Cerita anak: Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s.

Bagikan Artikel ini

Kisah Nabi Ismail a.s.:

Saat melaksanakan hari Raya Kurban, kita selalu mengawali pagi hari dengan salat Id. Setelah salat ini kita lebih sering diceritakan kisah Nabi Ibrahim dengan putranya,

Nabi Ismail yang nampak menjalankan perintah Allah.

Nabi Ismail begitu berbhakti kepada kedua orang tuanya dan patuh terhadap perintah Allah. Bagaimana kisah mereka, apakah sahabat telah mendengar ceritanya?

Perintah Allah untuk berkurban

Nabi Ismail adalah putra pertama dari Nabi Ibrahim a.s. dan Hajar. Saat masih bayi, ia sudah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Cerita ini selengkapnya sudah di uraikan pada artikel Bagaimana Hajar menemukan sumber mata air pertama di Mekkah.

Setelah bertahun-tahun dari kejadian tersebut, Nabi Ibrahim kembali ke kota Mekkah karena beliau begitu rindu dengan anaknya, Ismail. Namun ia tidak mengira bahwa tempat tersebut telah berubah. Mekkah tidak segersang dulu. Tempat itu kini telah ramai, banyak rumah dibangun dan pepohonan mulai tumbuh.

Pada akhirnya Nabi Ibrahim menemui Nabi Ismail yang telah menjadi pemuda yang gagah. Nabi Ismail begitu senang, setelah sekian lama berpisah, pada akhirnya beliau bertemu dengan sang Ayah. nabi Ismail memeluk anaknya dengan erat.

***

Pada suatu malam, tepatnya pada malam 8 Zulhijah Nabi Ibrahim bermimpi didatangi seseorang yang membawa pesan dari Tuhan, yang berisi perintah untuk menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim pun kaget dan muncul keraguan padanya, apakah perintah itu memang dari Tuhan atau tidak.

Pada tanggal 8 Zulhijah tersebut, Nabi Ibrahim merenung, memikirkan apakah benar atau tidaknya perintah tersebut. Saat ini kejadian mimpi ini diperingati umat Islam dengan mengerjakan puasa sunah hari tarwiyah (hari merenung).

Malam berikutnya, Nabi Ibrahim kembali mendapat mimpi yang sama. Pada mimpi yang kedua ini, Nabi Ibrahim semakin yakin bahwa perintah tersebut memang berasal dari Allah SWT.

Sehingga pada tanggal 9 Zulhijah, umat Islam memperingatinya dengan puasa hari arafah (hari pengetahuan). Hari ketika Nabi Ibrahim mengetahui pesan yang berisi perintah Allah, yaitu menyembelih anak.

Lalu pada tanggal 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim membawa Ismail untuk dikurbankan. Ismail pun bersedia dikurbankan, karena beliau yakin bahwa perintah itu datangnya dari Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim mulai mengayunkan pisaunya, tiba-tiba mendengar`Allah berfirman, “Wahai Ibrahim, sungguh Engkau telah membenarkan mimpi itu.”

Kedua Nabi tersebut berani menjalankan perintah Allah SWT, maka Allah mempersembahkan seeokor kambing yang sangat besar untuk disembelih. Kambing tersebut menggantikan posisi Nabi Ismail.

Inilah asal mula perintah Allah untuk berkurban. Berkurban bersifat sunnah, hanya bagi orang-orang yang mampu. Perintah berkurban ini tak lain untuk mendekatkan umat muslim dengan kebaikan untuk berbagi.

Cerita kisah Nabi Ismail menjadi salah satu moment besar yang dilakukan oleh umat islam pada setiap hari raya Idhul Adha di seluruh dunia.

Memetik Hikmah dan pesan moral pada anak:

Nabi Ibrahim menjadi tauladan bagi umatnya, karena beliau memiliki kesetiaan yang tulus dan mampu menjalani perintah Allah. Beliau memberikan contoh dengan berperilaku dan berdakwah kepada kaumnya. Ia menyayangi anaknya, dan tidak sungkan untuk memeluk anaknya.

Saat Allah memerintahkan sesuatu, namun ia mengalami rasa bimbang, maka ia akan termenung untuk berpikir dan terus berdoa kepada Allah SWT.

Putra pertama Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ismail adalah seorang anak yang tak ragu dalam menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Beliau pun begitu berbhakti kepada orang tuanya.

Allah SWT memerintahkan untuk berkurban agar kita mampu berbagi dengan sesama. Begitu besar cinta Allah kepada umat-Nya, agar seseorang yang mampu dapat berbagi kepada orang-orang disekitarnya.

Sudahkah sahabat mulai berkurban?

***

Kisah Nabi Ishaq a.s.:

Di dalam Al-Quran, Allah memuji Nabi Ishaq adalah Nabi yang saleh. Nabi Ishaq merupakan saudara dari Nabi Ismail yang berjarak 14 tahun.

Saat Usia nabi Ibrahim mencapai 100 tahun, beliau kedatangan tiga orang tamu. Mereka berwajah tampan, berpakaian bersih,dan bertubuh gagah. Nabi Ibrahim belum pernah melihat manusia seperti itu seumur hidupnya.

Nabi Ibrahim menyediakan makanan, namun mereka tidak memakannya.

“Wahai, Ibrahim, kami tidak makan,” ujar mereka. “Kami adalah malaikat Allah. Kami telah diutus untuk menghukum kaum Luth.”

Mereka adalah malaikat yang menjelma menyerupai manusia. Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim mendengar percakapan itu langsung terkejut. Kemudian, salah satu malaikat berkata kepada Sarah, “Allah telah memberikan kabar gembira kepadamu bahwa engkau akan memiliki seorang anak bernama Ishaq.”

Sarah terkejut. Hatinya sungguh bahagia. Dia masih belum percaya, bagaimana mungkin dirinya, sebagai seorang Nenek berusia 90 tahun bisa melahirkan seorang anak?

Semua terjadi atas ijin Allah. Selama ini Nabi Ibrahim tidak pernah mengeluh kepada Allah, beliau percaya Allah pasti memiliki rencana terbaik untuk hamba-Nya yang beriman.

Bukan main senangnya Nabi Ibrahim dan Sarah, pada akhirnya ia memiliki anak laki-laki yang kelak akan meneruskan dakwah sang ayah di muka bumi.

Nabi Ishaq, tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti luhur. Dia rajin beribadah, berbhakti kepada orang tua, dan gemar menasehati dalam kebaikan.

Saat Nabi Ishaq berusia 40 tahun, ia menikah dengan wanita salehah bernama Rifqah. Walau Rifqah tak kunjung hamil, Nabi Ishaq tak sedih dan putus asa. Beliau selalu berdoa dan memohon kepada Allah, dan pada akhirnya istrinya mengandung. Beliau terus bersyukur dan memuji Allah atas anugerah yang telah diberikan kepadanya.

Dari Rifqah, lahirlah dua orang laki-laki. Anak pertama bernama Aishu, yang kelak dikenal sebagai al-Ish yang merupakan nenek moyang bangsa Romawi.

Anak yang kedua diberi nama Ya’qub. Kelak dia akan menjadi Nabi dan seorang ayah dari nabi yang sangat tampan dan saleh bernama Nabi Yusuf a.s.

Memetik Hikmah dan Pesan Moral pada anak

MasyaAllah, Dewi semakin memahami cerita nabi saat membacakan dongeng kisah nabi kepada anak-anak. Selain ilmu untuk mereka kelak, siraman rohani bagi Dewi sebagai umat muslim cerita ini sangat bermanfaat loh sahabat.

Dari cerita Nabi Ishaq di atas. Betapapentingnya sifat sabar pada diri seseorang. Kita tidak boleh menuntut apalagi menyalahkan Yang Kuasa atas hal yang belum kita miliki. Kita harus terus berusaha, terus berdoa dan memohon kepada Allah atas keinginan yang belum tercapai.

Allah memiliki rencana yang lebih indah, kadang kala yang kita inginkan belum tentu terbaik untuk kita saat itu. Kita perlu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Semua yang terjadi atas ijin Allah, dan saat Allah berkehendak maka terjadilah. Saat hal yang kita inginkan terwujud jangan lupa terus bersyukur kepada Allah dan berdoa agar selalu dilindungi Allah.

Yuk ikutan baca cerita untuk anak-anak:)

Salam,

Dewi Adikara

Sumber Referensi: 

Aqila, Irvan. 2019. Kisah Pengantar Tidur 25 Nabi & Rasul. Jakarta selatan: Penerbit Noura, PT.Mizan Publika (Angoota IKAPI)

kisahmuslim.com

tribunnews. 2019. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang Jadi Tonggak Peringatan Idul Adha dengan Menyembelih Hewan Qurban, https://jogja.tribunnews.com/2019/07/30/kisah-nabi-ibrahim-dan-ismail-yang-jadi-tonggak-peringatan-idul-adha-dengan-menyembelih-hewan-qurban diskses tangga.

Sumber Foto:

Pixabay.com

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"