Menjadi Ibu Kreatif di rumah

pasukan blogger
Bagikan Artikel ini

Menjadi Ibu Kreatif di rumah

Tulisan ini dibuat dalam program Pasukan Blogger menebar kebaikan melalui Tulisan, semoga bermanfaat ya sahabat.

Assalamualaikum sahabat? Bagaimana hari pertama sekolah di rumah?

“Kalau anak-anak libur, saya malah bingung. Selama saya kerja, anak saya harus didampingi siapa, mereka akan belajar apa dan sama siapa? Saya harus berpikir keras untuk mendapat solusi ini,” ungkap salah seorang ibu yang berkarir di luar rumah.

“Kalau liburan, saya malah enggak libur. Malah harus jaga ekstra, tenaga ekstra untuk dampingi anak-anak selama mereka di rumah. Tidak ada kata libur buat ibu. Capek iya, tapi ya begitu, harus dijalani,” ungkap salah seorang ibu rumah tangga.

Baca juga: Anak Belajar di Rumah dan Ibu yang Jadi Pusing

HOME SWEET HOME istilah ini menjadi pegangan Dewi saat ada keputusan bahwa anak-anak diliburkan selama 14 hari ke depan. Sebenarnya bukan diliburkan sih, tapi pembelajaran mandiri di rumah. Para orang tua tidak perlu panik atau mati gaya.

Percayalah semua orang di dunia pendidikan terlibat di sini, namun semua butuh proses, karena semua kejadian ini terjadi secara mendadak. Pasti dibutuhkan perencanaan yang matang terkait pembelajaran secara daring antara pihak sekolah dan siswa di rumah. Jadi sebaiknya kita sebagai orang tua memperkaya pengetahuan untuk membuat suasana nyaman dan proses belajar bagi anak-anak kita, sambil menunggu langkah-langkah pendidikan berikutnya.

Tidak hanya mereka yang di dunia pendidikan, kita masyarakat Indonesia semua bersatu. Hanya saja tidak semua bisa kita lihat secara langsung.

Alhamdulillah, Dewi bersama teman-teman blogger ikut berpartisipasi untuk membuat artikel-artikel seputar tentang memandu langkah belajar anak dan tentang menjaga kebersihan, selama satu minggu ke depan yang akan di share di media sosial Facebook (link FB di bawah).

Belajar di Rumah

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dan keluarga dari wabah Covid-19 serta mara bahaya lainnya. Amin ya robbal alamin. Wabah Covid-19 ini lah yang membuat bapak presiden kita mengeluarkan instruksi pembelajaran di rumah.

World Health Organization (WHO) memberikan atensi khusus terkait perkembangan kasus virus corona Covid-19 di Indonesia. Sebagai gambaran, hingga Jumat (13/3) petang kasus ini di Indonesia sudah positif menginfeksi sebanyak 69 orang. Dari jumlah itu sebanyak tiga pasien dinyatakan pulih alias sembuh dari infeksi virus corona Covid-19. Sementara 4 orang positif virus corona Covid-19 dikabarkan meninggal dunia. Baca selengkapnya di artikel Imbas Virus Corona, WHO Minta Presiden Jokowi Liburkan Sekolah & Siapkan Sarana Medis.

Salah satu tindakannya adalah opsi containment atau menahan sementara waktu antara lain: meliburkan sekolah;  membatalkan pertemuan dalam jumlah besar; menghindari perjalanan ke tempat umum; Pemprov DKI Jakarta meliburkan sekolah selama 2 minggu, bagi 1,5 juta peserta didik di Jakarta. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona. Keputusan ini diambil berdasarkan riset yang telah dilakukan pemerintah.

Anies menyimpulkan, anak-anak memiliki potensi sebagai penular virus, “Anak-anak, mereka tidak banyak terjangkit covid19. Tetapi mereka adalah carrier / penular dari orang dewasa satu ke dewasa lainnya, “ujar Anies saat konfrensi pers di Balai Kota, Jakarta. Sementara itu, ujian dan nasional dan ujian sekolah akan diundur hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Anies menghimbau, proses belajar mengajar dapat dilakukan dari rumah. Baca lebih lanjut di artikel Corona mewabah, sekolah di Jakarta diliburkan selama 2 minggu.

Baca juga: Cara Top Up Gopay dengan mudah

Pada akhirnya di wilayah Dewi pun telah dikeluarkan surat keputusan dari Gubernur Jawa Timur sebagai berikut:


Apa itu Covid-19?

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Corona virus baru yang dilaporkan pertama kali akhir tahun 2019. Wabah ini dideklarasi WHO sebagai Publich Health Emergency of international Concern pada 30 Januari 2020.

Informasi berantai mengenai Covid-19

Adanya wabah Covid-19 membuat sebagian masyarakat Indonesia gelisah. Tidak dipungkiri setiap orang tua pasti memikirkan keadaan anaknya. Perkembangan virus Corona berlangsung cukup cepat ke seluruh wilayah bumi kita tercinta. Ada pro kontra dari penyebaran informasi, karena saat ini media komunikasi sangat mudah untuk meneruskan pesan. Berhati-hatilah, karena bisa jadi pesan tersebut adalah Hoax!

Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Kita sebaiknya tidak segera meneruskan pesan, kita perhatikan terlebih dahulu sumber informasi terrsebut. Coba kita googling atau saat memperoleh informasi tersebut, coba ditanyakan pada pengirim apakah data itu sudah benar dan dari mana asalnya? Jika masih ada keraguan, sebaiknya kita tidak meneruskan pesan tersebut. Informasi akurat terkait wabah ini adalah yang berasal dari WHO, CDC (Centres of Disease Control) atau KemenkesRI.

Dengan Melihat kondisi di sekitar kita saja sudah cukup memutar otak untuk mengantisipasi apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi wabah ini.

Informasi seputar pencegahan Dewi dapatkan akurat dari hasil seminar bersumber dari Erlina Burhan (daftar referensi terlampir di bawah).

1.Mencuci tangan rutin dengan sabun dan air atau dengan handsanitizer terutama setelah batuk, bersin atau menggunakan toilet, sebelum menyiapkan makanan dan setelah kontak dengan pasien atau barang personal pasien.

2.Menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan sebelum mencuci tangan.

3.Gunakan masker medis/bedah di tempat publik (keramaian)

4.Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit dan barang personalnya dan gunakan masker.

5.Terapkan etika batuk dan bersin (tutup dengan tisu atau siku tangan kemudian buang tisu ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan).

6.Lakukan pola hidup bersih dan sehat secara umum.

7.Masak produk hewan sampai matang.

8.Diet sehat, exercise cukup, tidur cukup untuk meningkatkan sistem imun.

9.Jika sakit ringan, minum cukup, tinggal di rumah dan istirahat.

10.Jika tidak membaik atau kawatir dengan gejala segera ke fasilitas layanan kesehatan.

Tenang, kita tidak sendiri. Para pemimpin kita dan tim medis sedang berjuang mencari solusi untuk menuntaskan masalah ini. Kita sebagai orang tua, perlu mendukung pelaksanaan yang sudah ditentukan.

Upaya Kreatif Ibu untuk Belajar di Rumah

Dewi membaca tulisan surat edaran dari pihak sekolah anak-anak, dimana memberikan catatan tambahan di bagian bawah yaitu: Selama sekolah diliburkan diharapkan putra-putrinya untuk tetap belajar di rumah, tidak diperkenankan untuk kegiatan di luar. MasyaAllah, pasti keputusan yang diambil oleh pak Presiden kita ini bukanlah main-main. Yuk kita mendukung dengan melaksanakan anjuran tersebut. Jangan sampai kita terlena dengan waktu yang fleksibel dalam mengajar anak di rumah, malah membuat perencanaan liburan atau mendekati keramaian.

Justru kita sebagai orangtua bertanggungjawab untuk memantau, mengawasi dan membimbing anak-anak agar senantiasa berperilaku hidup sehat, memelihara wudlu, beribadah, berdzikir dan memohon perlindungan Allah SWT.

Berikut upaya kreatif Ibu untuk belajar mandiri di rumah:

1.Menerapkan pola hidup sehat dan mengajarkan kepada anak-anak cara mencuci tangan secara benar keseluruh permukaan , rekomendasi WHO dengan 6 langkah mencuci tangan. Tidak hanya Covid-19, tapi juga berbagai penyakit lain seperti diare, flu dan berbabagai penyakit lainnya.

2.Aktif bertanya dalam menanyakan pembelajaran secara online pada guru pengajar. Kita harus tetap mengikuti kurikulum yang sudah terbentuk dari sekolah. Selalu update perkembangan pendidikan di sekolah.

3.Fokus pada jadwal pelajaran seperti jadwal yang sudah ada sebelumnya. Mengambil contoh materi pada buku pelajaran dan LKS. Mengulang dan mengkombinasi soal-soal.

4. Mencari referensi lebih banyak (bisa melalui blog, website, belajar online, youtube) untuk meminimalkan kejenuhan saat anak belajar, bisa dengan permainan, belajar keahlian, tebak-tebakan dan sebagainya.

Baca juga: Pengalaman menyenangkan dengan Vitalis Body Wash

Pembelajaran anak di usia PG dan TK

Berhubung anak-anak Dewi berada pada usia PG dan TK maka Dewi mendapat inspirasi pembelajaran dari sekolah sebagai berikut dan Dewi kombinasikan metode pembelajaran dengan berbagai referensi:

1.Literasi: Membaca (buku cerita, semua tulisan yang ada di jalan, tulisan yang tersedia di buku saya, teks di televisi, dsb) dan menulis (mendikte nama, cerita, membuat ucapan ulang tahun, dsb).

2.Seni: Kegiatan melukis, menggambar, mewarnai (disediakan buku mewarnai, buku menggambar, kanvas, pensil warna, crayon dan cat air, sehingga anak bisa membedakan dari tekstur dan cara penggunaannya).

3.English Project: Spelling, Pronunciation, Listening, writing (Berbicara bahasa inggris di kegiatan sehari-hari, memasang poster pendukung berbahasa inggris dasar, seperti hari, angka, dsb).

4.Life Skill: Memasak makanan kecil / kesukaan, membuat sarapan, membuat susu/ minuman kesukaan, menjemur pakaian, melipat baju, memasukkan baju sendiri ke dalam lemari, membereskan tempat tidur, membereskan mainan sendiri, membuang sampah, menyapu lantai, mengelap meja, mencabut rumput, mencuci piring, membersihkan aquarium, dsb.

5.Melatih aktivitas motorik halus anak: menggunting, melipat, meremas, menyobek kertas, menghubungkan titik-titik, menata kacang hijau, menjiplak, menempel bentuk, bermain playdough, menyusun puzzle, dsb.

Selain dari hal-hal di atas masih banyak yang bisa kita pelajari untuk memperkaya pengetahuan di rumah, seperti misalnya tulisan dari teman blogger saya mbak Sita mengenai Stay safe at home, 5 ide kreatif temani anak di rumah pada keadaan darurat.

Baca juga: Tips sehat dari sahabat

Zaman sekarang tidak sedikit wanita yang bekerja di luar rumah, lantas bagaimana cara mengaturnya ya? Simak terus di Facebook Dewi untuk melihat update artikel teman-teman blogger dalam tema pendampingan anak di rumah dan menjaga kebersihan.

Bagaimana proses pembelajaran sahabat hari ini di rumah?

Sharing di kolom komentar ya.

Salam,

Dewi Adikara

Referensi:

Aminudin, 2020. Imbas Virus Corona, WHO Minta Presiden Jokowi Liburkan Sekolah & Siapkan Sarana Medis. https://batam.tribunnews.com/2020/03/14/imbas-virus-corona-who-minta-presiden-jokowi-liburkan-sekolah-siapkan-sarana-medis diakses pada 16 Maret 2020.

Burhan. Erlina. PDF Seminar: CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI – RSUP Persahabatan Satgas Waspada dan Siaga COVID-19 PB IDI

Rahim, Abdur. 2020. Corona mewabah, sekolah di Jakarta diliburkan selama 2 minggu. https://www.kompas.tv/article/71239/corona-mewabah-sekolah-di-jakarta-diliburkan-selama-2-minggu diakses pada 16 Maret 2020.

4 Comments on “Menjadi Ibu Kreatif di rumah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.