Enak Wirausaha daripada Karyawan

Enak Wirausaha daripada Karyawan. Bener nih? Menjadi seorang wirausaha itu sebenarnya Enak – enak, Ga enak. Hahahaaha…. Padahal biasanya yang kebayang bagi orang tuh enak loh, misalnya:

  • enak ya kalau usaha, kerjanya jalan-jalan terus
  • wirausaha bisa santai dirumah, padahal karyawan pada kerja di kantor berangkat pagi pulang malam
  • duitnya gede asetnya wirausaha ada dimana-mana ya, padahal karyawan gajinya kecil aja dibuat bayar cicilan utang, tebas habis tinggal bisa buat beli nasi dan pulsa
  • bisa kumpul sama keluarga ya, kalau karyawan kadang kerjaan jauh dari rumah, atau kalau dalam Kota yang sama pagi banget berangkat dan pulang kerja aja baru bisa ketemu.

Baca juga : Hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi Pengusaha

Sebenarnya ga gitu juga sih kalau jadi pengusaha, waktu karyawan bisa pulang kantor dengan meninggalkan semua berkas dikantor, lalu melangkahkan kaki ke dalam pintu rumah keluarga disitu mereka bisa tertawa dan melepas lelah dengan keluarga, “tanpa ada bayangan customer” (terkecuali yang jabatannya makin tinggi ya, biasanya lebih available dicari headoffice atau relasi, heheh).

Lalu, kalau wirausaha tidak seperti itu loh, disepanjang waktu kesehariannya pikiran bekerja terus, walaupun mata dan fisik berkumpul dengan Keluarga, otak dan analisa ini selalu bekerja mencari inovasi dan memantau kondisi usaha yang dimilikinya. Dan customer juga kapan saja bisa menghubungi. Beda tipis lah dengan Istilah “pembeli adalah Raja” ada sedikit pembenaran dari kalimat itu.

Nah wirausaha memang cenderung keliatan jalan-jalan terus, gimana nggak kita kan selalu menjalin hubungan dengan para relasi langsung, bisa rekan bisnis, customer, atau jaringan owner usaha yang lainnya. Ini mah jalan-jalannya sambil berbisnis, bawa keluarga. Nah, siap yang kayak gitu?

Lalu statement kalau karyawan berangkat pagi pulang malem, terlebih lagi yang di bank. Kalau wirausaha memang ga ada aktifitas khusus yang terlihat waktu, tapi disaat karyawan tidur, wirausaha perlu bangun, untuk mengelola usahanya kapan saja, ga kenal matahari terbit, atau matahari sudah sembunyi, bahkan gong pukulan pak satpam ke Tiang listrik yang menunjukkan pukul 00.01 dini hari aja sering banget terasa ditelinga disaat lagi garap proyek. Lalu abis subuh, ketiduran sampe dhuhur bisa aja terjadi kalau sudah kerja rodi, tapi jarang banget bisa tidur sampe dhuhur, bagaimana ga, jam film tayo beraksi atau ayam Kokok bersuara aja sudah menandakan  waktunya bikin sarapan buat anak-anak (khusus wirausaha muda yang punya anak kecil seperti saya ya.. heheheh)

Salah satu masakan emak-emak

Lah, kapan tidurnya!!!

Bisa diitung paling jam tidur malem terlama itu 3 jam, tercepat 1,5 jam ((pakek setengah woii…))

Jawab aja gampang, tidur lagi nanti siang, bales dendam tidur semalem yang ga selesai. Boro-boro tidur siang, jagain jemuran dong.. kalau kehujanan gimana? Palagi musim hujan begini! Aiiih… wirausaha kok ga punya pembantu yang minep??!!

Jaman susah, cari pembantu dikata sekarang Asisten yang minep dan bisa dipercaya itu ga mudah.

Punya asisten, tapi Dapet yang bisa dipercaya sekarang adanya jam-jam an… belum lagi ngemong anak-anak  kecil itu ga gampang. Feel Free bagi anak-anak, tapi bagi ibu itu ya ga mari-mari (bahasa Indonesia, pekerjaan tak kunjung habis)

Fuiiih.. susah banget hidup ini..

Laah, gimana sih, kalau gitu berhenti aja jadi wirausaha!

Eneg bin Mual. Pixabay.com

Katanya Wirausaha enak, banyak duitnya?

Padahal semua usaha itu butuh modal, kayak mau jadi blogger, boro-boro ya harus punya modal, mandangin layar hape, sambil pijat sana-pijat sini (alias ngetik) belum sambil survey kanan survey kiri… Hahahaha.. kok ya hidup dipandang enak-enak tok ya..

 

Pas berlibur di pandaan

Jawabannya semua pekerjaan mah Ada Tantangannya..

Jadi wirausaha itu seneng, kalau dapat proyek, lebih seneng lagi kalau proyeknya udah selesai, lebih seneng lagi kalau proyeknya udah cair, lebih seneng lagi cairnya bisa bikin manjain diri, anak-anak, dan ciprat-cipratin keluarga.. senengnya SETENGAH MATI (setengah hidupnya udah dipake waktu begadang nyelesaian proyek, hehhehe)

Nah, metik hasil dari segala sesuatu yang sudah kita kerjakan itu menyenangkan banget, memuaskan lagi disaat bisa berbagi dengan orang lain.

Dan berapa persen dari harta kita adalah hak milik orang lain loh, jangan lupa😁

Salam,

Dewi Adikara

Please follow and like us:

5 thoughts on “Enak Wirausaha daripada Karyawan”

  1. Aq nyerah jadi karyawan mbak.bukan apa-apa tapi kayak e jiwa bebasku selalu protes. Hehehe.. ya setidaknya pernah khusyuk di belakang meja kerja dengan setumpuk arsip, meski hanya hitungan bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *