Nabi Yusuf a.s. di masa kecil

Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat …!

Dewi teringat saat beberapa teman sedang hamil calon buah hatinya laki-laki, selalu ayat – ayat yang menggambarkan Nabi Yusuf yang menjadi doa untukbuah hatinya. Coba tebak kenapa?

Yuk kita simak kisah Nabi Yusuf ya:

Nabi Yusuf a.s adalah anak dari Nabi Ya’qub a.s. dan cicit dari Nabi Ibrahim a.s. Dia memiliki seorang saudara kandung bernama Bunyamin dan sepuluh orang saudara tiri. Nabi Yusuf adalah seorang nabi yang memiliki wajah yang sangat tampan.

Sejak kecil nabi Yusuf tidak memiliki Ibu, namun ia tidak bersedih karena Ayahnya begitu mencintai dan menyayanginya. Apa yang dia inginkan, pasti dikabulkan oleh Ayahnya, karena itu dia amat senang dan bahagia, namun demikian Nabi Yusuf tetap sayang dan hormat kepada Ayahnya. Perhatian dan kasih sayang sang Ayah justru membuat kesepukuh saudara tirinya cemburu.

Pada suatu malam, nabi Yusuf tiba-tiba bermimpi melihat sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Ia yang masih kecil dan belum baligh merasa bingung, lalu menceritakan kepada Ayahnya. Saat itu juga, sang Ayah melarang Nabi Yusuf menceritakan pada saudara-saudaranya. Nabi Yusuf tidak mengetahui bahwa saudara-saudara tirinya tidak menyukainya.

Saat Nabi Ya’qub termenung sendiri, ia merasa yakin bahwa anak kesayangannya kelak akan menjadi seorang Nabi.

Suatu hari, saudara tiri Nabi Yusuf merencanakan akan mencelakai nabi Yusuf, bahkan ada yang merencanakan untuk membunuhnya, namun salah seorang lainnya menolak karena dirasa terlalu berbahaya. Mereka merencanakan perbuatan itu agar perhatian sang Ayah bisa tercurah pada mereka.

Pada akhirnya mereka sepakat untuk membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur. Mereka yakin, akan ada yang membantunya, lalu membawanya ke tempat yang jauh agar tidak lagi bertemu dengan sang Ayah.

Mereka kemudian meminta izin untuk mengajak Nabi Yusuf jalan-jalan, sang Ayah curiga da perbutan tidak baik dibalik ini semua. Mereka terus merayu beliau dan mendesak akhirnya mereka mendapat ijin dengan syarat harus menjaga Nabi Yusuf dengan baik. Mereka pun pada akhirnya pergi bersama Nabi Yusuf.

Nabi Yusu dibawa ke padang pasir yang sangat jauh. Saat tiba di sebuah sumur, mereka menceburkan Nabi Yusuf ke dalam sumur tersebut. Nabi Yusuf berontak, namun tidak dapat melawan kesepuluh saudaranya.

Di dalam sumur beliau duduk tenang di atas sebuah batu, dia menunggu rombongan kafilah yang akan menolongnya, sesuai janji Allah.

Saudara-saudara tirinya membawa pulang baju Nabi Yusuf yang telah dilumuri darah binatang. Mereka menemui nabi Ya’qub dengan sedih dan menangis dan menjelaskan bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala.

Nabi Ya’qub tahu anak-anaknya sedang berdusta, beliau menjawab “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan buruk itu, maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

Iri hati dan dengki dari saudara-saudara tiri Nabi Yusuf selamanya tidak akan membawa manfaat.

MUKJIZAT NABI YUSUF A.S.

Suatu hari serombongan orang berhenti di sumur untuk mengisi perbekalan air. Saat menimba air, ia merasa berat, ternyata ada anak kecil yang sedang bergelantung di ember tersebut. Iapun bersorak gembira melihat Nabi Yusuf.

Tradisi kala itu, saat seseorang menemukan sesuatu maka menjadii hak dan milikinya. Ia berniat menjual Nabi Yusuf dengan harga mahal. Ia menawarkan pada orang-orang, namun tidak ada yang membeli. Dan pada akhirnya ada yang mau membelinya namun dengan harga beberpa dirham saja.

Setelah itu Nabi Yusuf dirawat dan diangkat sebagai anak, nama Ayah angkat tersebut adalah Al-Aziz, dia adalah seorang pejabat pemerintahan Mesir, dan ibu angkatnya bernama Zulaikha.

Saat Nabi Yusuftumbuh menjadi pemuda tampan yang memesona, Zulaikha melapor Nabi Yusuf dengan tuduhan mengganggu dirinya. Al-Aziz sangat marah, dan memeriksa kebenaran cerita tersebut. Ternyata dia tahu bahwa, Nabi Yusuf tidak bersalah, ia mendapati pakaian Nabi Yusuf sobek dibagian belakang.

Al-Aziz tetap memberi hukuman dengan memasukkannya ke dalam penjara agar menjaga nama baiknya, dan menjauhkannya dari gangguan istrinya, Zulaikha.

Nabi Yusuf menerima hukuman tersebut dengan sabar. Di dalam penjara ia bertemaan dengan dua tahanan. Satu adalah tukang pembuat roti dan yang satunya adalah seorang pelayan.

Suatu hari mereka mendatangi Nabi Yusuf dan menceritakan mimpi mereka. Sang pelayan bermimpi ada tiga dahan pohon anggur yang berdaun, san ia memeras dan menyajikannya ke pada raja. Sedangkan, sang tukang roti menjelaskan mimpinya ada tiga lapis roti di atas kepalanya dan dimakan olh burung.

Nabi Yusuf menjelaskan arti mimpi tersebut bahwa sang pelayan akan mendapat keselamatan, dan segera kembali bekerja sebagai pelayan istana. sedangkan si tukang pembuat roti akan mendapat hukuman mati.

Ternyata apa yang dikatakan Nabi Yusuf adalah benar, inilah Mukjizat yang pada akhirnya menyelamatkan Nabi Yusuf keluar dari penjara.

Suatu hari sang Raja bermimpi melihat tujuh ekor sapi kurus memakan tujuh ekor sapi gemuk. Dia juga melihat tujuh butir gandum hijau dan tujuh butir gandum kering. Raja meminta kepada seluruh pegawainya untuk menafsirkan mimpi tersebut, namun tidak ada yang mampu.

Sang pelayan teringat akan kemampuan Nabi Yusuf, dan menjelaskan pada sang Raja. Kemudian nabi Yusuf menafsirkan mimpi sang Raja. Beliau tidak hanya menafsirkan mimpi, tetapi menawarkan cara terbaik bagi mereka dalam mengatasinya.

Nabi Yusuf berkata, “Selama tujuh tahun hasil bumi Mesir akan melimpah ruah. Namun rakyat tidak boleh berfoya-foya, sebab tujuh tahun berikutnya akan datang musim paceklik. Lalu, akan datang hujan yang menyuburkan tanah, persiapkanlah bibitnya. Simpanlah gandum bersama tangkainya agar lebih tahan lama.”

Raja pun takjub dan mengirim utusan untuk segera mengikuti ajakan raja untuk menemuinya, tetapi Yusuf menolak menemuinya sampai jelas kebersihan dirinya dan bahwa dirinya tidak bersalah. Raja mengetahui tentang apa yang terjadi pada nabi Yusuf, dan pada akhhirnya, ia perintahkan Istri al-’Aziz menjelaskan kebersihan Yusuf di hadapan manusia.

Hikmah dan Makna di balik Kisah Nabi Yusuf:

Bahwa sifat iri hati dan dengki seperti saudara tiri Nabi Yusuf tidaklah baik, dan tidak akan membawa kebaikan selamanya. Sang Ayah tidak akan tertipu dengan tipu daya anak-anaknya, pun sama halnya dengan Allah. Allah akan melindungi umatnya yang beriman.

Kesabaran dan segala doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Nabi Yusuf mendatangkan kemudahan. Walau beliau jauh dari Ayahnya, beliau tidak putus asa dan berusaha menjadi seseorang yang dapat mengamalkan ilmunya untuk orang lain.

MasyaAllah, tak hanya wajah Nabi Yusuf yang tampan namun betapa mulianya hati sang Nabi Yusuf, ia pun tidak menyimpan dendam pada saudara-saudaranya yang telah memasukkannya ke dalam sumur.

Sahabat, simak kisah selanjutnya tentang Nabi Yusuf dan bagaimana beliau bisa bertemu dengan ayahnya, Nabi Ya’qub a.s.

Alhamdulillah, semoga tulisan ini membawa manfaat ya.

Salam,

Dewi Adikara

Daftar referensi:

Aqila, Irvan. 2019. Kisah Pengantar Tidur 25 Nabi & Rasul. Jakarta selatan: Penerbit Noura, PT.Mizan Publika (Angoota IKAPI)

Bin Musa, Marwan. 2018. Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam. https://kisahmuslim.com/2628-mimpi-nabi-yusuf.html diakses pada 27 Oktober 2019.

One Comment on “Nabi Yusuf a.s. di masa kecil”

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"