Resensi Buku Nubar Rumedia “The Jungkir Balik Moments”

buku antologi rumedia nubar sumatera
Bagikan Artikel ini

Assalamualaikum sahabat….

Jumpa lagi dalam topik RESENSI BUKU. Tada, kali ini adalah buku perdana saya sebagai PJ.

 

Alhamdulillah setelah sebelumnya saya memaparkan pengalaman menulis dan menjadi editor first layer dalam buku Cinta 25+, selanjutnya saya bergerak terus untuk berkarya dan menjadi penanggung jawab buku di Nulis Bareng Rumedia.

 

Terimakasih mbak Emmy Herlina, selaku Manager Area Nubar Sumatera yang telah mempercayakan saya terlibat dalam Nubar Sumatera. Ternyata saya bisa ya.

Awalnya saya enggak yakin bisa mengkoordinir beberapa penulis untuk menjadi buku antologi, tapi dengan bekal yang pernah saya jalani dan dibimbing mbak Emmy yang baik hati dan sabaaar banget, akhirnya saya berhasil mengkoordinir sampai proses transferan akhir, pindah group berjamaah, dan menjadi saudara satu sama lain. Alhamdulillah….

Baca juga ya: Cara menulis buku untuk penulis pemula

Begitu mengawalinya, saya angkut tema Bunga Rampai, dimana di dalamnya adalah kumpulan cerita faksi, fiksi, puisi, kisah inspiratif.

Saya yang suka keluar dari zona nyaman tentu buat sesuatu yang istimewa dong.

Edisi kali ini, saya mengajukan ada resep untuk di buku, saya buka tiga pendaftar pertama dan satu akhirnya yang berhasil menerima tantangan ini. Dia adalah salah satu kontributor,  sahabat saya di dunia menulis, yaitu mbak Asri Susila Ningrum.

 

Nah kembali lagi ya ke Resensi buku Antologi ini, syukurlah sudah ada covernya yang cuaantik kayak teman-teman kontributor:D ihiiiy….

 

THE JUNGKIR BALIK MOMENTS

Sementara saya beri detail terbatas ya, karena buku dalam proses PO:

  1. Judul Buku: The Jungkir Balik Moments
  2. Penulis: Dewi Adikara dkk (total 19 penulis)
  3. Penerbit: Rumah Media
  4. Tahun terbit: 2019
  5. Harga PO: 60,000
  6. Harga diluar PO: 75,000

Untuk isi buku, saya tampilkan dalam bentuk cuplikan-cuplikan tulisan dari para penulis yang luar biasa. Mereka para penulis begitu menjiwai dalam menghasilkan karya-karyanya.

 

THE JUNGKIR BALIK MOMENTS

Kehidupan seorang wanita tak melulu tentang shopping, gathering, atau arisan. Seperti yang selalu mereka tayangkan lewat feed instagram.

Ada banyak peristiwa tak terduga yang bikin jungkir balik seratus delapan puluh derajat. Bikin emosi naik turun. Kepala nyut-nyutan. Jantung berdebar kencang. Ngepot kiri dan kanan.

Namun, siapa sangka momen-momen yang bikin jungkir balik ini seringkali membawa pencerahan dalam kehidupan. Seperti sinar mentari yang menerobos di sela-sela awan hitam.

Ibarat biji kopi yang menyeruak aroma harum saat dipanggang. Momen jungkir balik ini justru membuat jiwa seorang wanita semakin matang. Menjadi seorang wanita mulia yang memahami rahasia kehidupan.

Daftar isi

  1. Memutar waktu (Dewi adikara).
  2. Kisah jungkir-balikku bersama trio kwek-kwek (Nur alfi yuliati).
  3. Berlian sayang (NIRA).
  4. Balada emak dedek dan resep bolu kojo palembang (Asri susila ningrum).
  5. Pelabuhan terakhir (Dian satyana).
  6. Kejora di langit senja (Aditya fiika).
  7. Jalan tol pemberian allah (Tettytanoyo).
  8. Nikah muda (Riyanti hambran).
  9. Senyum terakhir bram (Leni chan).
  10. Puisi: perempuan, gadis dan wanita (Nukisa andriani).
  11. Indahnya jungkir balik moments (Diah deka).
  12. Jungkir balik momen (NonInge).
  13. Menjadi pejuang ‘long distance marriage’, berani? (zulaeha).
  14. Produktif dari rumah (syarifani mulyana).
  15. Permata hati (Muthie fatimah husnah).
  16. Menggapai cita (N.Yusnita. P).
  17. Puisi: tentang ibu dan sebait cinta (Nuha).
  18. Harapan terakhir (Mbok jun).
  19. Bipolarku membuatku jungkir balik hadapi fase tantrum anak (Ribka Imari).

Saya kalau sudah nyelesaikan urusan dapur, baru datangi meja setrika. Walaupun sebagian masuk laundry, tetap saja baju yang penting seperti seragam anak dan Ayahnya saya setrika sendiri.

Kalau waktu masih sanggup ya lanjut setrika semua tanpa laundry. Pikir hemat… hemat, walau punggung ini rasanya sudah terasa enggak bertulang karena pegal-linu.

(Dewi adikara)

Kalau pas pagi mau berangkat kerja. Aku udah terburu-buru berangkat, si Kakak ogah-ogahan mandi. Makannya pake lama pula. Akhirnya, aku terlambat ngantor. Si Kakak juga terlambat masuk sekolah.
Malu gak sih, aku kan guru. Masa anakku datang sekolah telat terus?

Masa anak seorang guru tidak bisa menjadi contoh yang baik buat teman-temannya? 

(Nur Alfi Yuliati)

Winda sangat yakin bahwa Berlian tidak ‘sakit’. Berlian adalah anak istimewa yang diamanahkan Allah padanya, Winda hanya harus punya berton-ton kesabaran untuk terus belajar memahami Berlian.

(NIRA)

“Seandainya semalam aku membantunya menyetrika, mungkin ia tidak akan mengalami hal ini…,” sesal pak Cahyo di dalam hatinya. Ia merasakan kesakitan pada perasaannya, entah telah berapa tahun lamanya ia baru menyadari kembali betapa penting dan berarti hidup istrinya.

(Asri Susila Ningrum)

“Jadi… udah bisa nilai sendiri, kan? Lelaki brengsek juga akan memilih wanita baik-baik untuk dijadikan istri. Karena apa? Ya… karena ingin kelak anak-anaknya dididik oleh wanita baik-baik, yang cerdas. Bukan wanita yang hanya pandai bersolek apalagi yang hanya memikirkan enak-enak doang.”

(Dian Satyana-Pemegang Naskah terbaik di buku The Jungkir Balik Moments)

Rasa luka di hati yang dulu Mas Rendy torehkanpun, mulai mengering. Meski masih membekas. Aku tak membencinya, pun aku tak mengajari anak-anakku untuk menjauhi ayahnya. Toh, tidak ada istilah mantan ayah. Kelakpun, Naura membutuhkan sosoknya.

(Aditya Fika)

Ketika suami pulang ke rumah, ia pun becerita, bahwa beberapa hari ini hanya bisa makan siang di kantor dengan nasi putih dan gorengan saja. Duh, hati kok rasanya kayak diiris-iris, kondisi keuangan kami memang sedang ada di titik terbawah pada saat itu.

Namun kami berusaha selalu berbaik sangka kepada Allah SWT, ini adalah pendidikan dari-Nya, ini adalah biaya jalan tol yang harus kami bayar.

(Tettytanoyo)

Pandangan mata kami saling mengunci. Perlahan Mas Ardan memajukan wajahnya sedikit ke arahku. Sedikit lagi bibir kami akan saling bersentuhan.

“Ehem!” sebuah suara membuat kami terlonjak segera melepaskan pelukan. Ayah dan Ibu sudah berdiri tak jauh dari kamarku.

(Riyanti hambran)

“Mas Bram, bangun dulu. Minum ya biar suhu tubuhnya turun.”
Bram tidak merespon. Istrinya semakin panik. Dia mulai menggoyang – goyangkan tubuh Bram.

“Mas Bram… bangun, Mas… Bangun…” jerit Annisa. Dia mulai menangis. Memeluk suaminya dengan begitu erat. Menciumi pipinya. Berusaha membangunkannya. Tapi, Bram tak juga terbangun.

(Leni chan)

Gadis bertahan satu haluan,
Haluan Sang Lelaki yang tiada menafkahi,
Gadis bertahan terima pukulan,
Pukulan lelaki atas nama emosi.

(Nukisa Andriani)

Mungkin dari luar terlihat enak, ada nenek-kakeknya anak-anak yang bisa membantu kerepotan mengurus rumah tangga. Tapi aku yakin, hanya orang-orang yang pernah merasakan di posisiku yang bisa mengerti bagaimana benar-benar jungkir-baliknya aku saat ini.

(Diah deka)

“Malam ini aku lembur, maaf ya”
Lea langsung mematikan kompor, dan masuk ke dalam kamar. Ini entah kali ke berapa suaminya lembur dan baru mengabari setelah lewat malam. Lea berusaha untuk menahan emosinya, dengan memandangi buah hatinya. Namun, entah kenapa hatinya tidak tenang.

Entah karena rasa lelah yang teramat sangat atau apa, ia mulai bertanya-tanya, apa benar suaminya lembur.

(NonInge)

Kami berdua pun tertawa. Bersamaan dengan tanda tangan yang kububuhkan di surat izin itu, resmilah sudah kami berdua akan menjalani hubungan jarak jauh.

Kalau yang masih pacaran mengenalnya dengan istilah LDR atau Long distance relationship. Maka kami berdua menyandang istilah Long Distance Marriage atau pernikahan jarak jauh.

(Zulaeha)

Waktu kerja saya adalah ketika anak-anak sudah tidur malam. Biasanya saya tidur lebih cepat, agar bisa bangun lebih awal. Saat menemani tidur anak-anak setelah sholat isya, biasanya saya juga ikut terlelap.

(Syarifani Mulyana)

Menjadi seorang ibu rumah tangga tidaklah mudah. Harus memiliki banyak ilmu. Karena seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dituntut serba bisa atau yang disebut multytalenta. Ibu harus piawai.

Mulai dari menjadi pengasuh atau memomong anak, menjadi koki, tukang laundry, tukang pijat, bersih-bersih hingga tukang ojek dadakan, mengantar-jemput anak sekolah. Jika semua pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan baik. Maka, hatinya pun akan senang.

(Mutie Fatimah Husnah)

Papi tidak pernah memarahi Ima dan Ila, itu sebabnya mereka lebih sering mendengar perkataan Papi dibanding Maminya.

(N. Yusnita P.)

Jika cinta adalah pengorbanan, maka cintamu tanpa batas, tiada berujung jalan
Kau habiskan masa mudamu untuk mengandung dan merawat anak-anak jaman.
Kau biarkan tubuh dan kulit mulusmu dikoyak demi melahirkan keajaiban,
Kau tinggalkan karirmu yang cemerlang demi mendidik generasi penerus peradaban.

Kau menjadi ahli berbagai disiplin ilmu dengan jam kerja yang berkejaran antara matahari dan rembulan.
Namun gajimu terbayar lunas oleh tawa anak-anak yang sehat, riang, hangat dalam pelukan

(Nuha)

Kisah Ibu Maryam, ia disekap di sebuah kamar milik majikannya. Ia dipaksa berbuat tak senonoh.

Ia memberontak sekuat tenaga, sayangnya, tenaganya tak cukup kuat

(Mbok Jun)

Fase tantrum anak dan hubungan jarak jauh dalam pernikahan, membuat ibu muda bermetamorfosa menjadi ibu pemarah.

Bagaimana cara sang ibu menghadapi kehidupan, sedangkan ia mengalami depresi & bipolar sejak remaja?

(Ribka Imari)

Nah, kutipan-kutipan cerita di atas menarik sekali bukan?

Yuk segera miliki bukunya.

Order bisa langsung klik di sini Kontak saya. Untuk Fast Respon melalui WA atau email ya:)

Salam,

Dewi Adikara

21 Comments on “Resensi Buku Nubar Rumedia “The Jungkir Balik Moments””

  1. Temanya keren banget nih, sejujurnya saya lebih suka tema gini hahaha.
    Keren banget ih bukunya, semangat menulis menyebar manfaat.
    Btw, mengapa Nubar Sumatra say?
    Mengapa bukan Nubar Jawa?

  2. Wah selamat ya mbaakkk. Kece. Bukunya juga kece bgd. Ini bs jd penyemangat kalau lg mengalami jungkir balik dlm kehidupan sehari-hari. Sukses ya mbk aamiin

  3. Antalogi bloger-bloger keren yang bikin penasaran ini.
    Cover bukunya Tjakep.
    Selamat dan sukses bersama teman2nya untuk buku jungkir balik kehidupan nyata yg berbuah karya ya, mba.

  4. sungguh suka banget kalimat ini

    “Jika cinta adalah pengorbanan, maka cintamu tanpa batas, tiada berujung jalan
    Kau habiskan masa mudamu untuk mengandung dan merawat anak-anak jaman.
    Kau biarkan tubuh dan kulit mulusmu dikoyak demi melahirkan keajaiban,
    Kau tinggalkan karirmu yang cemerlang demi mendidik generasi penerus peradaban.”

    Tugas seorang ibu itu sepanjang jalan tetapi hanya dipandang sebelah mata

  5. Wuih keren bukunya. Pasti bikin aku sampe menitikkan air mata deh bacanya. Banyak self reminder juga. Udah lama deh aku gak baca buku seperti ini. Kangen juga 😀

  6. Cover bukunya cakeeep, semoga laris dan berkah ya mbak. Kereeen nih jadi PJ itu enggak mudah karena harus mengakomodasi semua saran, curhat, dan masalah yang muncul selama proses nulis dan editing.

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"