Kenangan masa kecil

Bagikan Artikel ini

Kenangan masa kecil saya, mungkin bukanlah sesuatu yang menarik. Karena saya dulu pendiam, eh sekarang mungkin kebalikannya. Hihihihi… mungkin loh ya.

Buah hasil dari ke-diam-an saya, menciptakan profil saya yang di katakan Anggun dan Manis. Cieee… kok jadi GR, serius kok itu label dari beberapa teman saya. Profil saya dulu memang enggak banyak omong. Saya suka belajar dan berprestasi. Beberapa lelaki yang ingin menjadi belahan hati harus saya tolak. Bukan karena tidak punya cinta, tapi saat itu saya ingin memberikan yang terbaik buat kedua orang tua saya. Memberikan nilai yang bisa membanggakan bagi kedua orang tua.

Mama seringkali bilang, kalau menolak cinta lawan jenis hati-hati. Jangan sampai menyinggung. Dan hasilnya, saya selalu menolak dengan mengatakan saya masih kecil, belum pantas pacaran. Lah… langsung deh, berbagai cara lelaki berusaha menembus benteng pertahanan cinta saya. Dari yang santai, sampai yang ekstrem.

Ada yang  ngajak bareng pulang, ada yang traktir jajan dan makanan, ada yang ngajak ke cafe es krim, ada yang mengurung saya di beranda tempat les-lesan, ada yang nyetop saya saat pulang sekolah, ada yang kasih surat cinta, ada yang kasih pigura berisi cetakan puisi, ada yang ngasih boneka, ada yang telepon rumah setiap hari, dan masih banyak lainnya. Hasilnya?

Saya tetap pada prinsip saya. Tidak Pacaran.

Pada akhirnya, para lelaki yang pernah PDKT (pendekatan),  menelepon saat tahu saya akhirnya menjalin hubungan di masa SMA. Siapa dia lelaki yang berani menembus pertahanan saya? Suami saya sekarang! Gila ya, bisa awet sampai sekarang. Saya juga bingung kok, heheheh..

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Terus terang dia berhasil menembus pertahanan saya. Salah satunya karena dibantu guru yang sedang magang disana. Salah duanya, dia sangat sabar menunggu. Haish menunggu apa nih? Menunggu jawaban.

Menanti sebuah jawaban…. kayak lagunya Padi ya, biar makin asik sambil di Play ya Youtube dibawah… lalu dilanjut baca lagi. Kualitas video sudah saya turunin kok, jadi hemat kuota (tahu banget nih suara hati).

Jarak dari dia mengungkapkan cinta, sampai mendapatkan jawaban dari saya, adalah tiga bulan. Bukannya mau ngerjain, tapi memang saya enggak kenal dia. Awalnya saat masa orientasi siswa, saya jadi Ratu, dia jadi Raja.

Seminggu setelahnya saya ditembak. See?! Sudah tebeng saya tinggi, eh baru kenal langsung main tembak-tembakan. Hihihihihi….

Para lelaki lain berkali-kali menelepon. Meyakinkan bahwa dia orang yang tidak baik. Apalagi untuk wanita baik seperti saya. Saya sih coba lihat dan menilai sendiri. Dan final-nya dia main kerumah. Orangtua saya melihat dan menilai. Bukannya orang tua saya setuju saya pacaran. Tapi setidaknya ada rambu-rambu kuning. Saya harus membina hubungan dengan berhati-hati. Jangan sampai kelewat batas. Secara personil dan backgroud keluarga, dia mirip dengan keluarga saya. Noted, poin kedua.

Ternyata terjuangannya tak surut dan pantang mundur. Dia membuktikan tidak mudah SKSD dengan wanita lain, bahkan kesehariannya dia menjaga jarak dengan wanita yang bukan muhrimnya. Thats my point.

Di acara peringatan hari 17 Agustus di sekolah, ia menampilkan lagu Dewi dari Padi, dia katakan persembahan lagu itu buat saya. MasyaAllah, kok lelaki ini kaku tapi romantis. Perasaan saya jadi berkecamuk deh.

Raja Orientasiku, sekarang jadi Raja pernikahanku nih. Cie… eh sekarang ada dua putri cantik yang menemani.

Alhamdulillah terimakasih ya Allah atas anugerah yang Kau berikan.

Salam,

Dewi Adikara

6 Comments on “Kenangan masa kecil”

    1. Amin… iya mbak, padahal ya sempat terpisah juga… antara kampus, dan fakultas. Alhamdulillah semoga Allah selalu menguatkan kepercayaan diantara kita. Makasi doanya mbak, Doa yang sama untuk mbak Ria dan keluarga…

  1. Jodoh emang gak kemana ya mom, semoga mom sekeluarga selalu sehat dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah, Aamiin.

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"