Antara Mantan dan Cerita Reuni

Bagikan Artikel ini

Hai-hai, kemarin sudah pada nyoblos belum? Bulan Juni rasanya memanjakan kita dengan liburan yang panjang karena lebaran dan libur kemarin karena coblosan. Nuansa lebaran seringkali di buntuti dengan silaturahmi dan menjalin komunikasi lagi dengan Mantan, eh jangan baper dulu ya.. maksudnya adalah mantan teman sekelas. Hihihi.. Semakin banyak mantan angkatan teman sekelasmu, rasanya usia kita makin keliatan seberapa banyak, angkatan sd, smp, smu, kuliah, kerja, de el el. Topik antara Mantan dan Cerita Reuni, sering kali bersinggungan ya. Kalau reuninya dari pihak kita sendiri rasanya seperti bersilaturahmi, tidak ada perasaan khusus secara kita sudah pada berkeluarga. Namun bila Reuni dari pihak pasangan, sedikit pasti ada Baper nih, hayo ngaku.. iya atau iya? Wajar lah namanya aja Cinta sama pasangan.

Lalu Bagaimana kalau kita mengadakan Reuni dalam kondisi masih Single? Seperti ajang bertemu teman dan CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), sah- sah saja sih kalau keduanya masih single. Nah kadang yang jadi bikin berabe kalau ada oknum yang numbuh-numbuhin CLBK padahal udah berkeluarga, jangan sampai deh ya, niatnya silaturahmi malah merusak silaturahmi. Minimal kalau mau berangkat Reuni, perlu jaga mulut, tahan napas lalu menyelam, lah ini mau Belajar Renang tah? bukan.. wkwk.. sedikit ada benarnya sih, tahan perkataan dan tahan napas, jadi membangun sikap yang baik untuk saling menghargai pasangan dan teman kita. Karena bisa jadi kita niatnya bercanda malah menyinggung perasaan orang lain.

Ada cerita Inspiratif dari sahabat kami mengenai cerita Reuninya. Baru bulan ini kesampaian Reuni SMP setelah 17 tahun tidak bertemu. Cerita ini kisah nyata, karena secara tidak sengaja pula saya jadi terlibat dalam pertanyaan doorprize mereka, yaitu : Siapa Ketua Osis tahun xxxx-xxxx? jawabannya adalah saya. Alhamdulillah bersyukur banget punya teman-teman yang kompak dan saling support untuk terbentuknya Reuni tersebut.
Sahabat kami bernama Nonih, kemarin saya minta Ijin share cerita ini agar bisa menjadi Inspirasi bagi pembaca yang ingin mengadakan Reuni. Simak ya:
Mantan reuni
“Awalnya, Maret lalu aku diinvite di grup kelas xx isinya masih sedikit banget, ga sampe sebulan grupnya makin rame, ada sekitar 33 orang. Lalu tercetus ide reuni dari teman-teman. Pas libur 1 Mei, cewek-cewek ketemuan di rumah salah satu personil sekalian rujakan”.
Dari situ Nonih dikontak (video call) karena posisi beda Kota, disitu mereka mendaulatnya menjadi ketua panitia reuni, karena ia dulu mantan wakil kelas (sahabat blogger turut berduka karena sang Ketua kelas, sudah berpulang ke rahmatullah). Awalnya ia keberatan karena domisili di Bandung sementara Reuni di Surabaya, rasanya tidak mungkin menyiapkan semuanya. Lalu kedua temannya, Windi dan Niken meyakinkan rencana ini akan berjalan dengan bantuan teman-teman. Akhirnya terciptalah tim panitia.
Langkah 1, Nonih membuat grup panitia reuni berdasarkan kemampuan dalam desain, kerja sama, diskusi, dll. Dari situ, ia minta tolong bantuan mereka karena posisi beda kota dan tidak mungkin bergerak sendiri. Apa yang diminta dilakukan tim, ngasih usulan tempat acara, survey lokasi dan harga makanan dan minuman. Menurutnya, penunjukkan tempat acara itu penting, yang utama, dan paling susah menurutnya. Kenapa susah? Karena mau nyari tempat yang tidak jauh dari lokasi mayoritas tempat tinggal teman-teman, nyaman, makanan cukup enak, harga terjangkau. Karena harga ini berpengaruh ke biaya patungan teman-teman buat acara reuni. Prinsipnya, jangan sampe biaya reuni memberatkan teman-teman. Belum lagi, ada usulan pake musik elektone dan penyanyi pas acara sbg hiburan (ini kan biaya yang tidak sedikit). Sempat terpikir buat pakailaptop saja buat karaoke, biasanya hanya kena charge listrik dan sound. Lalu muncullah usulan tempat dari tim panitia yaitu : Ganjaran, Joyo, Qendi, Handayani.
Nonih meminta teman-teman tim  untuk melakukan survey. Ada 3 personil yaitu Niken, Windi, Singgih yang melakukan survey meluangkan waktu disaat lagi senggang. Setelah dihitung-hitung biayanya akhirnya dipilih Qendi dengan tambahan entertainment elektone + penyanyi (ini dihitung banget sama Nonih, sampe buat tabel perbandingan harga dan didiskusikan dengan teman-teman di grup panitia, lagi-lagi demi tidak  memberatkan teman-teman).
Langkah 2, menentukan tanggal. Ia menawarkan 23 juni (sabtu) atau 24 Juni (Minggu). Karena jawaban kelompok bebas, maka ia memutuskan sendiri yaitu hari Sabtu, dengan pertimbangan jika Minggu biasa hari keluarga, dan siapa tahu Minggu ada yg balik perantauan. Awalnya tidak ada masalah soal tanggal, sampe akhirnya saat booking tempat, baru deh di grup kelas ada beberapa bilang kenapa tidak Minggu karena ada yg masih kerja jika hari Sabtu. Alamak, ia kelupaan jika Sabtu ada yg sebagian masih kerja.
Dan ternyata hari Minggu di Qendi sudah dibooking. Sebagian anggota juga ada yang tidak bisa jika Minggu. Sehingga keputusan tetap jatuh ada hari Sabtu. Setelah hitung-hitungan dan diskusi dengan beberapa teman di tim, akhirnya diputuskan biaya reuni sebesar 100rb/orang. Dengan ketentuan membawa suami/istri menambah biaya 100rb per orang. Anak-anak FREE/tidak dihitung. (awalnya tim mutusin anak2 usia 7 thn ke atas bayar, dan di grup kelas banyak kritik dan saran, akhirnya diputuskan tidak perlu membayar).
Setelah dapat biaya dan gambaran acaranya, ia japri satu-satu anggota grup kelas. Buat pendataan siapa yang berminat ikut reuni. Karena dari awal Mei-pertengahan Mei kalau ada pendataan di grup kok cuma sedikit yang mendaftar, ternyata eh ternyata tidak semua teman-teman baca grup wa, karena group ini cukup aktif dan sehari bisa ratusan, yang dibahas rupa-rupa, tidak berujung, jadi ada beberapa teman tidak menyimak isi chat (ngalaminn yang seperti ini juga?)
Dear konco lan sedulur kelas xx,
Izinkan saya mengundang dalam acara Reuni Kelas xx SMP 3 Sidoarjo
Yang akan dilaksanakan :
Hari/Tanggal : Sabtu, 23 Juni 2018
Tempat : Qendi Restoran, Taman Pinang Indah
Jam : 10.00
Acara :
1. Pembukaan
2. Perkenalan
3. Tukar kado dan bagi2 doorprize
4. Ramah Tamah dan hiburan menyanyi diiringi elektone
5. Foto bersama
6. Pembagian sovenir
Biaya : 100rb/orang
Dresscode : Baju berwarna Putih/Biru (boleh biru tua atau biru muda)
Catatan:
1. Apabila membawa suami/istri dikenakan biaya tambahan per-orang 100rb.
2. Untuk anak-anak tidak dikenakan biaya.
3. Tolong pastikan lagi kehadirannya, bisa atau tidak. Apabila insyaAllah/tentatif, akan tetap dihitung dan wajib membayar biaya reuni.
4. Pembayaran dilakukan secara transfer ke rekening di bawah ini paling lambat Kamis, 7 Juni 2018.
5. no Rekening : atas nama xxxxx
BCA xxxx
Mandiri xxx
Tolong konfirmasi setelah transfer + kirim bukti transfer ya.
6. Untuk acara tukar kado, diharapkan membawa kado maksimal harga 20rb dan dibungkus koran. Dilarang membawa kado berisi binatang dan benda2 yg dilarang oleh hukum seperti minuman keras.
7. Harap datang ontime. Mari budayakan tepat waktu.
Besar harapan atas kehadiran teman-teman di acara reuni ini setelah 17 tahun berpisah dari bangku SMP.
Ditunggu kabar baiknya.
Salam,
Apakah teman2 bisa hadir?
(Tolong dijawab pesan ini, terimakasih)
Susunan acara baru gambaran awal. Buat woro-woro, lalu jam juga akhirnya berubah. Geser ke jam 12 karena masih ada yg kerja setengah hari. Kenapa tidak pilih malam? Kasian ibu-ibu jika pergi malam-malam.
Konsep acara kembali Nonih pikirkan lagi. Yang tidak sekedar ketemu, makan siang bareng, ngobrol sendiri-sendiri lalu pulang. Apalagi sudah mengeluarkan dana 100rb, rasanya perlu ada kenang-kenangan buat acara ini. Sehingga dibuatlah sovenir berupa goodiebag dari blacu. Tim panitia setuju. Desain ia minta bantuan Veynie dan Singgih. Ia memiliki ide, mencantumkan nama teman-teman satu kelas, atau tangan warna warni kaya tembok persahabatan di Ipin dan Upin. Dan Veynie menangkap idenya dengan buat desain telapak tangan dan ada nama-nama temen sekelas yang jadi garis-garisnya. Semua nama teman satu kelas. Biar semua ngerasa berarti, namanya diabadikan. Nama-nama di daftar dari buku kenangan. Sempat ada yg namanya ga ada di desain, karena dia pindah jadi tidak masuk dalam list di buku kenangan. Untung bisa dikoreksi ((Penting banget nih, koreksi))
Lalu ia minta, Singgih buat bikin backdrop dari desain itu. Backdrop yang besar. Yang bisa jadi latar photobooth (3×2 m). Desain Veynie ditambah border ama Singgih, ada beberapa desain yang dikasih tunjukkan. Kemudian ia pesan properti photobooth di online shop. Karena berdasarkan pengalaman acara nikahan, ultah, dan acara instansi (goes to school/goes to campus) yang lagi hits selalu ada photobooth dan properti pelengkapnya. Karena pelunasan tempat acara harus h-7 sebelum acara, ia menentukan deadline pembayaran reuni.
Setelah uang terkumpul di Bendahara (Niken), Windi komunikasi dengan pihak resto buat pilih menu dan total bayarnya dibantu Niken. Windi sempat diskusi juga, lay outnya mau bagaimana. Duduk hadapan seperti di rumah makan, prasmanan, atau letter u (kami sempat ragu bisa ga letter u, konfirmasi ke Qendi) Ia memilih letter u, agar lebih enak bisa saling lihat ke semua teman. Lalu agar meriah ia membuat doorprize. Ide Niken, diberi barang yg manfaat ajah.
“Oke, aku memanfaatkan flashsale online shop ramadhan. Cari yg diskonan, tp barang merk bagus, kualitas bagus, ga mahal’ tutur kata Nonih.
Seminggu menjelang hari H, ia memberi reminder soal acara reuni di wa grup. Selain itu ia memberi sneekpeak doorprize, kado untuk tukar kado, sovenir, dll buat penyemangat teman-teman untuk hadir ke reuni. Kata Nonih , supaya inget juga 😂 hampir tiap hari ia lakukan. Dicicil satu2 gambarnya 😂. Acara tersebut bisa terlaksana juga atas bantuan beberapa donasi dari mereka yang berinisiatif sendiri menjadi donatur. Karena kalau biaya yang dari hasil patungan tidak mungkin bisa menutup buat sovenir, doorprize, backdrop, kue cemilan. Alhamdulillah teman-teman Nonih baik banget😍
Mendekati pelaksanaan acara, ditunjuk MC buat acara, ia bersyukur MC nya seru, lucu, dan punya ide-ide brilian. Ratna Dwi Pangestu. Niken punya ide kalau doorprize pake kuis.  Singgih yang bikin pertanyaan. Ratna yang punya ide pake sedotan digigit buat estafet karet, dan aku pake ide musik. Jd karet dimana saat musik berhenti, dia yg jawab pertanyaan kuis buat dapat doorprize. Itu meriah banget pas acara.
Pertanyaannya masih seputar SMP 3.  Dua hari menjelang acara kembali briefing fix susunan acara fix bagaimana dan teknisnya seperti apa.
Quiz
Konsep akhir susunan Acara :
1. Pembukaan (sekalian doa untuk alm. Ketua kelas)
2. Pembacaan doa
3. Foto bersama sesi 1, sebelumnya salam-salaman dahulu
4. Perkenalan
5. Ramah Tamah dan hiburan menyanyi diiringi elektone
6. Foto bersama sesi 2
7. Doorprize
8. Tukar kado
9. Pembagian sovenir
(Sesi foto dibagi 2, mengantisipasi teman yang mau pulang lebih cepat karena ada urusan atau yang datang terlambat karena ada halangan)
Semua berjalan karena bantuan teman-teman dan tim panitia yg hebat, mereka mau kerjasama dan dimintain tolong. Selain itu mereka memiliki ide-ide brilian. Sie dokumentasi juga dari teman-teman sendiri, yang biasa fotografi.
Jika saya perhatikan secara kasat mata, di Instagram hasilnya Alhamdulillah reuni jadi makin berkesan dan bisa bermanfaat, semua itu tidak dengan mudah bisa terwujud dengan adanya kerjasama tim, semangat teman-teman sekelas, juga perencanaan. Eh, survey dan mengumpulkan dana juga penting loh.
Jadi menurut teman-teman, ide dan kekompakan mereka patut ditiru bukan?
Mohon maaf bila ada kekurangan dalam tulisan ini, baik penyebutan nama, ketidaklengkapan salah satu Moment atau pun yang lainnya. Karena penulisan ini bertujuan untuk menginspirasi tercipta nya reuni yang positif dan menghasilkan silaturahmi yang baik antar sesama. Terimakasih atas perhatiannya, terimakasih juga pada sahabatku Nonih selaku ketua tim panitia yang bersedia berbagi cerita dan juga sahabatku Niken yang kembali menjalin silaturahmi dengan sahabat blogger. Semoga bermanfaat bagi banyak orang😊
Salam hangat,
Dewi Adikara

1 thought on “Antara Mantan dan Cerita Reuni”

Dengan meninggalkan komentar positif akan menjadi perkenalan untuk saya bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete". Terimakasih.