Depresi

Depresi dan Cara Menanganinya

Bagikan Artikel ini

Bismillahirrohmanirrohim… Kali ini saya mengajak Psikolog sahabat blogger untuk membicarakan topik ini, karena seringkali terjadi disekitar kita, bahkan perilaku-perilaku akibat depresi di share di media sosial dengan vulgar. Miris.. Sebenarnya kita perlu memberikan perhatian lebih pada mereka. Mereka bisa jadi adalah orang-orang yang berada disekitar kita, bahkan kita sendiri yang mengalaminya. Oleh karena itu, kita perlu tahu lebih lanjut mengenai Depresi dan Cara Menanganinya. Kita perlu tahu kondisi ini agar kita jangan sampai tersulut emosi terhadap seseorang yang ternyata mengalami Depresi. Dampak buruknya mereka bisa terluka karena kemarahan kita. Dan respon mereka bisa jadi diluar logika walau permasalahan yang dialami terlihat sepele dimata kita.

Psikolog yang telah berkontribusi disetiap bulan disahabat blogger adalah Direktur dari Mahya Consultant pada desa Gendis, Purwotengah, Papar-Kediri. Beliau bernama Nila Ainu Ningrum.M.Psi.Psikolog. Ini merupakan tulisan keduanya. Sedangkan bila kalian tidak ingin ketinggalan tulisan perdananya berikut saya sertakan Linknya:

Artikel : Kenali Karakter Pasangan sebelum Menikah

Write for Sahabat Blogger :

Pada kondisi seseorang stres yang berkepanjangan dan tak pernah terselesaikan menyebabkan seseorang mengalami depresi. 

Depresi adalah gangguan perasaan, kondisi emosional yang berkepanjangan yang mewarnai seseorang mengalami gangguan berpikir, perilaku dan perasaan tidak berdaya serta merasa hilangnya harapan Philip L. Rice (1992).

Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di dalam kehidupan seseorang yang ditandai dengan gangguan emosi, motivasi, fungsional gerakan tingkah laku, dan kognitif (Pieter, dkk. 2011 : 200).

depresi
depresi

Terdapat beberapa gejala pada penderita depresi, yaitu :

a. Gejala Fisik

Pada gejala fisik dari orang yang mengalami depresi akan terjadi keluhan fisik (somatic) seperti gangguan pola tidur, menurunnya tingkat aktivitas, menurunnya efisiensi kerja, menurunnya produktivitas kerja. Sakit kepala atau pusing, rasa nyeri lambung, dan mual bahkan muntah-muntah, nyeri dada, dan sesak nafas, gangguan tidur (sulit tidur), penurunan libido dan agitasi, jantung berdebar-debar, retardasi psikomotor, tidak nafsu makan atau makan berlebihan, diare, lesu dan kurang bergairah, gerakan lambat dan berat badan turun, dan terjadinya gangguan menstruasi atau impotensi dan tidak respons pada hubungan seks (Pieter, dkk. 2011 : 201).

b. Gejala Psikis

Gejala-gejala gangguan kognitif pada klien depresi terlihat dari ketidakmampuan berpikir logis, berkurangnya konsentrasi hilangnya daya ingat, dan disorientasi. Adapun gejala-gejala gangguan afektif meliputi mudah marah dan gampang tersinggung, malu, cemas, bersalah disertai dengan perasaan terbebani, hilangnya percaya diri, karena mereka selalu menilai dari sisi pribadinya, seperti menilai orang lain sukses, kaya, dan pandai, sementara diri saya tidak apa-apa (merasa tidak berguna) dan merasa diri terasing dalam lingkungan dan putus asa.
Gejala-gejala gangguan perilaku pada klien depresi terlihat dari rasa kecemasan yang berlebihan dan tidak dapat mengontrol tingkah laku, seperti berjalan mondar-mandir tanpa tujuan, bingung karena tidak bisa mengambil keputusan dan melakukan aktivitas, sedih yang mendalam, wajah tampak murung, pandangan mata kosong (melamun), merasa tidak ada lagi orang lain yang mau  menyayanginya atau mempedulikan sehingga ada pemikiran untuk bunuh diri. Hal ini disertai halusinasi yang mengatakan dirinya tidak berguna dan tidak ada perhatian pada kebersihan diri (Pieter, dkk. 2011 : 201).

depresi
merasa tidak berguna

c. Gejala Sosial

Gejala-gejala gangguan sosial pada klien depresi terlihat dari keinginan untuk menyendiri dan tak mau bergaul, merasa malu dan bersalah apabila berkomunikasi dengan orang yang dianggap lebih berhasil, sukses, cantik, dan pandai. Klien merasa minder, kurang percaya diri untuk membina relasi sosial sekalipun pada anggota keluarganya dan tidak mempedulikan pada situasi (Pieter, dkk. 2011 : 201).

Resiko yang ditimbulkan akibat depresi:
1. Bunuh diri- kesepian, ketidakberdayaan
2. Gangguan tidur/insomnia dan hypersomnia
3. Gangguan hubungan dengan orang lain
4. Gangguan dalam pekerjaan
5. Gangguan dalam pola makan

Penyebab Depresi : 

a. Teori Kognitif
Beck (1985) berpendapat bahwa adanya gangguan depresi adalah akibat dari cara berpikir seseorang terhadap dirinya. Penderita depresi cenderung menyalahkan diri sendiri. Hal ini disebabkan karena adanya distorsi kognitif terhadap diri, dunia dan masa depannya, sehingga dalam mengevaluasi diri dan menginterpretasi hal-hal yang terjadi mereka cenderung mengambil kesimpulan yang tidak cukup dan berpandangan negatif. Model kognitif depresi timbul dari observasi-observasi klinis yang sistematis dan pengujian-pengujian eksperimen yang berulang kali (Beck, 1979). Saling pengaruh antara pendekatan klinis dan eksperimen ini memungkinkan perkembangan model kognitif depresi (Lubis, 2009). 

b. Teori Psikoanalisis 
Pendekatan Psikoanalisis dari Freud menyatakan bahwa depresi disebabkan oleh kebutuhan oral pada masa anak-anak yang kurang terpuaskan atau sebaliknya terpuaskan secara berlebihan.Akibatnya anak akan mengembangkan ketergantungan yang berlebihan terhadap harga diri, sehingga apabila tiba-tiba kehilangan seseorang yang berarti, akan muncul reaksi yang kompleks, seperti rasa sedih dan berkabung yang berlarut-larut , perasaan marah, dendam, membenci diri sendiri, serta ingin menghukum atau menyalahkan diri sendiri sehingga ia merasa tertekan dan depresi.

Depresi  terbagi menjadi 2 jenis :
1. Unipolar:  suasana perasaan depresi, dalam jangka waktu lama hanya mengalami perasaan sedih saja.
2. Bipolar:  Manik – Depresif, lingkar depresi pada satu kutub dan gembira berlebihan atau maniak pada kutub lainnya. Kadang –kadang suasana perasaan tersebut berubah secara drastis dan cepat, tetapi sebagian besar berlangsung secara gradual.

Depresi  pada perempuan:
Depresi pada perempuan disebabkan oleh banyaknya stres yang dihadapi yang mencakup tanggung jawab besar mengurus rumah, pekerjaan , menjadi orang tua, dan mengurus orang tua yang usia lanjut. Penyebab lainnya terkait reproduksi misalnya siklus menstruasi , kehamilan, kelahiran, ketidaksuburan, dan menopause yang dapat mengubah mood perempuan yang bisa berakibat depresi.

Depresi berdasarkan tingkat Usia terbagi menjadi:
1. Depresi pada Anak-anak 
Gejala sama dengan orang dewasa, namun anak-anak tidak memiliki cukup banyak kata – kata untuk mengekspresikan, sehingga ekspresi mereka melalui tingkah laku seperti fobia, kecemasan bila ditinggal, komplain sakit otomatis. Anak bisa mengalami halusinasi.
Gejala depresi pada Anak:
1. Anak tampak sakit
2. Lebih sedikit bergerak
3. Mudah menangis 
4. Mudah tersinggung secara spontan jika frustasi

depresi anak
peribahan perilaku

Depresi pada anak, sekali terjadi bisa berulang dalam 5 tahun.
Depresi pada anak dapat memprediksi depresi pada dewasa. Depresi pada anak dan remaja diasosiasikan dengan meningkatnya perilaku bunuh diri. Pengobatan depresi pada anak-anak dapat menggunakan terapi bermain, utk anak usia 3-11 tahun. Bermain untuk mengekspresikan pengalaman dan perasaan melalui proses alami, peyembuhan dan pengarahan. Bermain menjadi alat penting untuk mengetahui dan menerima diri sendiri dan orang lain.

2. Depresi pada Remaja 
Gejala depresi pada remaja meliputi:
1. Mood Yang Suram / Mudah Tersinggung
2. Kemarahan
3. Hilangnya Minat Melakukan Sesuatu
4. Berkurangnya Kesenangan Melakukan Aktivitas Sehari-Hari
5. Peubahan Nafsu Makan (Hilang Nafsu Makan/Malah Meningkat)
6. Perubahan Berat Badan (Bertambah/Berkurang Yang Tidak Disengaja
7. Kesulitan Tidur (Insomnia) 
8. Mengantuk Di Siang Hari
9. Kelelahan Dan Kesulitan Konsentrasi . (Bramastyo, Wahyu , 2009)

3. Depresi pada Orang Dewasa
Gejala-gejala depresi yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan, tentu bisa berdampak negative pada kehidupan pribadi, kehidupan sosial maupun pekerjaan. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar gejala yang dialami oleh orang dewasa yang mengalami depresi:

Gejala yang secara psikologis dialami oleh para penderita depresiyaitu:
Perasaan sedih yang terus menerus
Merasa putus asa
Kehilangan rasa percaya diri
Merasa menyedihkan
Merasa sangat bersalah
Cepat merasa terganggu
Tidak punya toleransi terhadap orang lain
Kehilangan motivasi untuk melakukan aktifitas seperti biasanya
Tidak lagi memiliki ketertarikan terhadap hal-hal yang biasanya disukai
Sulit mengambil keputusan
Tidak menikmati hidup
Merasa was-was
Merasa khawatir yang berlebihan
Merasa ingin menyakiti diri sendiri
Memiliki keinginan untuk bunuh diri

Selain dapat dirasakan secara psikologisberbagai gejala depresi juga bisa dialami secara fisikIni dia gejala depresi yang berpengaruh pada kondisi fisik penderitanya:
Gerakan lebih lamban
Berat badan turun secara drastic dalam waktu yang singkat
Kehilangan nafsu makan
Mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit
Mengalami rasa sakit yang sulit dijelaskan
Kehilangan gairah seks
Perubahan siklus menstruasi
Mengalami gangguan tidur seperti susah tidur dan insomnia

Cara Menanggulangi Depresi

Penanganan Depresi ini dilakukan oleh tenaga ahli, dan berpengalaman. Dalam memberikan treatment atau perlakuan tentu disesuaikan dengan kebutuhan dari individu yang mengalami depresi.
1. Obat antidepresan
2. CBT (terapi kognitif dan perilaku)
3. Terapi interpersonal (menjadi lebih asertif-mengurangi stres dan komunikasi yang lebih baik)
4. Konseling kelompok dan dukungan sosial
5. Berolahraga
6. Diet (atur pola makan)
7. Terapi humor
8. Berdoa (Bramastyo, Wahyu , 2009)

Cara Mencegah Depresi
Agar terhindar dari depresiada berbagai hal yang bisa dilakukanBerikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah depresi:
1. Berolahraga secara rutin
2. Mengubah gaya hidup
3. Tidur secukupnya
4. Mengkonsumsi makanan yang sehat
5. Berlatih tekhik relaksasi
6. Menyisihkan waktu untuk melakukan hobi dan berkumpul dengan orang tercinta
7. Mengubah pola pikir mengenai hal-hal negative
8. Selalu bersyukur dengan apapun yang anda miliki

End.


trust
Meningkatkan untuk beribadah dan bersosial

Seputar Depresi diatas bisa menjadi Self Reminder buat kita dalam memandang orang lain, bahkan memahmi diri sendiri. Karena terkadang kita sendiri bisa jadi sedang mengalami Depresi namun kita tidak menyadarinya. Yang ada hanya perasaan sedih, merasa tidak berharga, bahkan merasa tidak berguna. MasyaAllah, tulisan artikel ini berguna banget buat catatan hati, semoga tulisan ini juga berguna bagi teman-teman ya. Dan setelah mengetahui ciri Depresi, belum tentu orang lain mau disebut Depresi, maka cobalah untuk memberikan wawasan yang lebih luas pada orang-orang disekitar kita bila ada yang mengalaminya ya. Lebih aman lagi, segera konsultasikan ke Psikolog terdekat, kalau yang di Kediri bisa langsung ke Mahya Consultan.

Salam hangat,

Dewi Adikara.

Sumber foto: Pixabay.com

Daftar pustaka dari Psikolog:
Dr.Lubis, Namora Lumongga(2009), Depresi: Tinjauan Psikologis:Jakarta: Kencana 
Bramastyo, Wahyu (2009), Psikopop Remaja: Depresi?No Way: Yogyakarta: ANDI

2 thoughts on “Depresi dan Cara Menanganinya”

Dengan meninggalkan komentar positif akan menjadi perkenalan untuk saya bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete". Terimakasih.