Cerita Anak: Kisah Nabi Luth a.s.

Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat … setelah dua postingan terakhir Dewi bercerita Nabi Ibrahim a.s. kali ini Dewi mau angkat cerita tentang Nabi Luth.

Kisah Nabi Ibrahim (part 1)

Kisah Nabi Ibrahim (part 2)

Jujur, mengangkat topik ini dalam Cerita Anak bagi Dewi memiliki tantangan yang luar biasa. Dewi harus mengorbankan waktu dua hari untuk menelusuri kisah ini. Dewi harus mentranslate beberapa kata agar bisa menjadi cerita yang bisa menjadi porsi bagi anak-anak. Maklum anak Dewi masih balita, jadi masih banyak kosakata yang baru ia mengerti khususnya tentang lawan jenis.

Memang ada kisah apa sih tentang Nabi Luth?

Simak ya.

Kisah Nabi Luth a.s.:

Nabi Luth adalah keponakan nabi Ibrahim a.s. Mereka pernah tinggal bersama di Mesir, dan bekerja sebagai petani dan peternak.

Nabi Luth ditugaskan Allah SWT untuk berdakwah di negeri Sodom (Sadum).

*Awalnya Dewi agak aneh dengan nama negeri ini, namun Dewi melanjutkan membaca.

Negeri Sodom (Sadum), Sebuah negeri yang penduduknya sangat durhaka dan juga sesat. Kaum Sodom tidak hanya menyekutukan Allah, mereka juga memiliki moral yang sangat tidak baik, mereka menikah dengan sesama jenis.

Pernikahan atau hubungan antara laki-laki dengan laki-laki, dan perempuan dengan perempuan. Padahal Takdir manusia adalah menikah dengan lawan jenisnya yaitu laki-laki menikah dengan perempuan. Tugas Nabi Luth sangatlah berat, beliau harus berdakwah kepada kaum yang telah menyimpang dari takdir mereka.

Mereka tidak merasa bersalah melakukan perbuatan dosa itu, namun Nabi Luth memberikan nasehat yang baik melalui dakwah-dakwahnya. Kaum Sodom tetap tidak mau menerimanya bahkan mengejek Nabi Luth. Saat Nabi Luth mengingatkan akan adanya Hari pembalasan serta azab dari Allah SWT, mereka malah menantang, agar segera mendatangkan siksaan Allah tersebut.

Yang paling mengejek dan ingkar di antara mereka justru istri Nabi Luth sendiri. Kesedihan Nabi Luth semakin mendalam, karena bukan hanya umat beliau yang menentang, tetapi istrinya pun malah mengikuti orang-orang sesat dan keji itu membantu mereka menentang dakwah beliau.

Pada akhirnya Nabi Luth mengadu ke hadirat Allah;
“Ya, Allah tunjukkanlah kepada kaum kami yang sesat ini. Andaikata petunjuk itu masih juga ditolak, turunkanlah kepada mereka nasihat yang bukan hanya berupa kata-kata atau ancaman saja. Datangkanlah azab yang dahsyat agar mereka mau kembali. Jika semuanya itu masih tak diindahkan oleh mereka. Musnahkanlah mereka sama sekali. Sebab sudah tak ada gunanya lagi mereka hidup, mereka cuma akan menambah sengsara dan kerusakan di atas bumi ini.” 

Doa Nabi Luth dikabulkan oleh Allah. Maka turunlah dua malaikat dari langit.

Di pinggiran desa Sadum, terlihat ada seorang gadis tengah mengambil air minum, kedua malaikat itu segera menhampirinya, dan meminta agar mereka diterima sebagai tamu di rumah gadis itu.

Dengan ketakutan gadis itu menceritakan tabiat penduduk Sadum yang suka membunuh karena memperebutkan anak muda yang tampan.

Diberitahukan pula bahwa mereka senang sekali memaksa membuka aurat lelaki muda dengan cara yang amat kotor dan mesum. Tetapi, dua malaikat yang menyamar itu bersikeras ingin bertamu. Gadis yang ternyata adalah putri Nabi Luth, tidak berani menerima mereka sebelum ada ijin dari ayahnya. Maka pulanglah gadis itu.

“Ayah, di batas desa ada dua orang lelaki muda yang sangat tampan. Belum pernah kulihat lelaki setampan mereka. Mereka ingin bertamu dan menumpang tidur di rumah kita. Bagaimana, Ayah ? Apakah kita akan menerima mereka ?”

Mendengar penuturan anak gadisnya, Nabi Luth terkejut dan bingung. Bila diterima permintaan kedua pemuda itu, ia kuatir akan terjadi bencana atas kedua pemuda itu. Tak dapat dibayangkan, penduduk desa Sadum itu pasti akan datang berebutan untuk memperkosa mereka. Tetapi kalau ditolak, kepada siapa lagi mereka bisa menumpang?

Akhirnya, dengan sembunyi-sembunyi Nabi Luth menemui kedua pemuda itu. Setelah bersalaman dan bertutur kata sejenak, Nabi Luth kemudian memberitahukan cara-cara agar kedatangan mereka jangan sampai diketahui oleh penduduk.

Setelah dihormati layaknya tamu biasa, barulah kedua malaikat Allah itu menerangkan siapa sebenarnya mereka. Nabi Ibrahim merasa ngeri setelah mendengar penuturan malaikat itu tentang azab yang bakal diturunkan kepada penduduk Sadum, kaum Nabi Luth itu.

Nabi Luth didatangi dua tamu yang sangat tampan, istri Nabi Luth sangat gembira dan ia segera menemui kaumnya untuk memberitahukan hal itu kepada mereka. Mendengar berita itu semua orang kegirangan, mereka saling berebut untuk mendapatkan dua pemuda tampan itu.

Orang-orang menuju rumah nabi, mereka berteriak keras kepada Nabi Luth agar mengeluarkan kedua tamunya yang tampan itu. Nabi Luth yang gelisah akibat teriakan warga Sodom, mencoba untuk menyadarkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah tindakan yang tidak baik atau tercela.

Namun, sayangnya apa yang dilakukan Nabi Luth itu sia-sia, kerena mereka tetap meminta nya untuk menyerahkan tamunya. Kedua tamu itu menyarankan agar Nabi Luth untuk tenang dan meminta Nabi Luth sekeluarga beserta pengikutnya untuk meninggalkan negeri Sodom di malam hari.

“Hai Luth, janganlah kau khawatir dan takut. Kami berdua adalah malaikat yang diutus Allah untuk mengabulkan doamu. Mereka tak akan mampu menganggu kita. Bahkan sebentar lagi mereka akan dihancurkan. Ayo ikuti kami, kita pergi dari tempat ini. Ajak kedua anak perempuanmu yang shalehah, dan tinggalkan istrimu yang durhaka, sebab dia termasuk yang harus dimusnahkan.

Dengan cara diluar kekuasaan manusia, Nabi Luth dan kedua anaknya beserta beberapa orang yang beriman dan kedua malaikat itu sendiri, meloloskan diri dan selamat hingga keluar dari desa terkutuk itu.

Orang-orang yang shaleh tak ada lagi di desa Sadum, tinggallah pendurhaka-pendurhaka yang tengah dihinggapi nafsu setan itu. Turunlah azab Tuhan yang telah dijanjikan.

Awalnya bumi bergoyang, semua bangunan bergetar dan runtuh. Matahari yang semula memancarkan sinarnya, tiba-tiba menjadi gelap seketika, laksana malam tanpa bintang.

Penduduk Sadum menjerit ketakutan. Mereka berlari  kesana-kemari tak mengenal arah, menabrak-nabrak apa yang ada dihadapannya. Tiba-tiba terdengar bunyi menggelegar, gunung-gunung meletus, sungai meluap, gelombang di laut mengganas. Kemudian turun hujan batu berbungkah-bungkah, sehingga Desa Sadum beserta penghuninya terkubur, rata dengan tanah.

Memetik Hikmah dan pesan moral pada anak:

Hikmah dari kisah ini adalah agar kita tidak durhaka dan tidak melanggar larangan kepada Allah SWT, karena kaum Sodom telah menyalahi kodrat, yaitu menikah dengan sesama jenis. Istrinya durhaka, seharusnya menutupi apa yang menjadi rahasia suami, ia membongkar terlebih lagi pada kaum yang durhaka pada Allah SWT.

Orang-orang shaleh dan shalehah insyaAllah akan selalu dalam lindungan Allah SWT, dengan selalu mengingatNya dan memohon Doa kepadaNya.

Salam,

Dewi Adikara.

Daftar referensi:

Noviani. 2018. Kisah Nabi Luth Alaihissalam Singkat dan kaummnya. https://www.penuliscilik.com/kisah-nabi-luth/ diakses 22 Oktober 2019.

Yasmenchaniago. 2015. Kisah Nabi Luth. 2019http://www.ceritadongenganak.com/2015/01/kisah-nabi-luth.html diakses 22 Oktober

Sumber gambar: Pixabay.com

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"