Mengelola Keuangan THR

mengelola THR
Bagikan Artikel ini

Siapa yang sudah dapat THR?

Horeeee… rejeki nomplok…!

Berhati-hatilah dalam menggunakannya.

Promo di masa THR cair sangat banyak menggoda. Tetaplah bijak mengelola keuangan, tujuannya satu: agar kita masih memiliki uang saat lebaran telah usai. Hiks, jadi sedih pernah ngalamin pas hari raya enggak punya duit.

Saat memutuskan untuk bekerja wirausaha, maka saya harus benar-benar bisa mengatur keuangan. Disaat kita mampu menghasilkan lebih, maka dikesempatan itu saya harus bisa mengatur keuangan.

Bukanlah hal mudah saat ada perubahan dari karyawan menjadi warausaha, dimulai dari gaji yang biasanya didapatkan secara rutin dari perusahaan, menjadi gaji yang murni berasal dari pendapatan atas usaha sendiri.

Lantas saat semua ramai membicarakan mendapatkan THR alias perkalian gaji karyawan di saat lebaran, apakah saya mendapatkan THR juga?

Siapa yang membayar THR saya?

Bila seorang wirausaha, maka kita harus meningkatkan kinerja pribadi untuk mendapatkan hasil lebih, terutama kita harus peka terhadap moment ini untuk mendapatkan penghasilan yang berlipat.

Itulah yang pada akhirnya dikatakan THR. Memang di sisi lain, bagi wanita yang sudah menikah biasanya sang suami akan berbagi pula memberikan THR, namun tetap wanita yang memiliki usaha sampingan dapat merasakan THR sebagai rejeki dari usaha kerasnya.

Percaya deh, pada moment ramadhan, selalu membawa berkah bagi semua. Apa yang menjadi usaha bagi orang yang bekerja keras akan mendapatkan hasil yang berlipat. Itu pun Alhamdulillah, saya dapatkan.

Nah apa saja tips yang bisa saya bagikan selama saya mengelola keuangan THR enam tahun terakhir ini? Simak ya.

4 TIPS MENGELOLA KEUANGAN THR

1.Bayar Zakat dan sodaqoh

Segera sishkan penghasilan THR untuk pembayaran zakat atas penghasilan dan zakat fitrah untuk akhir bulan Ramadhan, jangan lupa pula membayar fidiyah bagi teman-teman wanita yang puasanya tidak penuh. Alokasi dana pengeluaran ini sekitar 2.5 – 5% dari penghasilan. 

2. Melunasi hutang.

Siapa sih yang ingin terjerat hutang? Nah kalau dana THR lagi cair, segera sisihkan untuk melakukan pembayaran hutang. 

Bukanlah rahasia, zaman sekarang pembelian secara kredit sangat booming, bahkan kartu kredit ditawarkan dengan mudah. Sehingga akan lebih baik pelunasan hutang dilakukan untuk membayar kartu kredit yang pernah teman-teman gunakan.

Bila teman-teman berlimpah ruanh THR, dapat pula mengalokasikan dana untuk melunasi sebagian cicilan rumah, sehingga jumlah cicilan kita dapat berkurang atau memperpendek durasi pinjaman.

Baca juga: Betapa istimewanya 10 hari terakhir puasa Ramadhan

3. Kebutuhan Mudik dan hari raya.

Tidak dipungkiri momen hari raya, kita ramaikan dengan membuat menu lebaran yang berbeda dari biasanya, karena moment ini juga sebagai silaturahmi dan berbagi terhadap sesama, sehingga kita perlu mengambil alokasi hingga 50% dari penghasilan THR.

Usahakan sehemat mungkin untuk keperluan pribadi, karena sebenarnya moment ini bukanlah ajang kesombongan dengan mengenakan pakaian baru, accecoris baru, atau barang-barang baru lainnya.

Kita coba lebih kreatif untuk membuat perpaduan dari busana, jilbab, bahkan accecoris yang telah kita miliki sebelumnya.

Dengan demikian, dana bisa kita alokasikan untuk keperluan mudik seperti untuk tiket, ataupun akomodasi selama lebaran.

4. Investasi dengan menabung.

Kita perlu melakukan investasi dengan menabung. Dengan tabungan tersebut, sewaktu-waktu jika kita butuhkan bisa untuk dana darurat. Alokasi dana yang ideal adalahantara 10% hingga 15% dari THR.

Bagaimana sudah siap menerima dan mengelola THR dengan bijak?

Salam,

Dewi Adikara

gambar: pixabay.com

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"