Sahabat Blogger

“Mari saling berbagi kebaikan”

Selain bermanfaat untuk orang lain, juga sebagai pengingat diri

Liburan sekolah masih lanjut…!

Siapa nih yang mulai kebingungan Berat Badannya makin naik?

Lah bagaimana mau kurus kalau hari-hari liburan, diisi dengan makan kue sisa jamuan lebaran di rumah atau makan jajanan seperti pentol, kripik dan camilan lainnya?

Alasannya klasik sih,  enggak mau makan nasi putih karena kawatir gendut. Atau… lebih hemat beli pentol dari pada beli nasi padang.

Duh… duh… ada yang salah pemahaman nih kalau begini.

Nyemil-nyemil apalagi makan pentol memang uenaaak… saya pun suka, tapi kalau cara makan ini jadi kebiasaan, bisa jadi eggak hanya perut yang membuncit tapi lemak-lemak bagian tubuh lainnya juga ikut menumpuk.

Bahkan cara makan yang salah menjadi sumber penyakit loh.

Sudah banyak yang paham kok kalau teori ini, tapi tetap aja dilakuin. Trus kalau ditanya, kebiasaan ini bisa bikin sakit, pasti enggak ada yang mau kan?

Saya berkali-kali coba ubah cara hidup, salah satunya adalah pola makan, cara duanya olahraga, yang sampai saat ini juga masih belum konsisten, Siapa tahu dengann saya ulas, teman-teman bisa lebih konsisten dari saya.

Jangan lupa ingatkan kalau saya, kalau  lagi makan pentol ya…! Hihihi…

Pertama,

1. Porsi makan lebih sedikit dan memperhatikan asupan gula

Kita enggak usah langsung lempar piring tahan lapar supaya perut jadi ramping. 

Coba mengubah kebiasaan makan, dimulai dari mengurangi porsi makan. Sebenarnya metabolisme tubuh kita itu bisa bekerja dengan maksimal dalam kurum waktu 3 jam, untuk mencerna dan kembali menikmati makanan berikutnya.

                                    <img width="300" height="200" src="https://sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/gula-300x200.jpg" alt="" srcset="https://i1.wp.com/sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/gula.jpg?resize=300%2C200 300w, https://i1.wp.com/sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/gula.jpg?resize=768%2C512 768w, https://i1.wp.com/sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/gula.jpg?w=960 960w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />                                            
    <p>Selain mengurangi porsi makanan, kita perlu memperhatikan asupan gula.

Gula adalah salah satu unit karbohidrat yang paling sederhana. Ada dua macam gula dalam makanan, yaitu glukosa dan fruktosa

Glukosa ini bisa segera digunakan sebagai energi atau disimpan dalam sel otot atau hati sebagai glikogen untuk digunakan selanjutnya. Dalam keadaan normal, pankreas menghasilkan insulin yang berfungsi untuk mengangkut gula darah ke dalam sel-sel tubuh.

Saat terlalu banyak gula dalam darah, insulin akan mengangkut gula darah ke dalam sel sehingga kadar gula darah tetap stabil. Sementara itu, fruktosa berbeda dengan jenis gula lainnya karena memiliki jalur metabolisme yang berbeda.

Fruktosa ini bukanlah sumber energi yang disukai otot dan otak. Sebab, fruktosa hanya dimetabolisme di hati oleh enzim fruktokinase dan bersifat lipogenik, yaitu memproduksi lemak untuk tubuh.

Sebagian besar makanan pada dasarnya mengandung glukosa, fruktosa, atau bahkan keduanya. Kedua jenis gula ini sama-sama menjadi sumber energi utama untuk tubuh, yang dapat ditemukan secara alami pada buah dan sayuran segar.

Golongan biji-bijian lebih banyak mengandung glukosa ketimbang fruktosa. Contohnya adalah roti, makanan ringan seperti keripik dan kerupuk, oatmeal instan, sereal, granola, dan pasta.

Sementara itu, fruktosa lebih dikenal sebagai gula buah karena banyak terdapat pada buah-buahan.

Fruktosa menimbulkan rasa yang lebih manis ketimbang jenis gula lainnya. Sumber alami fruktosa lainnya juga terdapat pada madu dan sayuran.

Saat kita makan makanan sumber karbohidrat, fruktosa tidak akan merangsang produksi insulin layaknya glukosa. Itu sebabnya fruktosa yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat mengendalikan kadar gula darah Anda.

Untuk fruktosa hanya bisa di metabolisme di hati dalam batas takaran tertentu, sehingga sisanya akan menjadi tumpukan lemak di perut. 

Walaupun secara keseluruhan glukosa lebih sehat daripada fruktosa, Kita tetap perlu membatasi asupan kadar gula harian dari makanan yang mengandung tinggi gula. Hal ini bertujuan agar Anda terhindar dari berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. 

Mulai dari sekarang kurangi asupan gula ya:)

Selanjutnya,

2. Memperbanyak makanan berserat

Mengapa serat menjadi salah satu cara mengecilkan perut?

Karena serat dapat memperlambat penyerapan makanan, sehingga membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Pola makan yang tinggi serat, disertai dengan asupan karbohidrat mampu mengurangi berat badan.

3. Minum Air putih setiap jam

Teorinya kita diharuskan minum minimal 8 gelas sehari.

Kenyataannnya?

Kita tidak pernah benar-benar memperhatikan berapa gelas yang kita minum setiap hari.  Ada cara mudah sebenarnya, yaitu dengan menyiapkan botol di sebelah kita. siapkan dua botol dengan memperhatikan jumlah ml. 

Untuk 8 gelas sehari bisa di  wakilkan dengan 2 botol air mineral yang ukuran 1,5 L. Cara minumnya? Lakukan setiap jam.

Saat botol habis, teman-teman bisa menambah air mineral lagi, paling tidak jumlah minimal kita minum jadi lebih terkontrol:)

4. Menghindari Stress

Stress dapat meningkatkan hormon kortisol yang jika berlebihan akan meningkatkan nafsu makan. Akibatnya akan terjadi penimbunan makanan di tubuh. Kalau mau mengurasi stress coba dengan cara Meditasi dan Yoga.

Selain kedua cara itu, kita lakukan dengan menata waktu jam tidur kita. Jam tidur yang tidak konsisten, bisa membingungkan sirkadian tubuh dan memicu tubuh melepaskan hormon yang bisa menimbun lemak.

                                    <img width="300" height="200" src="https://sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/meditation-300x200.jpg" alt="" srcset="https://i2.wp.com/sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/meditation.jpg?resize=300%2C200 300w, https://i2.wp.com/sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/meditation.jpg?resize=768%2C511 768w, https://i2.wp.com/sahabatblogger.com/wp-content/uploads/2019/06/meditation.jpg?w=960 960w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />                                            
    <h3>5. Konsumsi makanan dan minuman Probiotik</h3><p>Bakteri probiotik memiliki manfaat bagi kesehatan, khususnya kesehatan usus dan menjaga sistem imun. Sebuah penelitian mengungkapkan, berbagai jenis bakteri berperan dalam mengatur berat badan sekaligus mengurangi lemak perut.

Kombinasi makanan probiotik dengan makanan kaya serat dapat membantu kesehatan kita. Contoh makanan atau minuman yang mengandung probiotik seperti Kimchi, Yogurt, Tempe, Kefir, dll.

Selain dengan makanan, kita bisa memenuhi probiotik dengan mengonsumsi suplemen dan minuman probiotik yang banyak beredar di pasaran.

6. Konsumsi ikan berlemak

Kandungan lemak pada ikan adalah lemak yang sehat. Ikan yang berlemak memiliki protein berkualitas dan lemak omega-3 yang bisa melindungi tubuh dari penyakit.

Lemak omega-3 dapat membantu mengurangi lemak perut.

Ikan berlemak adalah seperti salmon, makarel, sarden, dan lainnya. Anjuran yang baik konsumsi 2-3 porsi ikan berlemak per minggu.

7. Olahraga

Ga ada ceritanya, tips untuk mengecilkan perut tanpa olah raga. 

Sebenarnya bisa sih, kalau kalian menjadi kurus tanpa olah raga, tapi yang pasti kurusnya jadi buat wajah dan tubuh kalian kurang segar, bahkan tubuh menjadi bergelambir karena kulit yang tidak kencang.

Beberapa teknik untuk mengecilkan perut adalah dengan melakukan olah raga sit up atau push up.

Disiplin melakukan olahraga rutin setiap hari, akan menghilangkan perut buncit. Olahraga ini bila dilakukan saat pagi dapat membantu mengontrol nafsu makan. Saat mulai lapar, konsumsilah makanan yang sehat dan menunjang program mengecilkan perut.

Baca juga: Olah raga menurunkan berat badan

Bagaimana sahabat, apa ketujuh hal diatas sudah pernah kalian jalani?

Jangan lupa sesuaikan dengan aktivitas keseharianmu ya. Semoga bermanfaat:)

Salam,

 

Dewi Adikara.

referensi:

https://hellosehat.com

https://doktersehat.com