Parkour vs Yohan Blake (Review)

Bagikan Artikel ini

Yang belum tahu PACKOUR siapa?

Wah, jangan sampai ketinggalan update sama anak-anak jaman Now.

Spesial banget kalau saya bicarain ini. Saya awali dengan pembahasan Parkour vs Yohan Blake.

Rasanya saya kembali ke masa-masa remaja saya, disaat saya berkumpul dengan saudara-saudara saya di depan televisi. Sungguh kangen banget. Kita dulu sering banget nonton film pakai VCD atau Laser disc yang beli atau pinjem di Rental, dari kecil jaman film Tom and Jerry, Ranma 1/2, Sailormoon, Walt Disney, de el el banyak banget deh.

Duh mata jadi berkaca-kaca, kangen kalian saudaraku?

*semua sudah pada berkeluarga, sudah punya kesibukan masing-masing nih. Kangen kalian deh…!

Masa remaja saya dulu suka nonton film-film yang menantang, dari film action, horror, komedi, super Heroes, yang benar-benar bikin jantung berdegup seperti nonton Parkour vs Yohan Blake.

Rasanya semangat lagi, dan ingin banget lompat sana-sini aktif kayak pemainnya *MaasyaAllah olah raga saja sebulan masih bisa dihitung sekali, itu pun kalau ingat, hiihihi..

Disana-sini bahas Parkour apaan sih itu?

Makanan?

Parkir?

Daun?

Bukan semua. Hehehe..

Yohan Blake adalah Pelari Olimpiade jarak 100 m dan 200 m.

Lelaki berumur 28 tahun ini punya kecepatan lari yang luar biasa.

Lah yang ditanya parkour, yang dijawab kok Yohan Blake, salah fokus neng?

Biar tahu dulu ya, pekerjaan pelari itu ya lari. Astaga kok malah enggak jelas gini, sori… balik lagi, fokus *akibat belum sarapan hahaha….

Yohan Blake, Dia ini Pelari termuda jarak 100 m yang berhasil membawa medali emas di Kejuaraan Dunia tahun 2011.

Lelaki kelahiran Jamaica ini juga mendapatkan medali Silver di 100 m, dan 200 m tahun 2012, kejuaraan Olimpiade team Jamaica yang dilaksanakan di London.

Baca juga: Profil lengkapnya dari Wikipedia.

Enggak kebayang larinya macam apa ya, simak deh di cuplikan yang saya review:

https://youtu.be/-7kZH3yXs6Q

Pada video di atas, ada empat orang laki-laki yang loncat sana, loncat sini. Itulah yang lagi digandrungi anak jaman now.

PARKOUR.

Gamenya aja sampai melejit, jadi Jangan sampai heran kalau lagi banyak bocah-bocah, atau ada cowok ganteng lewat yang mendadak beraksi layaknya cuplikan diatas. Hehehe.  Keren ya…

https://youtu.be/IfP4mb2UD1I

Kalau teman-teman enggak ngikutin parkour ngeliat mereka bisa jadi ilfil deh, atau bisa jadi menganggap anak itu kinestetik. Padahal bisa jadi anak tersebut sekadar meniru model video atau game semacam ini.

Perlu kita perhatikan minat si anak ya, atau bisa jadi itu terjadi pada anak dan cucu kita. Lalu mereka loncat-loncat di atas kursi dan meja di ruang tamu. Ups!

Jaman saya masih muda dulu, (aih.. sekarang dah tua) kebanyakan laki-laki bergaya hip hop, termasuk calon suami saya dulu *eaa… ketahuan.

Celana panjang yang seluncuran di pinggul, dengan topi yang unik. Belum lagi atribut kalung perak panjang dan lain-lain. Jadi memang ada masanya ya, penampilan generasi muda pada jamannya.

Hip hop style

PARKOUR adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Itu berarti untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan dari cabang-cabang pohon dan batu-batuan hingga pegangan tangan dan tembok beton yang bisa dilatih di desa dan di kota (Wikipedia).

Free action
(jangan ditiru ya) dilakukan oleh yang ahli

Kalau film yang di produksi oleh Thomson Cruises ini, memang menurut saya sangat logis.

Parkour itu seperti kesenian dalam menggunakan kemampuan badan manusia, namun bukan fokus pada kecepatan layaknya pelari Sprint seperti Yohan Blake.

Cukup terlihat banget kan perbedaannya dari cuplikan diatas?

Sekarang, jadi bisa bedakan ya sama pelari Sprint?

Suka yang mana?

 

Salam,

 

Dewi Adikara.

Baca juga : Revolusi Tahun Baru 2018 ala Jungjawa

Sumber foto: pixabay.com

8 Comments on “Parkour vs Yohan Blake (Review)”

  1. kalau parkour pernah denger dan lihat videonya di internet, kalo yohan blake blm pernah dengar, awalnya saya kira olahraga baru, ternyata nama seorang pelari jamaika tho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.