Membangun Harapan Kemajuan dan Kemakmuran Bangsa Indonesia

Apakah Ekonomi Indonesia Bubar?
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat! Weekend udah mau habis saja…. Minggu Pertama bulan November, cuaca di langit udah mulai mendung-mendung cantik.  Sebelum Senin kembali mewarnai harimu besok, saya akan sedikit bercerita bagaimana serunya acara Seminar Forum Pengusaha Nasional Indonesia (FPNI). Acara ini berlangsung hari Sabtu lalu, tanggal 27 Oktober 2018 dari pukul 11.00 s/d 15.00 bertempat di Hotel Luminor Surabaya. Acara Seminar FPNI membangun harapan untuk Kemajuan dan Kemakmuran Bangsa Indonesia. Serius deh. Bagaimana tidak? Dari informasi dari pak Edyk selaku ketua panitia, mereka akan mengundang beberapa nara sumber terkemuka di Indonesia. Diantaranya adalah:

  1. Dr. Faisal Basri (Pakar Ekonomi Ternama Putera Indonesia)
  2. Prof. Dr. RTS Adikara (Guru Besar UNAIR)

  3. Prof. Dr. Herry Agoes Hermadi (Guru Besar UNAIR)

  4. Prof. Dr. Pudji Srianto (Dekan FKH UNAIR) seorang pimpinan dari FKH UNAIR yang mempunyai puluhan guru besar di wilayah kerjanya.

  5. Prof. Dr. Ir. Akmad Fauzy

  6. Dr. Ir Edy Mulyadi, SU (Direktur Bisnis Technopark Indonesia)

Baca juga: Forum Pengusaha Nasional Indonesia (FNPI)

seminar FPNI

Dari seminar ini saya banyak belajar memahami bagaimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini.  Dr. Faisal Basri, selaku Pakar Ekonomi menjelaskan dengan detail bagaimana perhitungan perekonomian Indonesia dari masa ke masa. Beliau juga mengobservasi nilai rupiah dari hari ke hari. 

Faisal basri

Beberapa aspek penting yang dapat saya rangkum adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah hutang Indonesia yang sangat besar.
  2. Resiko yang ditimbulkan dengan jumlah hutang yang sangat besar.
  3. Import produk pertanian dan peternakan sangat besar.
  4. Kekayaan alam Indonesia.
  5. Total Angka Import Indonesia dalam produk pertanian dan peternakan dalam 5 s.d 10 tahun ini.
  6. Efek buruk jangkah panjang jika kita bergantung pada import pertanian dan peternakan.
  7. Efek baik yang dicapai jika kita berhasil memenuhi kebutuhan pangan sendiri, dalam bidang pertanian dan peternakan.

Jumlah hutang Indonesia dari tahun ke tahun begitu besar, dan angka import Indonesia semakin besar. Lalu bagaimana dengan produk lokal kita sendiri? Apakah sebenarnya kita harus bergantung pada impor?

Grafik

Padahal Indonesia itu kaya loh… Indonesia memiliki lahan pertanian dan peternakan yang besar. Indonesia memiliki tanah yang subur, berada pada garis tropis yang sangat baik dalam sektor pertanian . Bahkan sampai ada yang bilang menanam apapun bisa tumbuh subur di tanah kita. Selain itu, kita memiliki produk ternak lokal yang banyak dan bisa dimaksimalkan bila kita mampu mengolahnya.

Melemahnya rupiah dalam jangka panjang, dapat menimbulkan bahaya besar perekonomian Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa penduduk Indonesia mayoritas berada pada usia produktif, sehingga dengan memperluas lapangan kerja bagi mereka, sebenarnya dapat meningkatkan produktifitas perekonomian Indonesia. Jumlah penduduk yang sangat besar di Indonesia cukup banyak menempati ranking yang tinggi di media sosial. 

peran media sosial

Maka sebenarnya usia produktif dan kemampuan generasi muda sangat berkembang di Indonesia.

perkembangan bisnis di Indonesia cukup menjanjikan beberapa tahun mendatang

 

Lalu tunggu apa lagi?

Mengapa kita tidak menghasilkan produk sendiri secara lebih besar?

Mengapa kita tidak mengurangi impor khususnya dari sektor pertanian dan peternakan?

Semua pertanyaan diatas bisa kita patahkan dari beberapa nara sumber yang hadir dalam acara Seminar FNPI. Salah satunya adalah Prof. Dr RTS Adikara. Beliau memiliki kemampuan bidang basic science dan teknologi laser punktur. Penelitiannya telah teruji langsung di lapangan dan sudah digunakan bertahun-tahun di beberapa daerah. Beliau mampu menciptakan produk ternak unggulan dengan konsep Pembangunan Ekonomi Daerah Berbasis Ternak Sapi untuk menciptakan kemandirian dan kedaulatan ternak lokal Indonesia.

Prof Tatang

Prof Tatang

Adanya konsep pembangunan ekonomi daerah berbasis ternak sapi memiliki dua aspek penting. Yang pertama adalah aspek bisnis dan kemandirian daerah. Dalam kegiatan jangka pendek dan menengah dapat menciptakan daerah yang mandiri dengan Biogas yang diciptakan, dan terbentuknya UKM dan UMKM yang berkaitan dengan hasil-hasil pasca panen bidang ternak (materi pada ternak sapi seperti kulit, daging, tulang serta limbah-limbahnya, semua bernilai bisnis). Terbentuknya UKM dan UMKM yang berkaitan dengan ternak sapi antara lain, pabrik penyamakan kulit untuk jaket dan sepatu, perusahaan bisnis biogas untuk produk energi pengganti gas dan listrik, dan perusahaan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian serta perusahaan pupuk untuk pertanian, dan lain-lain yang menghasilkan prouk pasca panen ternak. Peningkatan produktivitas seperti jumlah ternak dan kualitas daging ternak amat mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Salah satu contoh kegiatan teknologi penggemukan sapi dan teknologi laser memperbanyak jumlah sapi melalui sinkronisasi birahi, gertak birahi massal, inseminasi buatan secara massal, kebuntingan massal dan kelahiran massal.

Biogas

biogas

Yang kedua, dalam jangka panjang teknologi laserpunktur secara permanen dapat menciptakan ternak lokal unggulan yang tidak kalah dengan ternak import melalui sistem grading up (perhitungan waktu selama 15 tahun). Perubahan-perubahan yang disebabkan oleh teknologi Laser dengan sinar merahnya akan mengikat DNA ternak, seperti peningkatan produksi dan peningkatan reproduksi sehingga secara permanen akan diturunkan pada generasi berikutnya hingga menghasilkan produk ternak unggulan. Konsep ini yang perlu disumbangkan pada pemerintah agar didapatkan kedaulatan ternak lokal Indonesia. Salah satu upaya untuk mempertahankan nilai rupiah tidak terpuruk terhadap dollar karena dimasa mendatang kita bisa ekspor ternak sapi.

hasil laser
Sapi hasil Laser Punktur

 

 

Nara sumber berikutnya adalah  Prof. Dr Herry Agoes Hermadi. Yang memiliki kemampuan dibidang reproduksi inseminasi buatan dan hormon. Secara umum, beliau membahas tentang teknologi tepat guna bidang pertanian dan peternakan yang mendukung terciptanya percepatan dan kecepatan produktivitas ternak, seperti teknologi pakan, teknologi inseminasi buatan, teknologi laser, teknologi biogas, dan teknologi-teknologi lainnya. Peningkatan percepatan produksi dan reproduksi ternak akan mempengari pada perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah. serta banyak teknologi inovatif yang baru, yang dijelaskan oleh Prof. Heri yang menjanjikan laju perekonomian masyarakat Indonesia.

Prof.Heri

Tenaga Ahli yang ada dibidangnya pun sangatlah mendukung perkembangan pertanian dan peternakan di Indonesia. Kita memiliki Profesor dan tenaga ahli yang aktif dan kompetensi dibidangnya. Kita memiliki sumber daya produktif. Dan memiliki lahan yang luas dan sehat di Indonesia.

Lalu tunggu apa lagi?

Solusi pemecahan masalah tersebut salah satunya adalah Pemerintah bisa bersama KOPISTRA membuat proyek pertanian dan perkebunan satu juta hektar. Para Profesor kita mampu menciptakan sapi unggulan Indonesia sehingga harapan terbesar kita pada suatu saat kita bisa berhenti import. Mengaplikasi dan membiayai puluhan penemuan Profesor di Indonesia untuk intensifikasi. Jika Ethiopia negara yang dulu kering dan gersang, sekarang bisa menjadi negara maju hanya dengan mengandalkan pertanian. GDP tinggi, 75% dari jumlah penduduknya yang berjumlah 93 juta orang hidup makmur dari bertani, MAKA INDONESIA JUGA BISA.

Disaat kita peduli terhadap Masalah Indonesia diatas, maka harapan untuk Kemajuan dan Kemakmuran Bangsa bisa kita kembangkan bersama KOPISTRA. Kopistra menggandeng beberapa tenaga ahli yang sangat ahli seperti Profesor dan tim yang memiliki kompetensi.

Apa itu Kopistra?

Kopistra merupakan kepanjangan dari Koperasi Indonesia Sukses Sejahtera Jawa Timur, berkantor pusat di Ngagel Jaya Utara no 150 Surabaya.

Latar belakang  Koperasi ini didirikan oleh Mitra dan Management AtmKU.co.id.  karena kita melihat adanya rasa prihatin terhadap pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang terbaik di dunia akan tetapi tidak dikelola secara maksimal,  sehingga hampir semua yang setiap hari dimakan oleh rakyat Indonesia harus dipenuhi dengan cara mendatangkan (IMPORT) dari negara lain.

Kopistra memiliki ijin usaha dalam bidang Pertanian, Peternakan, Kehutanan  dan Property dll.

Visi KOPISTRA  yaitu :

Menjadi salah satu Koperasi terbesar (sepuluh besar) di Indonesia, dalam jangka waktu lima tahun (2023), turut serta dalam  menciptakan Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Misi KOPISTRA  yaitu :

  1. Melakukan kegiatan ekonomi yang bermanfaat sepenuhnya bagi anggota koperasi, masyarakat, bangsa serta sumber daya alam di Indonesia.
  2. Mendukung pemerintahan yang berkeadilan yang menjunjung tinggi nilai-nilai hukum sesuai dengan Pancasila dan  UUD 1945.

Tujuan  didirikannya KOPISTRA:

  1. Sebagai tempat edukasi bisnis riel dan perlunya tempat pengelolaan dana  yang benar  (tempat penyertaan modal)  bagi lebih 60.000 orang setelah para Mitra mendapatkan banyak dana dari menjalankan bisnis AtmKU.co.id.
  2. Sebagai wujud kepedulian terhadap ekonomi bangsa dan ekonomi semua rakyat Indonesia, karena selama ini sudah sekitar dua puluh lima tahun muncul bentuk investasi bodong, fixed income dan mata uang coint yang cukup merusak tatanan ekonomi masyarakat kelas kecil dan menengah yang ada di Indonesia.
  3. Melihat adanya masalah besar yang dihadapi Indonesia saat ini, sebagai negara agraris akan tetapi import dari hasil pertanian dan daging (sapi) masih sangat besar.
  4. Besarnya peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan yang akan membantu meningkatkan taraf hidup para anggota Koperasi KOPISTRA.
  5. Lebih Meningkatkan rasa persaudaraan, kebersamaan dan kerjasama dalam perusahaan, baik staf internal Manajemen PT. BUMSS maupun semua Mitra BUMSS yang tersebar di seluruh Nusantara dan berada di 30 negara.
  6. Melibatkan diri dan rasa bangga sebagai Warga Negara Indonesia yang menjadikan Koperasi sebagai soko guru (kekuatan) bagi ekonomi bangsa Indonesia tercinta ini.
  7. Menyatukan semua potensi kerakyatan dan SUMBER DAYA ALAM YANG BESAR menjadi satu kekuatan ekonomi yang besar, adil dan merata di Indonesia.

Koperasi kita ini bersifat terbuka dan umum. Sehingga Masyarakat luas dapat menjadi anggota Koperasi KOPISTRA. Salah satu keuntungan menjadi Anggota Kopistra adalah KOPISTRA Bekerjasama dengan Praktisi Akademis Guru Besar / Profesor Universitas di Indonesia dalam bidang Pertanian dan Peternakan, dan Ekonomi Bisnis yaitu:

  1. PROF. DR RTS ADIKARA (Guru Besar UNAIR)
  2. PROF. DR HERRY AGOES HERMADI (Guru Besar UNAIR)
  3. PROF. DR PUDJI SRIANTO (DEKAN FKH UNAIR)
  4. DR. HARYONO, SE. MSI (Ahli Ekonomi)
  5. PROF. DR , IR AKMAD FAUZY (Ahli Pertanian Indonesia)
  6. DR. IR EDY MULYADI (Direktur Bisnis Technopark Indonesia)
  7. DR. IR BUDI WIDODO, MP (Ahli Perhutani)
  8. DR. FAISAL BASRI (Pakar Ekonomi Indonesia)

Semua Unit Usaha dalam Koperasi ini dibentuk untuk menggali Sumber Daya Alam yang potensial bagi pembangunan Indonesia. Dengan ikut serta dalam penyertaan modal di KOPISTRA berarti kita turut menciptakan kesempatan lapangan kerja yang luas, dan terlibat dalam peningkatkan GDP bangsa Indonesia. Adanya Bidang Usaha Pertanian dan Kehutanan, berarti kita turut serta membantu  program pemerintah dan dunia dalam lingkup usaha  penghijauan dan menciptakan paru paru dunia di Indonesia.  Dan membantu adanya Peringatan Dunia terhadap Global Warming. Dari semua ulasan di atas dapat disimpulkan Misi Koperasi KOPISTRA : Pro-Nation, Profesional, Pro-Poor, Pro-Job, Pro Enviroment and  Profit Sharing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kopistra, silahkan bisa langsung ke kantor pusat di Ngagel Jaya Utara no 150 Surabaya, atau menghubungi pak Edyk di nomer 081234971100.

Semoga bermanfaat ya teman-teman.

Salam Semangat,

Dewi Adikara.

 

sumber foto: Dokumen pribadi dari Seminar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.