Cerita Anak: Kisah Nabi Hud a.s.

nabi hud
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat ….

Dewi kemarin sempat menangis dalam salat. Menangis haru pada anak kecil berusia 3,5 tahun. Anak tersebut menangis kencang karena mukena yang dipakainya saat salat terlepas. Rupanya karena terlepas, ia tidak lagi mengikuti imam salatnya yang tak lain adalah bundanya, yaitu Dewi.

MasyaAllah … inikah yang dinamakan anak shalehah?

Dewi terharu, walau salat Dewi sedikit terganggu dengan tangisannya, namun Dewi tetap melaksanakan raka’at terakhir sebagai imam dari kedua buah hati Dewi. MasyaAllah.

Saat mereka menanti Dewi untuk membacakan dongeng kisah Nabi di setiap malam, saat itu pula mereka siap mendengarkan kemuliaan sifat dan sikap para Nabi.

“Sekarang, kita cerita Nabi siapa bunda?” sambil membuka buku kisah pengantar tidur Nabi dan Rasul.

“Bunda bacakan cerita Kisah Nabi Hud ya sayang,” jawabku dengan penuh semangat.

Sahabat, mau membacanya juga? insyaAllah membawa manfaat moral yang baik untuk anak-anak sahabat.

Kisah Nabi Hud a.s.

Nabi Hud adalah nabi keturunan dari Sam bin Nuh. la diutus oleh Allah SWT untuk menyerukan menyembah hanya kepada Allah. Kaum ‘Ad berada diantara Hadramut dan Yaman. Mereka adalah kaum yang pertama mempersekutukan Allah SWT setelah kaum Nabi Nuh  a.s. yang ditenggelamkan oleh Allah.

Kaum ‘Ad adalah kaum yang kaya dan kuat. Mereka memiliki kepandaian membuat bangunan yang megah. Selain itu, mereka pun memiliki keahlian mengolah tanah dan pertanian, mereka tinggal di daerah rerumputan yang hijau. Hujan turun dalam musim-musim yang berbeda. Sehingga tanah menjadi subur. Selokan-selokan dan sungai-sungai kecil penuh dengan air, dan ladang-ladang menjadi indah, tanah-tanah mereka penuh dengan pohon-pohon kurma, tanaman anggur, dan tanaman lainnya.

Kebun-kebun mereka sangat luas. Masyarakat pada waktu itu menaruh perhatian khusus pada pembangungan rumah-rumah. Mereka adalah para ahli dalam membangun istana-istana, kastil-kastil, dan benteng-benteng. Namun mereka bersifat sombong, tidak bersyukur, berbuat jahat pada orang yang lebih lemah dan menyembah berhala.

Nabi Nuh tidak ada hentinya untuk mengajak kaumnya agar beribadah kepada Allah SWT.

Kesombongan, perbuatan semena-mena dan tidak percaya adanya Allah membuat Allah pun murka. Pada akhirnya mereka kaum Ad mendapatkan azab dari Allah berupa angin dan badai pasir yang dahsyat.

“Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) setelah lenyapnya kaum Nuh, dan Allah telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu mendapat keberuntungan.” (Terj. Al A’raaf: 69)

Kaum Ad mengerjakan berbagai maksiat dan dosa, serta mengadakan kerusakan di bumi, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Hud ‘alaihis salam kepada mereka untuk menunjukkan jalan yang lurus; Beliau mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja dan melarang mereka berbuat syirk dan melakukan berbagai kemaksiatan.

Mereka pun bertanya-tanya tentang keadaan diri Nabi Hud ‘alaihis salam, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Hud sehingga mengatakan kata-kata seperti itu?” Hud menjawab,

“Sesungguhnya aku adalah rasul yang dapat dipercaya bagimu—Oleh karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan taatilah aku.” (QS. Asy Syu’ara: 125-126)

Maka kaumnya membantahnya dengan kasar dan sombong sambil berkata,

“Sesungguhnya Kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. Al A’raaf: 66)

Nabi Hud menjawab, “Wahai kaumku! Tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.– Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS. Al A’raaf: 67-68).

Nabi Hud mnambahkan, “Wahai kaumku! Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Huud: 52)

Maka mulailah azab Allah datang kepada kaum ‘Ad.

Allah SWT mengirimkan kepada mereka hawa yang panas yang membuat sumur-sumur dan sungai-sungai menjadi kering. Tanaman dan buah-buahan menjadi mati, hujan pun berhenti turun dalam waktu yang cukup lama.

Kaum ‘Ad berada dalam situasi kezaliman. Nabi Hud juga menganjurkan agar mereka bersyukur kepada Allah karena telah memberikan nikmat yang banyak kepada mereka. Akan tetapi, kaum ‘Ad tidak menghiraukan seruan Nabi Hud.

Mereka memandang Nabi Hud sebagai seorang pembohong yang hanya mencari jabatan dan kedudukan belaka.

Nabi Hud memberikan penjelasan kepada mereka bahwa ia bukanlah pendusta. la adalah utusan dari Allah SWT yang bertugas menyampaikan amanat-amanat Allah untuk mereka agar mereka terhindar dari azab Allah.

Mendengar pengakuan Nabi Hud tersebut, Kaum ‘Ad bertambah marah kepada Nabi Hud. Mereka bahkan menantang Nabi Hud agar Allah mendatangkan azab-Nya.

Kemudian datanglah awan yang besar. Ketika mereka melihatnya, mereka bergembira dan mengira bahwa mereka akan diberikan curahan hujan,

Mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.”

Awan itu datang membawa azab bagi mereka. Tiba-tiba muncullah angin topan yang dahsyat. Angin itu sangat kencang, dingin, dan kering. Angin tersebut membawa butiran pasir yang dingin dan tebal.

Kaum ‘Ad mengira bahwa mereka mampu mengatasi kemarau, kekeringan, dan badai. Mereka pikir bahwa badai itu akan segera mereda di malam hari atau keesokan harinya.

Mereka ditimpa angin yang kencang yang terus menimpa mereka selama tujuh malam delapan hari tanpa henti, 

Allah SWT berfirman:

“Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.” (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta agar datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,”–Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. (QS. Al Ahqaaf: 24)

Allah SWT menyelamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya.

Allah SWT berfirman:

“Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman.” (QS. Al A’raaf: 72)

Nabi Hud a.s.pun pergi bersama orang-orang yang beriman ke tempat yang lain; dimana mereka beribadah kepada Allah SWT.

Memetik Hikmah dan pesan moral pada anak:

Saat kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat yang diberikan kepada kita, sedangkan bagi orang yang sombong dan takabur, maka akan ada azab Allah dari Allah. Dalam cerita Nabi Hud AS terlihat bahwa kekayaan dan kekuatan dapat menyebabkan orang menjadi sombong, sehingga mendapat azab dari Allah SWT.

Dalam menghadapi kesombongan bila dilakukan dengan cara kekerasan dapat memicu terjadinya pertengkaran. Nabi Hud memilik kesabaran terhadap kaumnya, dan terus berdakwah. Ia mampu menghadapi kesombongan.

Salam,

Dewi Adikara.

Daftar referensi:

dongengceritarakyat. (2015). Sejarah Kisah Nabi Hud a.s: cerita anak islami https://dongengceritarakyat.com/sejarah-kisah-nabi-hud-as-cerita-anak-islami/ 17 oktober 2019.

Musa, Marwan bin. Kisah Nabi Hud alaihis salam. https://kisahmuslim.com/2558-kisah-nabi-hud-alaihis-salam.html

Ilmusiana. 2016.kisah nabi hud as nabi kaum ad . https://www.ilmusiana.com/2016/04/kisah-nabi-hud-as-nabi-kaum-ad.html diakses tanggal 16 oktober 2019

Sayyid, Kamal. 1999. Kisah-kisah Terbaik Al-Quran. Jakarta: Pustaka Zahra

Sumber gambar: Markaz Imam Malik

Direktur Markaz Imam Malik) Hafidzahullahu Ta’ala, Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I .2017. Kisah-nabi-hud-alaihissalam-sesi 2. https://mim.or.id/kisah-nabi-hud-alaihissalam-sesi 2-diakses 16 Oktober i 2019.

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"