Mama, jangan lupa Bahagia!

pixabay
Bagikan Artikel ini

“Sudah diputuskan. Barangsiapa yang ikut tes PNS Sabtu kemarin, akan mendapatkan SP1! Apa artinya? Bagi karyawan yang sudah permanen, tidak akan mendapatkan bonus tahunan. Dan bagi yang masih kontrak, besar kemungkinan tidak diperpanjang.”

Ucapan bu Okta lantang dan tegas. Semua yang mendengarnya bergidik. Kecuali Gusti, ia memang sudah niat mengundurkan diri bulan Februari ini. Lagipula Gusti tidak ikut tes PNS, tidak ada alasan untuk bergidik baginya.

Sedangkan Rino, ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah Surat Peringatan karena ikut tes PNS. Prediksinya, paling hanya teguran. Tapi ini langsung SP1! Dan terancam tidak akan dilanjutkan kontraknya.

Ia pun langsung teringat naskah-naskahnya. Belum ada satu pun yang terbit. Semua masih menunggu hasil pusat buku. Besar harapan Rino untuk dapat melanjutkan kerja. Di sana ia banyak mendapatkan ilmu. Tiga bulan baginya sudah dirasa terlalu lama saat menjadi pengangguran. Sekarang jabatan itu bakal kembali menghantui. Jabatan sebagai pengangguran … lagi.

Rino masih berharap mudah-mudahan masih ada kebijaksanaan baginya. Ia bisa memberi alasan buku-bukunya sudah akan terbit sebentar lagi. Akan tanggung bagi perusahaan untuk memberhentikan editor yang sudah mengantarkan buku-buku para penulis sampai ke pusat buku. Begitu memenuhi standar pusat buku, para editor masih diperlukan untuk melakukan sentuhan terakhir. Itulah harapan Rino.

Masalahnya, bukan ia wasitnya. Ia hanya pemain di lapangan, yang menunggu wasit mengeluarkan kartu saktinya. Kuning, atau merah.

Bu Okta pun melangkah keluar dari pertemuan singkat tadi. Ia menutupnya dengan salam pendek. Lalu kembali ke mejanya. Telah tuntas tugasnya menyampaikan apa yang diinginkan direksi.

Para editor termangu bertatapan. Dan kembali ke mejanya masing-masing. Hening. Sepertinya jantung semua orang di ruangan editor bekerja lebih kencang dari biasanya. Siapa saja yang kena SP1?

Rino yang perasaannya masih cemas karena terancam putus kontrak, penasaran membaca pesan baru di telepon genggamnya yang tadi belum sempat dibuka.

Tiga kata singkat dari si pengirim SMS misterius. Nomor yang sama dengan pengirim pesan sebelumnya.

Di layarnya tertulis,
Kamu lagi ngapain?

Campur aduk perasaan Rino. Ancaman kontrak putus di depan mata. Dan SMS misterius yang membuatnya penasaran.

Ia putuskan untuk memastikan dulu identitas si pengirim SMS misterius. Ia tidak mau ada dua perasaan yang tidak keruan dalam hatinya.

Rino berupaya mencari tahu siapa sebenarnya si pengirim pesan misterius. Lelaki, atau perempuan. Itu yang terpenting baginya. Jika lelaki, akan ia abaikan. Jika perempuan, bolehlah dipertimbangkan.

Aksi tanpa modal pun dimulai. Cukup missed call. Yang penting ia bisa dengar suaranya. Rino mulai menekan kombinasi angka.

Terdengar nada sambung tiga kali berturut turut. Telepon belum juga diangkat di ujung sana. Dan akhirnya,
“Halo….”

Segera Rino putuskan sambungan telepon buru-buru. Tidak sampai satu detik. Tanpa biaya. Satu kata di ujung sana sudah menjawab rasa penasarannya. Detak jantungnya tiba-tiba saja menjadi lebih cepat.

Ia pun seolah terlupa dengan apa yang baru saja diucapkan Bu Okta beberapa menit yang lalu.

Terdengar suara yang menjawab dalam sambungan telepon yang sangat singkat tadi.

Merdu.
Suara Perempuan.
Telah membiusnya.
Tajam.

#####

Hai Sahabat! Saya terlalu sibuk (eh sok sibuk sih… ) sampai diingatkan sama teman saya dengan SMS: “Mama, jangan lupa Bahagia!”

Aktivitas sehari-hari itu kalau jadi rutinitas berpotensi bikin jenuh dan stress. Jadi sahabat, perlu diwarnai dengan hal-hal yang bisa menghibur, seperti membaca buku, melihat film, menari-nari, dan sebagainya.

Cerita diatas menarik ya, itu buku yang lagi mewarnai hari-hariku saat ini.

Penasaran bagaimana cerita lanjutannya?

Saya bedah dikit ya, kalau mau beli nanti dibawah ada nomer kontaknya kok!

Bedah Buku Berjudul : TUING!

Aspek (a) tampilan: Desain buku cakep, ukurannya bisa masuk tas. Gambar berkarakter dan dominasi warna hijau.

Di dalam ilmu psikologi, warna sangat berpengaruh terhadap jiwa seseorang, kepribadian hingga kesehatan. Jika sahabat ingin bisa membaca kepribadian seseorang dari warna kesukaan orang tersebut, ketahuilah terlebih dahulu warna-warna dasar yang memiliki arti aura juga emosi yang tersimpan didalamnya.

Buku Novel Tuing di dominasi warna Hijau.

 

Warna hijau adalah warna yang identik dengan alam dan mampu memberi suasana yang santai. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna hijau sangat membantu seseorang yang berada dalam situasi tertekan untuk menjadi lebih mampu dalam menyeimbangkan emosi dan memudahkan keterbukaan dalam berkomunikasi.

Aspek (b) Isi:

Gaya bahasanya cukup mudah dimengerti pembaca, walau sebenarnya ada beberapa bahasa-bahasa lokal dari domisili si Rino. Disisi lain banyak hal yang ingin disampaikan penulis dari setiap lika-liku cerita si Rino, yang pada akhirnya banyak menghasilkan hikmah kehidupan, seperti kalimat:

“Bahwa hanya dia dan Dia yang bisa mengatur hidupnya.”

Halaman: 226. Dari sini penulis menekankan bahwa, bagaimana Prinsip hidup seseorang mampu membuat seseorang menentukan sikap saat menghadapi masalahnya. Bisa menjadi cerminan penulis, bisa pula menjadi nasehat bagi pembaca agar lekas bangkit pada permasalah yang dihadapi.

“Dunia menjadi lebih hidup. Ada sesuatu yang dikejar. Deadline.”

Halaman: 234. Dari kalimat ini mencerminkan Semangat hidup. Dimana seseorang yang menjalani hidup diperlukan suatu Deadline. Namun berkebalikan, disaat deadline menghampiri kita. Kita menjadi Stress! Pernah ngerasain kayak begini?

Jawaban diatas bisa kamu sempurnakan dengan membaca buku ini secara utuh.

tuing

Sahabat bisa dapatkan buku ini di no WA 0812-2488-995 (langsung penulisnya loh!).

Nah, ngomongin soal Stress, itu baru satu dari empat hal yang bisa menghibur saya disaat stress. Sisanya apa aja ya?

Yang kedua adalah, Nonton aksi dari BTS. Siapa yang tahu group ini?

Hihihihi… Ampun! keracun nih saya :

Suka nonton ini gara-gara kena pengaruh dari keponakan saya yang hobi nge-dance di rumahnya. Tapi memang dulunya jaman single, saya suka nari-nari pakai lagu semacam ini kalau olahraga dirumah. Rasanya membawa semangat dan bisa membakar kalori.

Yang ketiga, dan keempat. Saya suka nonton yang bisa jadi tontonan anak-anak. Maklum sekarang saya jadi Madrasah anak-anak, jadi kalau nonton BTS sebaiknya pas saya lagi sendiri. Kawatir mereka yang aktif jadi makin aktif jingkrak-jingkrak. Buahahahaha…

Film favorit saya ketiga adalah Babybus dan yang keempat Shimajiro. Karena didalamnya banyak contoh-contoh berperilaku baik dalam kegiatan sehari-hari.

Salah satu film Babybus

Salah satu film Shimajiro

Dan yang terakhir adalah film yang bernuansa islam. Saya lihat film Diva nih.

Maklum ya, kalau punya anak kecil dunia saya sehari-hari harus mengikuti mereka. Saya harus memberikan pembelajaran yang baik buat mereka. Call me, MOM! Saya bangga jadi seorang ibu. Mulianya menjadi seorang Ibu.

Terimakasih Ibu yang sudah luar biasa… menjadikanku wanita dewasa yang terus belajar.

Salam,

Dewi Adikara.

 

sumber:

https://goodminds.id/artiwarna/

foto Rino dari penulis Tuing

https://www.youtube.com/

6 Comments on “Mama, jangan lupa Bahagia!”

  1. Tulisan tentang psikologi warna menarik, Kak. Sepertinya bisa diulas lebih dalam di tulisan khusus ya =)

    Salam kenal.
    -dari grup band amatir yang mainnya di komputer doang-

    Nb:
    Saya japri penulis novel Tuing-nya langsung ya. Makasih lho infonya. Jarang ada penulis yang bisa dijapri langsung hehe.

  2. Menarik infonya tentang psikologi warna. Sepertinya perlu judul tersendiri tuh =)
    Japri penulis tuing ah mumpung bisa japri. Jarang ada penulis bisa dichat lgsg.

    -dari grup band amatir yang mainnya di komputer doang-

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"