Jangan lupa dengan 3 Daya Tarik Wisata Candi Prambanan

candi prambanan
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat….

Siapa yang sudah bolak-balik ke Yogyakarta?

Sama dong dengan Dewi. Yogyakarta adalah salah satu kota yang wajib Dewi kunjungi di setiap tahun.

Di sana tidak ada saudara sih, namun kota ini memiliki daya tarik tersendiri mulai dari nuansanya yang hommy, logat yang khas dari penduduknya dan berbagai tempat yang memiliki warisan budaya Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang menyimpan banyak sejarah masa lalu, mulai dari prasejarah hingga saat ini.

Salah satu peninggalan sejarah yang menjadi daya tarik wisatawan asing maupun lokal adalah candi, seperti halnya wisata ke Candi Prambanan.

Sahabat, bisa menikmati beragam keindahan di sini.

Jadi, walaupun sering ke Yogyakarta jangan sampai lupa deh 3 Hal apa saja yang menjadi daya tarik wisatawan pada Candi Prambanan?

 

Yuk simak informasi selengkapnya!

Sejarah Masa Lampau

Candi Prambanan menyimpan sejarah yang menarik. Pasalnya, masyarakat percaya bahwa candi ini dibangun ketika masa Kerajaan Pengging. Kisah yang beredar di kalangan masyarakat hingga saat ini dipercaya sebagai awal mula dari berdirinya Candi Prambananan.

Mulanya kisah ini adalah ketika Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang membuat kesepakatan. 

Bandung Bondowoso merupakan putra dari Prabu Damar Maya. Di kala itu beliau adalah bagian dari Kerajaan Pengging. Bandung Bondowoso dikenal sebagai manusia yang gagah perkasa serta sakti karena ilmunya yang tinggi. Sedangkan Roro Jonggrang merupakan seorang putri dari Kerajaan Baka, dimana ayahnya adalah Prabu Baka yang akhirnya mati terbunuh di tangan Bandung Bondowoso. Pembunuhan tersebut berlangsung ketika Bandung Bondowoso melakukan perluasan wilayah kekuasaan.

Mengetahui ayahnya mati di tangan Bandung Bondowoso membuat Roro Jonggrang menyimpan dendam dengan pria tersebut. Bandung terpikat dengan kecantikan Roro dan meminta wanita itu untuk menerima cintanya. Namun Roro Jonggrang tidak mau, sehingga ia memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso dengan:

Membangun seribu candi dalam satu malam. 

Kesaktian Bandung Bondowoso memang tiada duanya, dalam waktu satu malam dia hampir menuntaskan syarat tersebut.

Dia mendapatkan bantuan dari para jin, sementara Roro Jonggrang khawatir karena syarat hampir terpenuhi. Bandung Bondowoso berhasil membangun 999 candi, namun Bandung Bondowoso gagal karena Roro Jonggrang meminta bantuan para dayang untuk menumbuk pati sebagai pertanda bahwa fajar segera tiba dan ayam akan berkokok. 

Ternyata Bandung Bondowoso mengetahui strategi tersebut dan marah, kemudian dia mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke 1000 yang kini dikenal dengan Candi Dewa Siwa di kompleks Candi Prambanan.

Nikmati Suasana Kompleks Candi

Bangunan peninggalan Hindu ini memiliki luas sekitar 39,8 hektar, dimana sahabat masih dapat berjalan kaki untuk menikmati setiap sudutnya di pagi dan sore hari.

Terdapat beraneka tumbuhan di sekeliling kompleks pelataran sehingga suasananya semakin sejuk dan damai. Untuk Anda yang kerap mengalami stress akibat pekerjaan yang menumpuk atau tugas kuliah yang rutin, kawasan ini cukup membantu untuk menenangkan pikiran.

Keliling Candi Prambanan juga akan membuat sahabat kagum dengan maha karya indah nan megah yang dibangun pada zaman dimana teknologi belum ada sama sekali.

Sahabat juga akan mempelajari banyak hal dari kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso sebagai contoh terdahulu.

Sahabat juga akan menikmati setiap jengkal ukuran-ukiran yang ada pada dinding candi yang dikenal pengerjaannya dalam satu malam saja.

Cukup mengagumkan, bukan?

Kala senja menyapa, langit-langit di komplek candi juga tampak indah ditemani guratan jingganya. Apalagi ditemani dengan kopi atau teh. Sungguh nikmat yang mana lagi yang sahabat dustakan? 

Abadikan Momen

Sahabat bisa mengabadikan momen ketika berada di Candi Prambanan dengan mengambil foto.

Siapa yang tidak ingin swafoto di Candi Prambanan?

Bagi sahabat yang hanya ingin mengingat setiap momen dalam ingatan saja mungkin hal ini tidak berguna. Namun bagi sebagian orang, momen itu tetap harus diabadikan.

Kamera bahkan Gawai yang mudah dioperasionalkan dengan tongsis bisa sahabat gunakan untuk menghasilkan tangkapan yang bagus.

Sahabat tidak perlu mengantri untuk mendapatkan hasil foto yang luar biasa karena disetiap kompleks Prambanan akan selalu tampak menarik di setiap sudutnya.

Keindahan juga bisa dirasakan ketika hari beranjak gelap.

Hal ini dikarenakan paduan arsitektur candi dengan gemerlapnya lampu yang mengarah ke Candi Trimurti.

Sahabat juga bisa menikmati suasana candi dengan cara yang berbeda.

Coba kunjungi Candi Prambanan ketika bulan purnama pada pukul 20.00 sampai 22.00 WIB.

candi prambanan

Sahabat bisa melihat betapa Indahnya pertunjukan Ramayana di atas panggung yang terbuka.

Tempatnya yang terbuka membuat Anda lebih bagus menontonnya ketika musim kemarau jika tidak ingin kehujanan. 

Bagaimana? Sungguh mengagumkan ya wisata ke candi prambananya? 

Yuk berkunjung ke Candi Prambanan.

Salam travelling,

Dewi Adikara

Sumber foto:

Traveloka Xperience

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"