Tradisi Lebaran: Apakah angpao juga termasuk diantaranya?

Angpao lebaran
Bagikan Artikel ini

Apa saja sih yang menjadi tradisi lebaran saat ini?

Saya katakan “saat ini” karena perubahan zaman ada kalanya sedikit menggeser tradisi yang ada di lingkungan kita. Gimana tidak, salaman saat lebaran sekarang justru bisa diwakilkan dengan video call atau kiriman broadcast, pernah mengalaminya?

1. Tradisi sungkeman.

Kita meminta maaf dengan sepenuh hati kepada kedua orang tua kita. Mereka adalah tangan kanan Allah yang membantu kita sejak kecil. Meskipun terkadang mereka melakukan esalahan, kita perlu segera memafkan mereka dan mengikhlaskannya.

Setiap orang tua, adalah manusia biasa. Mereka tak luput dari kesalahan. Mereka berusaha memberikan yang terbaik disepanjang hidupnya. Jadi momen untuk sungkeman, adalah momen yang sangat perlu diutamakan dalam tradisi lebaran.

Jangan sampai kita mengabaikan, melupakan, bahkan menghilangkan tradisi sungkeman. Bagaimanapun keadaan diri bersimpuh kepada kedua orang tua adalah salah satu bentuk menghormati keberadaan mereka. Walau terkadang mereka tidak mau, namun kita sebagai anak harus berusaha menjalankannya. Mereka, para orang tua telah mengorbankan segalanya, untuk kebaikan anak-anak.

Bagaimana jika kalian sudah menikah? Sebaiknya ajarkan tradisi keluarga pada pasanganm dan perlahan diberi penjelasan mengapa dilakukan hal tersebut. Selain untuk menghomati orang tua, meminta maaf dan menyayangi beliau, kita juga memberi contoh pada anak-anak kita agar menjadi pribadi yang shleh dan sholehah.

2. Ziarah Makam,

Kita ziarah ke makam atau nyekar pada orang-orang yang telah membesarkan kita, mendidik kita dan sanak saudara yang telah meninggal. Pada tradisi ini kita mengirimkan Doa, merawat makam dengan membersihkan dan memberikan bunga agar makam tetap bersih, harum dan tentunya dengan harapan Doa kita diijabah Allah SWT. Jangan sampai kita melalaikannya.

3. Memasak ketupat dan masakan khas lebaran.

Membuat makanan khas lebaran adalah hal yang sangat lumrah dilakukan. Mulai dari membuat ketupat, opor ayam, pak ladeh, dan sebagainya. Namun, jangan sampai terlupa dengan keutamaan menyambut lebaran, dimana sehari sebelum hari raya kita melaksanakan takbiran. 

Jangan sampai karena kesibukan kita di dapur mengurangi pahala kita dalam beribadah. 

4. Menyapkan kue dan sirup untuk Silaturahmi.

Baaaah… Kue dan sirup berserakan nih saat lebaran, Hush…. Bukan berserakan di bawah ya, namun banyak di pajang dari supermarket, minimarket, di pasar bahkan di pinggir jalan, Kue – kue ini akan menjadi tradisi lebaran dengan menjadi hiasan di ruang tamu. Kue ini bisa berupa kue kering nastar, kastengel, lidah kucing putri salju, wafer bahkan kue kaleng lainnya.

Minuman yang khas seperti sirup mulai mewarnai iklan tv dan internet. Selain sirup, minuman kemasan yang memiliki rasa tertentu juga cukup populer saat lebaran sebagai pelengkap silaturahmi.

Selain menjadi suguhan, kue – kue tersebut sering menjadi oleh-oleh saat setiap orang pergi bersilaturahmi ke rumah-rumah kerabatnya. 

Saya ingat saat saya menikah, saya baru merasakan bertamu ke satu kampung untuk bersalam-salaman *maklum anak permahan, jadi tradisi ini pernah saya rasakan saat tinggal diperkampungan.

5. Petasan.

Benda yang satu ini, dapat menjadi sahabat juga dapat menjadi musuh. Nah kalau kembang api dan barang-barang yang tidak menimbulkan bunyi ledakan yang sangat besar, maka bisa menjadi sahabat anak-anak. Kalau yang namanya sudah meledak, tentu kita tidak mau anak kita mengalami terkena petasan, sehingga petasan seringkali dimainkan oleh orang-orang dewasa, 

Jangan lupa ditemani ya saat anak main petasan:) Bagaimapun anak ingin selalu bereksperimen, dan cara berpikirnya masih pendek.

6. Angpao.

Selain membawa oleh-oleh Kue, tradisi berbagi Angpao juga marak di lingkungan masyarakat indonesia. Apalagi sekarang telah banyak orang yang menjual amplop lebaran dengan tampilan yang lucu dan menarik. 

Memberi Angpao dapat menjadi istimewa bagi pemberi dan penerimanya. Syarat keutamaan pada tradisi ini adalah memberi shadaqah dan mampu membawa pahala bagi pemberinya bila dilengkapi dengan hal-hal berikut;

a. Disertai dengan rasa ikhlas.

Yaitu dengan cara kita tidak membahas kembali apalagi menyinggung-nyinggung isi dari pemberian.

b. Menjadi tauladan bagi penerimanya.

Sikap yang bisa kita sertai saat memberi angpao adalah dengan memberikan nasehat yang baik.

Misalnya seperti: “karena kamu sering bantu nenek, kamu mendapat rejeki ini dari Allah” atau “gunakan untuk ke[erluan sekolan ya, agar makin pintar”

c. Adil.

Saat kita memberi angpao, keadilan kita adalah bukan dengan penyerataan jumlah nominal angpao tersebut, namun kita mampu memilah berdasarkan usia dan tingkat  pendidikannya.

Misalnya: Anak SD: 20,000, SMP: 30,000 ,SMA: 40,000 Kuliah: 50,000. Selain dari perbedaan jumlah nominal dari pendidikannya, kita juga harus melihat kemampuan orang tersebut, misalkan kita menambahkan pada orang yang kurang mampu, Dan satu hal lagi, kita perlu membalas budi pada orang -orang yang berbuat baik pada kita. Membalas budi di sini maksudnya adalah salah satu  caranya dengan memberikan Angpao pada anak-anak mereka, atau bisa juga parcel.

7. Ucapan Idul Fitri dan permohonan maaf.

Tradisi ini rasanya muali ada sejak komunikasi semakin mudah oleh kecanggihan teknologi. Menuliskan kata maaf tidak selalu dari kita yang berusaha berpantun atau membuat sajak-sajak indah, namun broadcast massage (BC) saat menjelang hari rasa semakin ramai khususnya di dunia maya. Tak heran saat itu, provider gencar menggalakkan produknya anti lelet. Kamu apa termasuk pengirim BC untuk berucap maaf dan selamat Idul Fitri?

BC

Rasanya ulasan saya mengenai Tradisi Lebaran masih seputar hal-hal di atas, sahabat mau menambahkan kembali?

Yuk sharing di kolom komentar, terimakasih:)

 

Salam.

Dewi Adikara.

Terimakasih sudah membaca, yuk menulis komentar agar saya bisa lebih mengenal teman-teman dan bw balik. Mohon tidak menaruh link pada komentar ya, jika ada link maka otomatis "delete"