Mengoleksi Barang, atau Boros?

hapkoosh gallery
Bagikan Artikel ini

Mengoleksi Barang, atau Boros?

Seringkali dua kata itu saling berhimpitan. Mengoleksi menurut KBBI adalah mengumpulkan (menjadi satu); menjadikan barang-barang sebagai koleksi. Siapa disini yang suka mengoleksi?

Mengoleksi barang menjadi salah satu kegiatan menarik bagi seseorang bila memang disetai dengan kemampuan dan dukungan dari orang-orang disekitarnya. Bukan lah hal mudah untuk menggeluti kegiatan ini. Mungkin, bagi beberapa orang terlihat seperti Boros. Namun jika teman-teman ketahui kegiatan ini sebenarnya sudah melalui screening dari orang yang memiliki hobi ini.

Saya beri contoh misalkan, seseorang yang memiliki minat mengoleksi filateli. Bukankah dari perangko yang dikumpulkan tidak ada yang sama? bila ada yang samapun biasanya disimpan diarea yang berbeda atau disejajarkan untuk membuat kenikmatan bagi yang melihatnya. sama halnya dengan koleksi yang lain. Seseorang yang memiliki hobi ini biasanya memiliki kemampuan pembedaan khusus untuk memilih barang yang dikoleksinya.

Bertahun-tahun sebelumnya. Tepatnya saat saya masih berumur 6 tahun, saya mengoleksi batu. Percaya?

Ini bukan Hoaks, hihihi… serius… Saya melihat beberapa batu berbentuk unik, lalu saya simpan. Tidak selalu harus beli. Karena keinginan ini menjadi hasrat disaat saya melihat ada batu yang berbeda dari yang lainnya. Dan itu tidak semua Batu. Bentuk khusus dan cantik yang saya simpan.

Namun, koleksi saya terhenti, karena memang saat saya semakin besar, Mama mengarahkan saya buat apa nyimpan batu. Hiks, menangis hati kecil saya, tapi tidak masalah, orang tua punya alasan tersendiri untuk kebaikan anaknya.

Sampai sekarang pun rasanya saya ingin tertawa bila ingat kisah itu. Kenangan kecil yang menggelitik bila saya bersenda gurau bersama ibunda tercinta. Rumah beliau saat ini menjadi tempat yang begitu nyaman dengan bentuk rumahnya yang hommy, memanjakan pandangan mata dan kesegaran dari tiap bunga-bunga yag bermekaran.

 

View this post on Instagram

 

Miracle ini here… ♡

A post shared by dewi_adikara (@melani_pryta_dewi) on

Bukan hanya setahun dua tahun kita tinggal di dalamnya. Bagi saya rumah adalah tempat utama kita beristirahat. Melepaskan semua lelah. Memulai hal-hal indah dengan keluarga. Bahkan berkreasi. Mengoleksi bukanlah hal yang boros, disaat kita bisa memberikan bermanfaat baik bagi diri sendiri, bahkan untuk orang lain.

Mempercantik rumah adalah investasi untuk membuat psikologis keluarga menjadi selalu nyaman untuk selalu tinggal dirumah.

Koleksi saya dirumah dimulai dari barang atau pernak-pernik yang memanjakan mata. Dan kalau barang tersebut bisa difungsikan. Jadi enggak boroskan? Hoeweee…

Apa saja sih contohnya?

Banyak… misalnya jam gantung, cangkir-cangkir lucu, teapot, piring keramik, dan sebagainya. Hiasan rumah juga bisa menjadi hal yang kita butuhkan bila sesuai dengan budget dan kebutuhan menyalurkan hobi atau pelepas stress.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bila kita sudah berumah tangga, ada baiknya dikomunikasikan dengan pasangan kita. Rumah yang Hommy untuk menikmati bersama dengan keluarga dirumah. Jangan sepelekan hal ini, karena terkadang selera ikut bermain penting dalam keharmonisan rumah tangga. Apalagi bila kita punya pasangan yang cukup detail mempercantik tempat peristirahatannya.

Baca Juga: Lima tempat wisata romantis wujudkan mimpi.

Kalau pasangan teman-teman cuek, atau sudah pasrah sih, mari silahkan bisa langsung ke konsultan home decor, supaya teman-teman bisa memperkirakan kebutuhan sesuai dengan budget. Orangnya cukup komunikatif loh! Dia sudah memiliki pengalaman dalam mempercantik kebun rumah, bahkan dekorasi ruang dan taman belakang rumah kita.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

HapKoosh Gallery adalah home decor yang saya kenal dan bisa mengerjakan ruang dengan cantik bisa dihubungi di nomer ini 0812-1683-8178. Jangan sampai keliru yang abal-abal. Rumah, adalah tempat privasi kita. Sebisa mungkin kita harus mempercayakannya pada orang yang direkomendasikan.

Salam cantik,

 

Dewi Adikara.

 

sumber gambar : Hapkoosh Gallery

https://kbbi.web.id/koleks.i

 

3 Comments on “Mengoleksi Barang, atau Boros?”

  1. Hmm.. sepertinya harus dipertimbangkan untuk menggunakan jasa home decor. Emak2 spt saya biasanya suka banget koleksi barang tapi g ngerti gmn ngaturnya. Thanks for sharing mba 😊

  2. Seru sekali mbak, rumahnya cantik banget dan rapi. Iya setuju jika mengumpulkan barang tapi bermanfaat ya enggak masalah. Tapi kalau di kumpulkan. Saja tanpa manfaat jadi boros dan memenuhi rumah. Kalau saya sih mbak

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"