Jangan tempe

Menu Lebaran Khas Suroboyo

Assalamualaikum, edisi lebaran kali ini selain Sie Reboh khas Aceh besar, ada juga menu lebaran dari Suroboyo. Resep kunci kali ini adalah dari Mertua yang asli dari Surabaya. Apa ya makanan yang wajib ada mewarnai lebaran beliau?

Jawabannya adalah “Jangan Tempe”

Dulu waktu awal-awal menikah, saya terus terang takjub melihat menu yang dimasak Mertua saya. Sesuatu yang baru. Karena darah yang mengalir pada saya adalah darah madura jadi seringkali masakan sehari-hari adalah olahan daging dan ikan. Selain itu kebiasaan di keluarga saya, menu yang harus ada setiap hari baik di meja atau di kulkas adalah Buah, Alhamdulillah jadi mengenal macam-macam buah. Lalu untuk Sayur, sebenarnya tidak terlalu kaku sih, tidak setiap hari harus ada, tapi aneka sayuran kamipun menikmati. Mulai dari Sayur Asem kangkung, sayur bayam, pecel, rujak, sayur cambah seperti lontong balap, oseng-oseng kangkung, sayur sop, espot masakan khas Belanda, oseng-oseng brokoli jamur, dan lain-lain. Banyaklah aneka sayuran yang saya kenal.

Lalu bagaimana dengan tempe? Seingat saya tempe jadi camilan favorit bagi saya, apalagi digoreng tipis dan kering. Bukan jadi lauk, malah dicuili sebagai camilan😅 Pernah sih mama buat tempe bacem, dan sambal goreng tempe, itu baru bisa saya makan pakai nasi, tapi otomatis deh ga bisa banyak, kalau di cemil baru bisa banyak. Seingat saya itu cerita tentang tempe. Maaf kalau memori saya terbatas atau pengalaman saya yang terbatas😂

Duuuh panjang amat sih.. saya benar-benar mengalami suatu perubahan disaat saya menemukan berbagai olahan tempe dari ibu mertua saya, saya sampai sekarang belum hafal olahan-olahan tempe tersebut. Tapi yang jelas lidah saya bisa menikmatinya😍 dan lagi Menu Lebaran ala Mertua saya yang asli Surabaya adalah Jangan Tempe.

Jangan Tempe, itu bahasa Jawa ya. Artinya Sayur Tempe, hihihiih.. kalau tidak mengerti dikiranya “Jangan” dalam artian “tidak boleh” ya. Lalu pikiran saya masih belum bisa serta merta menerima apa sih favoritnya masakan ini? Sampai pada akhirnya saya belajar, saya jadi makin suka masakan ini.

Kali ini saya tulis dalam rangka untuk mengabadikan Resep ini menjadi menu favorit Lebaran khas Surabaya, kalau kalian ingin resep Lebaran khas Madura, saya juga ada Menu Pak Ladeh khas Madura klik disini.

Apa yang spesial dari “Jangan Tempe Suroboyo?”

Isinya yang favorit, ternyata ya bukan hanya tempe, ada udang, kentang, dan Pete. Saya bukan pecinta Pete, malah anti banget gara-gara denger desas desus Pete bisa bikin kentut kentut, dan bau mulut. HihhiH.. baru kali ini saya tebas, makan saja aaaah. ((Wkwkwk..)) yuk langsung ke TKP

 

Resep Jangan Tempe Suroboyo:

Jangan tempe

Bumbu dasar: 

Bawang merah dan bawang putih diulek,

cabe besar dibuang tengahnya direbus lalu diblender,

Laos di geprak, daun salam

Bahan tambahan:

Daun brambang dipotong-potong,

cabe kecil ijo dan merah dirajang,

tomat ijo dipotong tipis-tipis,

garam, gula dan Santan.

Isi:

Pete dipotong,

Tempe dipotong kotak,

Udang dipotong, atau kupas kepalanya,

Kentang dipotong kotak-kotak, digoreng sebentar

Caranya:

Tumis bahan dasar dengan sedikit Minyak sampai aroma wangi keluar. Lalu masukkan air. Kemudian masukkan Isi. Rebus sampai matang, lalu masukkan bahan tambahan.

Mudah bukan? Semua jadi mudah di sahabatblogger.com jadi jangan lupa subscribe ya, caranya masukkan email kamu dihalaman depan, udah gitu aja. Masakan Jangan Tempe pasangannya adalah lontong, jadi seperti ini. Mantab deh.

Jangan tempe
Nyummy. .

Salam menyambut lebaran,

 

Dewi Adikara

 

Dengan meninggalkan komentar positif akan menjadi perkenalan untuk saya bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete". Terimakasih.