Sahabat Blogger

Temanmu akan menggambarkan siapa kamu, maka pilihlah teman yang baik dan mari saling berbagi kebaikan.
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat … sebelum mengatahui fungsi, maka kita perlu mengetahui pemahamannya dulu kan ya? Saat ini e-learning seringkali menjadi solusi untuk mendukung proses pembelajaran. Mengenal E-learning dan fungsinya, setidaknya akan membuka wawasan kita dalam memaknai proses pembelajaran dalam dunia digital saat ini.

E-Learning adalah konvergensi atau penggabungan antara teknologi komputer, jaringan internet, dengan aspek komunikasi dan materi pendidikan dalam mendukung terciptanya sistem pengajaran berbasis internet. E-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat suatu tranformasi proses belajar-mengajar yang ada di sekolah ke dalam bentuk digital yang dijembani oleh teknologi informasi (internet).

Menurut Brown (2000) dan Feasey (2001) dalam Prabantoro, Gatot dan Agus Hidayat (2005) e-learning adalah kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya.

Mengenal Fungsi E-Learning

Tahun 2020 bagi Dewi tuh, kita diharuskan belajar dengan cepat dunia digital. Termasuk memahami e-learning secara tepat dan mempertimbangkan untuk mengikuti metode pembelajaran ini. Menurut Siahaan dalam Prabantoro, Gatot dan Agus Hidayat (2005) terdapat tiga fungsi e-learning terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction).

Pertama yaitu sebagai suplemen yang sifatnya opsional, kedua yaitu pelengkap (komplemen), ketiga yaitu pengganti (substitusi).

a. Suplemen
Enggak cuma tubuh aja yang butuh suplemen, hihihi …. E-lerning berfungsi sebagai suplemen bila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik.

b. Komplemen
Yang kedua yaitu e-learning diikatakan berfungsi sebagai komplemen atau pelengkap, apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis, 2002).
Berarti nih materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran secara konvensional.

Saat materi pembelajaran elektronik dapat dikatakan sebagai enrichment, bila peserta didik yang cepat memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka. Sehingga diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas.

Dikatakan sebagai program remedial, bila peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi diberikan kesempatan kembali untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik. Tujuannya agar peserta didik semakin mudah memahami materi pelajaran yang sudah disajikan.

Baca juga:

c. Substitusi
Beberapa perguruan tinggi di negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para muridnya. Tujuannya agar mereka bisa secara fleksibel mengelola kegiatan pembelajarannya sesuai dengan waktu dan aktivitas mereka.

Terdapat tiga alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik. Pertama sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), kedua sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau ketiga mereka sepenuhnya belajar melalui internet.

Alternatif model pembelajaran yang dipilih tentu tidak menjadi masalah dalam penilaian. Ketiga model penyajian materi pembelajaran mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama dari institusi penyelenggara pendidikan. Keadaan yang fleksibel ini dinilai sangat membantu siswa untuk mempercepat penyelesaian pembelajarannya.

Nah, bahas tentang e-learning kayaknya perlu tahu lebih banyak deh dengan pendidikan yang baru saja kita rasakan. Apakah itu?
Yuk di tengok tulisan sahabat saya bertajuk Merdeka Belajar.

Referensi:

Khatimi, Husnul. 2006. INFO TEKNIK, Volume 7 No. 2: MENGENAL E-LEARNING SEBAGAI
SALAH SATU BENTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN. https://media.neliti.com/media/publications/69645-ID-mengenal-e-learning-sebagai-salah-satu-b.pdf diakses pada 18 desember 2020.

Prabantoro, Gatot dan Hidayat, Agus. 2005. Pemanfaatan Fasilitas Gratis di Dunia Maya untuk Pengembangan Media E-learning Murah (Studi Empiris Pengembangan Situs Kelas Sistem Informasi Manajemen). Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. Yogyakarta

Siahaan, Sudirman. 2001. E-learning (Pembelajaran Elektronik) sebagai Salah Satu Alternatif Kegiatan Pembelajaran. Diambil dari http://www.depdiknas.go.id  yang diakses pada tanggal 19 Maret 2011.

%d blogger menyukai ini: