Menebar Kebaikan dari yang Kau Miliki

Bagikan Artikel ini

Menebar Kebaikan dari yang Kau Miliki, tak hanya berupa sedekah, zakat, namun kebaikan berbagi sesuatu yang kau miliki juga bisa membawa manfaat bagi orang lain.

“Saya di tiga tahun yang lalu, bisa membuat saya yang sekarang menangis haru. Saya yang dulu adalah seorang pemimpi, dan saya yang sekarang adalah mimpinya.”

Baru siang tadi saya berpikir, tagline ‘menebar kebaikan’ yang sering saya gaungkan “Apakah terdengar alay bagi orang lain?”

Ternyata malam ini saya menguatkan tagline itu, bahwa “menebar kebaikan” memang sangat bermakna bagi kehidupan kita.

Tagline itu memang yang sering berputar-putar dalam isi kepala. Sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak balita, sudah bisa dibayangkan bagaimana masa aktifnya mereka dan tugas rumah tangga cukup menguras waktu secara fisik. Alhamdulillah, hal itu tidak memutuskan semangat saya untuk mendukung suami dalam menjalankan roda bisnisnya di bidang keselamatan kerja.

Saya mungkin tidak terlibat langsung mengangkat beban berat alat-alat keselamatan kerja, namun saya me-manage karyawan dari proses wawancara, penggajian, kedisiplinan, dan juga pergantian karyawan. Sesekali saya berbagi pikiran untuk membuat peta penugasan pada karyawan agar tetap produktif dan jauh dari kebosanan. Bahkan untuk urusan keuangan pun saya ikut andil untuk pengembangan bisnis yang kami jalankan.

Entah mengapa slogan yang terus berputar itu membangkitkan saya untuk tetap bertahan di dunia blogging. Selain saya menemukan banyak sisi positif seperti menemukan komunitas blogger, bahkan komunitas lain yang membutuhkan keahlian saya sebagai blogger.

Awal Mula Keinginan Berbagi melalui Tulisan

Saya pernah bermimpi bergelar Psikolog, bahkan saya sempat menjalani sekolah profesi psikolog sambil bekerja. Hanya saja, garis hidup saya ternyata menghentikan langkah ini. Saat menjalani aktivitas perkuliahan profesi, saya mengalami kehamilan yang lumayan mengusik seperti mual luar biasa setiap menghadapi polusi udara di jalan menuju ke kampus. Saya tidak lagi bisa berkendara sendiri, suami pun tidak bisa mengantar karena sibuk dengan pekerjaannya.

Empat tahun karir yang sudah berada di posisi karyawan tetap pun harus saya relakan. Sebuah pemikiran saya dan suami yang mungkin terbilang kuno untuk di zaman wanita sudah berkarir di instansi. Pilihan kami adalah membesarkan dan merawat anak dengan tangan saya sendiri. Kuliah profesi pun akhirnya terlepas saat kehamilan saya semakin perlu diperhatikan. Lama vakum di dunia kerja dan kuliah, saya sempat mengalami masa adaptasi yang luar biasa, hingga di ujung waktu itu saya berpikir: saya tidak ingin ada perempuan di luar sana yang hatinya menjadi kosong karena sebuah perubahan besar dalam hidupnya.

Saya hanya di rumah saja, ingin rasanya bisa berbagi terhadap sesama. Saya memulai dari yang kecil, dari apa yang saya bisa dengan memulai menulis untuk menebar kebaikan melalui platform gratis, dengan membuat curahan hati yang berakhir dengan untaian kata positif. Dan betapa terkejutnya, saat saya menemukan pembaca yang merespon tulisan-tulisan saya saat itu.

curhat pertama
Postingan 12 September 2016 platform gratis curhatanaksekarang.wordpress.com
Artikel: Ayahku Keras?

Keinginan belajar saya nampaknya tidak terhenti. Saya memulai dengan domain berbayar agar lebih memacu semangat saya untuk terus produktif. Tagline ini memang dari dulu saya pegang:

“Bukan sekadar Mimpi untuk saling berbagi”

sahabatblogger.com
dokumen pribadi: postingan pertama di www.sahabatblogger.com

Baca selengkapnya: Tulisan pertama saya 15 Desember 2017 di blog ini

Saat Impian menjadi Nyata

Saya pernah dengar istilah: saat kita bersedekah, sebaiknya tangan kiri kita tidak melihat tangan kanan yang bersedekah. Namun di sisi lain ada yang mengajarkan saya saat bersedekah kita boleh beraktualisasi diri, sebagai bentuk tauladan bagi orang lain. Dengan harapan semakin banyak yang terinspirasi untuk memberi. Tentu hal ini tetap didasari dengan rasa ikhlas dalam memberi.

Prinsip yang pertama, sangat bisa dilakukan salah satunya melalui Dompet Dhuafa. Saat berbagi kebaikan melalui tulisan, saya menggunakan prinsip yang kedua. Sebagai blogger saya mengawali terjun di dunia blogging adalah untuk berbagi kebaikan. Berikut postingan kedua saya di blog ini. Teruntai kata yang semua itu sebuah doa yang menjadi nyata saat ini.

tujuan sahabat blogger
postingan kedua di www.sahabatblogger.com
SEBUAH IMPIAN UNTUK MENEBAR KEBAIKAN BERSAMA TEMAN-TEMAN

Baca selengkapnya: Postingan kedua saja 17 Desember 2017 tentang berbagi kebaikan melalui tulisan

Membuat domain tentu membutuhkan biaya, memulai sesuatu yang baru juga membutuhkan perjuangan untuk belajar dan mempraktekkannya.


Sebagai ibu muda yang baru saja melahirkan anak kedua, belajar hal baru tentang dunia, blogging membutuhkan tantangan besar. Hiruk pikuk memenuhi kebutuhan anak, serta suara anak-anak kapan saja bisa terjadi. Niat yang telah tercipta, bersandingan dengan impian agar saya menjadi manusia yang berarti, khususnya bagi kedua orang tua. Itulah mengapa nama pena saya menggunakan kedua nama orang tua sebagai bentuk rasa sayang dan syukur; Dewi Adikara.

Saya memperbanyak bacaan dan referensi. Kemudian mengenal dan berusaha berkomunikasi dengan para blogger yang mau mengisi blog saya dengan guestpost. Domain saya masih bau kencur, jadi menurut saya mereka benar-benar seseorang yang memiliki niat yang sama untuk saling berbagi.

Tidak terasa di tahun 2020, saya mencapai impian tersebut.

Menulis untuk Menebar Kebaikan

Menginisiasi artikel positif bersama para blogger dalam komunitas blogger

Di bulan Maret 2020, kepanikan masyarakat tergambar sangat jelas. Hal ini dikarenakan berita wabah Covid yang menyebar di seluruh penjuru dunia. Berita tentang wabah ini mulai simpang siur, dan tak jarang oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan ini dengan berbagai pesan WhatsApp berupa Hoaks.

Pada salah satu komunitas blogger yang saya ikuti pun topik wabah covid cukup menjadi pembahasaan beberapa hari, bahkan menimbulkan kecemasaan akibat keadaan ini. Dengan persahabatan kami saling mensupport menguatkan satu sama lain, dan pada akhirnya banyak diskusi yang berakhir dengan solusi positif.

Saya pun berpikir, ketenangan dan mawas diri yang akhirnya kami dapatkan dari hasil akhir diskusi apakah dirasakan juga oleh orang lain?

Apakah masyarakat di luar sana ada yang masih mengalami kecemasan?

Apakah masyarakat di luar sana masih ada yang belum memahami pentingnya melihat masalah covid 19 ini dengan serius?

Pada akhirnya, saya mengajak teman-teman blogger untuk membuat artikel edukatif tentang covid 19 bersanding dengan tema belajar bersama anak, juga tema kebersihan. Tujuan kami untuk menebarkan kebaikan dengan menambah wawasan pembaca serta meredam kepanikan masyarakat akibat adanya berita covid19 yang masih simpang siur.

Alhamdulillah ide tersebut disambut positif oleh mereka. Saya mulai mengkoordinasi postingan dua blogger perhari bergilir selama lima hari kerja. Semua member komunitas diminta mendukung dengan cara menyebarkan artikel tersebut ke media sosial masing-masing dalam tujuan yang sama untuk menebar kebaikan.

Lihat postingan ini di Instagram

Assalamulaikum sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dilindungi Allah ya …. Alhamdulillah saat niat baik direspon dengan baik, insyaAllah akan ada jalan mendapat hasil yang baik pula. Berawal dari situasi disekitar kita yang tidak biasa dan butuh respon yang cepat dari segala sisi. Dewi pun berinisiasi malam itu. Alhamdulillah diterima dengan baik oleh Ummi Aleeya selaku pengawas dan teh Nurul Fitri Fatkhani selaku kapten di Pasukan Blogger. Teman-teman blogger pun menyambut baik hal ini. Kami blogger dari berbagai backgroud, bersatu menyebarkan artikel positif dengan harapan bisa membantu banyak pembaca menambah informasi dan wawasan. Selama lima hari ke depan (Senin-Sabtu) Dewi dan teman-teman pasukan blogger membuka wacana tentang memandu anak di rumah dan juga tentang kebersihan (kesehatan) di FB. Semoga artikel perdana Dewi bisa bermanfaat bagi sahabat ya, silahkan diambil sisi baiknyašŸ’— boleh di share langsungšŸ˜ŠšŸ™ http://sahabatblogger.com/seputar-tips-dari-sahabat-blogger/menjadi-ibu-kreatif-di-rumah/ link di BIO #belajardirumah

Sebuah kiriman dibagikan oleh dewi_adikara (@melani_pryta_dewi) pada

Tercipta dua blog baru secara bersamaan dalam tujuan yang sama: Menebar Kebaikan

Dua blog baru berbeda komunitas namun dengan tujuan yang sama yaitu menebar kebaikan. Alhamdulillah keduanya tercipta tanpa ada kesulitan yang berarti.

Blog Komunitas seller perempuan dan penulis dengan koleksi ilmu

Pertama, dewiadikara.com tercipta dari komunitas para perempuan yang ingin mendapatkan rezeki tambahan untuk kehidupan sehari-harinya. Mereka berusaha berdagang, baik sebagai produsen juga reseller.

Saya berikan wadah bagi mereka untuk berkarya dalam hal menulis dan juga mempromosikan produknya dengan bimbingan cara menulis yang menarik. Mereka pun berkesempatan mendapatkan komisi dengan mendapatkan klien yang ingin mempromosikan produknya di blog, tentunya dengan harga terjangkau.

Saya mengajarkan secara cuma-cuma kepada mereka. Sebuah ilmu yang saya bisa untuk menulis dan blogging, dan alhamdulillah ternyata mereka mendapatkan pelajaran yang sangat berarti bagi kehidupan mereka. MasyaAllah … apa yang kita miliki menjadi lebih berarti saat kita berbagi.”

Berikut untaian kata mereka:

Mereka pun sudah berhasil menghasilkan tulisan-tulisan inspiratif pada blog kategori Koleksi Ilmu.

Blog Komunitas Penulis dan Psikolog

Kedua, curhatanaksekarang.com tercipta dengan komunitas para penulis dan juga para psikolog dari segala penjuru di Indonesia. Mereka juga saya bagikan ilmu menulis dan dunia blogging, dengan misi yang sama ingin menulis untuk menebar kebaikan.

Alhamdulillah blog ini sudah berjalan memasuki minggu kedua. Postingan dari penulis dan psikolog sudah bisa dibaca oleh pembaca.

Alhamdulillah, tahun ini saya bisa mendampingi teman-teman untuk berbagi artikel positif dalam rangka menebar kebaikan pada semua pembaca. Tiga tahun lalu saya berjalan sendiri, sekarang alhamdulillah saya jalan bersama mereka. “Bahkan merekapun berbagi dengan rasa syukur karena tidak dengan sengaja kami dipertemukan oleh-Nya.

Hikmah Berbagi

Hikmah yang saya rasakan dalam berbagi kebaikan melalui tulisan adalah sebagai berikut:

  1. Saya menulis serasa berbicara dengan pembaca, sehingga menulis menjadi sebuah kebutuhan bukan sekadar kejar target postingan.
  2. Saya menemui banyak teman-teman yang kaya wawasan dan tidak pelit dengan ilmu.
  3. Saya menjadi manusia yang selalu membaca pengingat yang baik, melalui tulisan teman-teman.
  4. Saya dikelilingi oleh teman-teman yang berenergi positif dan produktif.
  5. Saya kini berjalan bersama mereka dalam menulis artikel kebaikan.

Hikmah yang saya petik, dengan menebar kebaikan akan berbuah kebaikan pula. Ilmu yang kita miliki akan menjadi lebih bermanfaat saat kita mau mengamalkannya. Sama halnya dengan harta yang kita miliki akan menjadi bermanfaat dan menjadi berkah saat kita mau mengamalkannya.

“Tak perlu ragu untuk berbagi kebaikan walau menurutmu itu adalah hal kecil sekalipun.”

Saat ini kita berada dalam kondisi covid19, mengharuskan kita harus selalu di rumah saja apalagi PSBB sudah berlaku di lingkungan saya. Namun, alhamdulillah, untuk menyalurkan sedekah, zakat dan infaq kita memiliki Dompet Dhuafa yang telah berpengalaman dalam menyalurkan sebagian harta kita kepada orang-orang yang membutuhkan dengan tepat sasaran.

Dompet Dhuafa

Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa menjadi solusi untuk menyalurkan donasi kita. Dompet Dhuafa membentang kebaikan lebih dari 19 juta penerima manfaat.

Ia memiliki beberapa program yaitu:

1.Program Pendidikan: Dompet Dhuafa berkomitmen menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa. Meliputi: Beastudi Etos, Makmal Pendidikan Sekolah Literasi Indonesia, School for Refugees, Pendidikan Anak Usia Dini dan TK Pengembangan insani, Smart Ekslensia Indonesia, Komunitas Filantropi Pendidikan dan Pengelolaan Alumni, Institut Kemandirian, desa Inggris Jampang, Pusat belajar Anti Korupsi, Perguruan Islam Al Syukro Universal serta Dompet Dhuafa University.

2. Program Kesehatan: Dompet Dhuafa di program kesehatan, mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi. Dompet Dhuafa telah berperan aktif dalam melayani kaum dhuafa sejak tahun 2001. Melalui program layanan kesehatan cuma-cuma (LKC), beragam kegiatan telah dilakukan, baik bersifat preventif, promotif dan kuratif. LKC memberikan akses layanan kesehatan yang layak dan optimal secara tidak berbayar bagi kaum dhuafa, Selain itu juga terdapat Rumah sehat dompet dhuafa dan Klinik dompet dhuafa yang terjangkau tentu dengan pelayanan amanah, prima untuk kaum dhuafa dan juga masyarakat umum.

sumber foto: dompet dhuafa
infografis: www.sahabatblogger.com

3. Program Ekonomi: Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat bebasis potensi daerah untuk mendorong kemandirian umat, mulai dari pertanian sehat, peternakan rakyat, UMKM dan Industri Kreatif, Pengembangan Kawasan, Pengembangan Keuangan Mikro Syariah, Trading area, dan Agro Industri.

4. Pengembangan Sosial dan Dakwah: Dompet Dhuafa merespon cepat permasalahan masyarakat sesuai dengan kebutuhanya, meliputi: Disaster Management Center (DMC), Pusat Bantuan Hukum (PBH), Tabr Hewan Kurban (THK) dan Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS).

5. Budaya.

Dulu saya hanya bisa meraba-raba, bagaimana wajah seseorang di seberang yang sedang kesulitan, seperti nelayan, petani, dll. Saya membayangkan bagaimana perjuangan hidup mereka, dan saat ini dengan dompet dhuafa kita bisa melihat perkembangan binaan dompet dhuafa, baik dari situs dan juga youtubenya. Beriktut salah satu video seorang binaan Dompet Dhuafa, yang bekerja sebagai Nelayan, beliau adalah Bapak Rusman:

Perjuangan hidup bapak Rusman sebagai tentu tidak akan pernah kita tahu, dengan adanya dompet dhuafa kita sangat terbantu untuk menyalurkan bantuan kita sampai pada orang-orang yang membutuhkan.

Perhitungan Zakat dengan Kalkulator Zakat

Terkadang kita mungkin memiliki keterbatasan ilmu atau masih ragu dalam menghitung zakat yang harus kita keluarkan. Dompet Dhuafa memberi layanan untuk menghitung Zakat kita dengan Kalkulator Zakat.

Kalkulator Zakat adalah sebuah Rumus perhitungan zakat yang disesuaikan dengan kaidah Fikih. Gunakan fitur ini untuk menghitung apakah kita sudah mencapai Nishab atau belum. Hitunglah pendapatan dan simpanan kita untuk mengetahui besar zakat / infaq yang perlu kita keluarkan, coba yuk di sini: Kalkulator Zakat.

Mudahnya Berdonasi

Selain memberikan kemudahan layanan untuk menghitung zakat, Dompet Dhuafa juga memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan donasi secara daring.

sumber foto: dompet dhuafa.org

Caranya adalah sebagai berikut:

1. Klik https://donasi.dompetdhuafa.org/
2.Pilih jenis donasi yang diinginkan, ada beberapa opsi bisa sahabat pilih ya.


3. Isi juga kolom pengkususan donasi. Kolom ini akan menentukan pilihan dari jenis donasi yang sahabat tentukan sebelumnya.

4. Langkah selanjutnya mengisi Profil Donatur, Pada kolom ini kita mengisi nama, nomer telpon, dan email.

5. Pilih metode pembayaran. Ada dua jenis metode pembayaran, yaitu: Transfer Bank atau Online Payment. Transfer Bank meliputi: BCA, Mandiri, BNI, Bank Muamalat. Sedangkan online payment, meliputi sebagai berikut:

6. Lalu klik “Donasi Sekarang.” Sahabat akan segera mendapat halaman konfirmasi dari Dompet Dhuafa dari situs dan juga pada email yang terdaftar. Berhubung Dewi menggunakan metode pembayaran transfer mobile banking, sehingga Dewi mengirimkan konfirmasi melalui link yang ada di email.

Alhamdulillah walau di rumah saja kita masih bisa berdonasi dengan dompet dhuafa. Dan sistem konfirmasinya terbukti berlangsung begitu cepat.

Dompet Dhuafa melayani dengan Profesional

Selain pelayanan berdonasi yang terintegrasi dengan rapi, Dompet Dhuafa juga menunjukkan profesionalnya dengan berani menampilkan Laporan Kinerja mereka. laporan ini bisa diunduh siapa saja melalui situs resminya.

Tidak diragukan lagi ya bagaimana cara kerja mereka yang begitu terintegrasi dengan baik dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan zakat dari kita. Bagi sahabat yang masih ingin informasi lebih banyak silahkan bisa kunjungi:

InsyaAllah hari-hari sahabat semakin bermakna dan bermanfaat dengan menebar kebaikan:)

Salam,

Dewi Adikara

Referensi: www.dompetdhuafa.org

ā€œTulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafaā€

lomba blog dompet dhuafa

6 Comments on “Menebar Kebaikan dari yang Kau Miliki”

  1. Subhannallah…luar biasa mbaa…ternyata kita dapat berbuat sesuatu untuk orang lain melaalui tulisan ya. Terima kasih ya mbaa sudah beri inspirasi dan motivasi.

  2. MasyaAllah, ternyata banyak cara menebar kebaikan ya. Bisa dengan membagikan keahlian ke orang lain atau dengan bersedekah materi lewat Dompet Dhuafa. Barakallah, Mbak Dewi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.