berunding melakukan undian untuk menentukan satu dari mereka untuk dibuang ke lautan. Saat dilakukan undian, Nabi Yunus yang harus dibuang ke lautan. Di undian pertama, kedua, ketiga dan seterusnya hasilnya sama, dan beliau pun langsung menceburkan dirinya ke lautan.

nabi yunus
sumber gambar: pexels

Allah mengirimkan ikan besar kepadanya dan mengilhamkan kepadanya untuk menelan Yunus dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya. Ikan itu menelannya ke dalam perutnya tanpa mematahkan tulang dan merobek dagingnya. Ia pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu.

Dalam kegelapan itu ia berdoa, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Yunus berada dalam tiga kegelapan; kegelapan perut ikan, kegelapan lautan, dan kegelapan malam. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala,

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)

Perintah Allah

Allah memerintahkan ikan tersebut untuk memuntahkannya ke pinggir pantai, lalu Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang memiliki daun yang lebat, yang dapat menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari.

Allah berfirman, “Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. ash-Shaaffaat: 145-146)

Allah menumbuhkan pohon sejenis labu, dimana ia dapat berteduh dengannya dan makan darinya. Selanjutnya pohon itu kering, lalu Yunus menangis karena keringnya pohon itu. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Apakah kamu menangis karena pohon itu kering. Namun kamu tidak menangis karena seratus ribu orang atau lebih yang ingin engkau binasakan.”

Allah memerintahkan Yunus agar kembali kepada kaumnya, dan memberitahukan kepada mereka, bahwa Allah telah menerima tobat mereka, dan telah ridha kepada mereka. Maka Beliau melaksanakan perintah itu, ia pergi mendatangi kaumnya dan memberitahukan kepada mereka wahyu yang diterimanya dari Allah SWT.

Kaumnya pun telah beriman, dan Allah memberikan berkah kepada harta dan anak-anak mereka, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya: “Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.–Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. ash-Shaaffaat: 147-148)

Allah memuji Nabi Yunus a.s dalam Alquran. Allah berfirman: “Dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).” (QS. Al An’aam: 86)

Baca juga: Artikel Kisah Nabi Luth a.s. dan Artikel Kisah Nabi Ismail a.s.

Bismillah …. Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman ya, sahabat!

Salam,

Dewi Adikara.

Sumber referensi:

Aqila, Irvan. 2019. Kisah Pengantar Tidur 25 Nabi & Rasul. Jakarta selatan: Penerbit Noura, PT.Mizan Publika (Angoota IKAPI)

Bin Musa, Marwan. 2018. Kisah Nabi Yunus Alaihissalam. https://kisahmuslim.com/ 2662-kisah-nabi-yunus-alaihissalam.html diakses pada 27 Oktober 2019.

Fimela. 2018. Kisah Nabi Yunus AS, Mengajarkan Kita Arti Amarah & Pentingnya Bersabar. https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3804834/kisah-nabi-yunus-as-mengajarkan-kita-arti-amarah-amp-pentingnya-bersabar diakses pada27 oktober 2019

sumber gambar: www.pexels.com

%d blogger menyukai ini: