Tips berpuasa untuk anak kecil

Bagikan Artikel ini

Siapa yang mulai memberlakukan puasa bagi anaknya?

Tentu pembelajaran ini sangat penting dan bermanfaat sekali bagi anak-anak, karena mereka adalah generasi penerus kita nantinya.

Sebelum kita menegakkan ajaran untuk berpuasa, akan lebih afdol jika kita kembali memahami arti dari Puasa itu sendiri.

Apakah itu Puasa?

Puasa atau saum adalah tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Puasa, sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah, juga dilakukan di luar kewajiban ibadah untuk meningkatkan kualitas hidup spiritual seseorang yang melakukannya. Inti dari maksud dan tujuan puasa itu adalah pengekangan diri dari sebuah keinginan untuk mencapai sebuah tujuan (wikipedia).

Apa syarat Berpuasa?

Syarat sahnya puasa ada dua, yaitu:

1. Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas.

2. Berniat, Niat merupakan syarat sah puasa karena puasa adalah ibadah. Niat puasa ini harus dilakukan untuk membedakan dengan menahan lapar lainnya. Menahan lapar bisa jadi hanya sekedar kebiasaan, dalam rangka diet, atau karena sakit, sedangkan puasa merupakan ibadah.

Mengapa harus berpuasa?

Berikut adalah alasan untuk puasa Ramadhan :

1. Rukun Islam

Puasa adalah salah satu rukun Islam. Islam dibangun diatas lima ( pondasi ) : Syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ( bagi yang mampu ), dan berpuasa di bulan Ramadhan ) (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Perintah Allah

Puasa adalah perintah Allah, dalam Al Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (Q. S. Muhammad: 33).

3. Tanda orang beriman

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Q. S. Al Baqarah :183)

4. Kesempatan mendapat pengampunan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه

“ barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

5. Jalan menuju surga.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“ sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu yang disebut sebagai Ar Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang – orang berpuasa dan tidak ada satupun yang masuk kecuali mereka. Tatkala ada yang menyeru “ manakah orang – orang yang berpuasa ? “ maka merekapun memasuki pintu tersebut dan tak ada yang masuk dari pintu tersebut selain mereka. Hingga apabila mereka telah memasukinya pintu tersebut akan ditutup dan tak ada lagi yang akan memasukinya “ ( HR. Bukhari dan Muslim )

6. Menjauhkan diri dari api neraka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“barangsiapa yang berpuasa satu hari fi sabilillah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 tahun ( perjalanan ) “ ( HR. Bukhari dan Muslim )

7. Bulan yang penuh berkah.

Allah ta’ala berfiman :

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan  (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda  (antara yang hak dan yang bathil ) “ ( Al Baqarah : 185 ).

8. Bulan penuh sejarah.

Selama bulan Ramadhan, banyak terjadi berbagai kemajuan dalam perkembangan sejarah Islam. Misalnya saja seperti perang Badar, perang Ain Jalut, pembebasan Mekah, pembebasan Yerusalem,  dan peristiwa penting lainnya yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Muslim saat itu.

9. Terdapat malam lailatul qadar.

Allah berfirman.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” (Q. S. Al-Qadar : 1-5)

10. Pahala dilipatgandakan di bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

11. Menyehatkan tubuh.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung,dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Selain itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes.

12. Mencegah kemaksiatan.

Firman Allah SWT,  “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka derhaka dan selalu melampaui batasan. Mereka satu sama lain tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat itu. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka lakukan itu.” (Q.S. Surah al-Ma’idah: 78-79 )

13. Melatih kesabaran.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q. S. Az Zumar: 10)

Siapa yang wajib berpuasa?

Syarat wajib ini adalah ketika seseorang mendapati waktu tertentu sehingga timbul kewajiban untuk berpuasa. Syarat mereka yang wajib berpuasa adalah sebagai berikut:

1. Sehat, tidak dalam keadaan sakit.

2. Menetap, tidak dalam keadaan bersafar.

Dalil kedua syarat ini adalah firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Dan barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 185).  Syarat wajib penunaian puasa di sini gugur pada orang yang sakit dan orang yang bersafar. Ketika mereka tidak berpuasa saat itu, barulah mereka qodho’ berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun jika mereka tetap berpuasa dalam keadaan demikian, puasa mereka tetap sah.

3. Suci dari haidh dan nifas

Wanita yang dalam keadaan haidh dan nifas tidak wajib puasa dan wajib mengqodho’ puasanya.

Tips berpuasa untuk anak kecil.

Dari penjelasan manfaat diatas, akan lebih baik jika sedari kecil anak mulai di latih untuk berpuasa. Selain untuk mengenalkan menahan rasa lapar, kita juga bisa mengenalkan berbagai sifat baik, misalnya sabar dalam menahan amarah, mengasihi orang yang kurang mampu, dan meningkatkan keimanan anak-anak.

Bagaimana cara kita membuat mereka bisa memulai puasa pertamanya:
1.Bangunkan saat sahur.

Tidak semua orang tua tega melakukan hal ini di saat anak dikenalkan pada puasa pertamanya, namun membangunkan anak saat sahur mampu mengenalkan makna berpuasa yang lebih maksimal. Selain ia mampu mengenal waktu sahur, ia pun dapat merasakan kebersamaan sebagai umat muslim melaksanakan sahur. Kondisi ini pasti ada rasa mengantuk, sedikit rasa malas untuk bangun, namun bila kita sudah memutuskan untuk mengajarkan anak bangun untuk sahur maka kita sebagai orang tua diharapkan untuk konsisten sedari awal.

2. Tanpa bangun Sahur.

Saat orang tua memutuskan untuk tidak membangunkan sahur dengan pertimbangan tertentu, maka sebaiknya saat anak mulai terjaga dari tidurnya. Ia diajarkan untuk sahur dahulu sebelum berpuasa. Setelah ia makan dan minum, selanjutnya membaca niat berpuasa dan menghentikan aktivitas makan dan minum.

3. Semampu mereka menahan rasa lapar dan haus.

Anak kecil identik dengan keaktifan mereka dalam menjalani aktivitasnya. Mulai dari berlari, bermain, dan bercanda dengan bebasnya. Saat mereka kehabisan tenaga dan merasa lapar atau haus, kita mengajarkan pada mereka hukum sebab akibat. Dimana saat aktivitas terlampau aktif, maka kalian akan merasakan tersebut.

Biarkan mereka mengenali kondisi tubuhnya terlebih dahulu. Perhatikan kemampuannya, bila ia masih bisa menahan, maka lanjutkan puasanya beberapa jam saja.

Namun bila ia sudah merasa tidak mampu, maka batalkan puasanya dengan katakan “ayo berbuka puasa, kemudian nanti puasa lagi ya setelah makan dan minum. Makanya kalau berpuasa harus bisa menahan aktivitas berlari, dan bercanda terlalu kencang karena bisa menyebabkan sangat  lelah dan lapar.” 

Ajarkan anak tetap menjalani puasa kembali, sehingga mereka banyak mengambil hikmah dari setiap perbuatan yang mereka lakukan. Semua pembelajaran yang ditangkap anak kecil bukanlah sekali, namun mereka butuh pengulangan.

Apalagi pada masa anak-anak, mereka suka bereksplorasi dan melakukan hal-hal baru, sehingga kita sebagai orang tua perlu aktif melakukan pengulangan dalam proses belajar dan bersabar menghadapi respon-respon yang muncul dari mereka.

4. Ajak anak berbuka puasa bersama saat magrib tiba.

Di sini anak akan merasakan kebersamaan, dan kebahagiaan saat di meja makan penuh dengan hidangan yang mereka suka, Selain pembelajaran tersebut, mereka akan belajar menghargai makanan dan menjadi anak yang tidak menyia-nyiakan makanan, khususnya pada anak yang mengalami kesulitan makan dan memilih-milih makanan.

Nah, tips diatas semoga bisa bermanfaat ya. Selain untuk mereka belajar, kita pun belajar untuk bersabar dalam mengajarkan anak-anak untuk berpuasa:)

Salam,

Dewi Adikara.

 

Sumber:

https://dalamislam.com/info-islami/alasan-berpuasa

https://muslim.or.id/4097-syaratdanrukunpuasa.html

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"