Penyesalan

Bagikan Artikel ini

“Dimana-mana tuh penyesalan selalu di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran.”

Begitulah joke yang sering kali saya temui di media sosial. Tema BPN challege kali ini adalah hal yang disesali saat ini. Saya kalau bahas penyesalan sih banyak, *eh… apa-apa serba banyak ya *nangis deh.

Saya memang bukanlah makluk yang sempurna. Emosi saya masih sering mengalahkan logika. Melalui tulisan ini, saya menyampaikan permohonan maaf jika ada yang pernah bersinggungan dengan saya baik secara langsung atau tidak langsung. Saya sebenarnya enggak suka dengan pertikaian, apalagi mencari-cari masalah. Semua manusia pasti pernah melakukan penyesalan, jadi sabar ya teman-teman kita cari jalan keluar bersama. Jalan keluarnya yang ada tulisan “Exit” *eh…!

SIKAP YANG SALAH SETELAH MENYESAL

Menyesali perbuatan sudah cukup bagus, namun akan lebih bagus lagi bila kita menyadari sikap kita setelah menyesal. Setelah kita menyesal jangan sampai melakukan sikap yang salah yang kedua kali, ketiga kali, apalagi

merugikan diri sendiri, apalagi orang lain. Saya sih tidak mau menggurui harus bagaimana sikap setelah menyesal, tapi saya sharing saja bahwa sikap yang salah tersebut. Sungguh tidak enak, seperti hidup sudah hambar!

Padahal bila sudah selesai masalahnya, seringkali kita bisa menertawakan sendiri atas sikap kita yang terlalu bodoh menurut kita saat itu. Bahkan penyesalan kedua bisa hadir karena kita salah menentukan sikap disaat kita menghadapi penyesalan yang sebelumnya.

DIAM ITU EMAS

Setelah saya mencoba berbagai macam cara untuk memperbaiki kesalahan saya, ternyata itu tidak cukup menjanjikan untuk mengembalikan keadaan kembali seperti semula. Bagaimanapun kita sudah berbuat itu akan membekas, seperti luka tidak selalu bisa hilang dengan sempurna. Luka hati dari perasaan seringkali masih membekas karena tersimpan dalam memori. Saya berusaha meminta maaf. Sudah dimaafkan, namun tetap jika ada pemicu yang memunculkan hal yang berhubungan dengan kejadian pasti akan muncul kembali. Sama halnya dengan kita saat mengalami hal yang tidak mengenakkan akibat perbuatan orang lain terhadap kita.

Apakah itu namanya strees akut atau gangguan strees pasca trauma? kalau ingin lebih jelas perbedaannya bisa klik disini Memahami bedanya strees akut atau  strees pasca trauma.

Pada akhirnya sikap saya disaat terjadi penyesalan adalah diam dan mendekatkan diri kepada Allah. Sikap itu adalah hal yang terbaik dan sebaik -baiknya. Bila kita ingin memperbaiki keadaan mulailah jika kondisi hati ini sudah bisa bersahabat. Sudah bisa mengontrol, berbicara tanpa emosi. Poin penting adalah, tidak hanya kita yang merasakan luka, lawan kita juga merasakan hal yang sama, walau itu tidak nampak. Kita perlu memahami keadaan, apakah situasi bisa bersahabat bila kita mau menyelesaikan permasalahan yang belum tuntas sebelumnya? jangan sampai menjadi pemicu konflik lagi. Diam dan Ikhlas adalah pilihan yang paling baik, kecuali kita dalam fitnah maka kita perlu menentukan sikap.

MENUNDA KEINGINAN

Saya memiliki penyesalan yang teramat dalam akan sesuatu hal, namun sebenarnya hal itu bisa jadi sesuatu yang terbaik bagi kita. Kalau saya ingat saat masih SMP, saya selalu memandang kelas musik yang tertutup. Membayangkan saya bisa duduk dan menabuh drum. Sayangnya saat dulu belum diperkenankan untuk bermain drum, karena saya wanita. Saya sering bermimpi untuk bermain drum, musik yang saya sukai yang bersemangat. Semua itu tinggal kenangan. Nyatanya sekarang itu bukanlah pilihan yang terbaik saat itu, saya juga tidak mungkin menekuni dunia musik untuk bermain Band dan memegang bagian Drummer. Hihihi…. Dunia saya jauh dari Dunia Band. Keluarga saya, besar dalam lingkungan pendidikan tapi menyukai seni hanya sebatas hobi.

Seiring berjalannya waktu hobi saya yang tertunda akan mulai saya benahi. Masih banyak yang tertunda. Coba lihat perkembangan saya ya. Tidak perlu dekat-dekat, cukup baca tulisan saya di www.sahabatblogger.com.

Karena teman-teman lebih berarti dari pada stik Drum.

nice to see u friends….

Salam,

Dewi Adikara

 

Sumber foto: www.pixabay.com

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"