Sahabat Blogger

“Mari saling berbagi kebaikan”

Selain bermanfaat untuk orang lain, juga sebagai pengingat diri

Assalamualaikum sahabat, Lebaran Idul Adha kali ini kalian pulang kampung tidak? Wah, pasti besok menjadi hari raya yang begitu menyenangkan ya jika kalian bisa berkumpul dengan keluarga. Bagi teman-teman yang tidak bisa pulang jangan bersedih hati ya. Makna Idul Adha akan masih terasa kok. Apa aja sebenarnya ya?

Pasti sahabat merindukan momen bersama keluarga, namun jika pekerjaan atau hal lain yang membuat kalian tidak bisa pulang, jangan sampai membuatmu berkecil hati.Kita bisa melakukan hal besar di hari raya Idul Adha ini yaitu dengan berbagi dengan sesama.

Artikel menarik tentang: Asus Vivobook 13 Slate OLED Impian Baru Single Fighter!

Sebelum kita mengenal tradisi Idul Adha, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya Idul Adha itu?

Mengenal Idul Adha

Idul Adha adalah salah satu Hari Raya umat Muslim selain Hari Raya Idul Fitri. Hari raya ini memperingati adanya peristiwa Kurban bentuk wujud kepatuhan Nabi Ibrahim AS terhadap perintah Allah SWT. Dimana beliau mengorbankan putranya, namun Allah telah menggantinya dengan seekor kambing putih bersih. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 10 di bulan Dzulhijjah.

Idul Adha adalah momen yang luar biasa bagi seluruh umat. Karena pada lebaran ini, semua umat muslim melaksanakan ibadah Haji dan juga Ibadah Kurban dengan cara berbagi Hewan Kurban yang insyaAllah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Selain memperingati peristiwa di atas, Idul Adha adalah salah satu cara untuk bertakwa kepada Allah SWT, peduli terhadap sesama dan juga membersihkan sebagian harta kita.

KH Ahsin Sakho dalam buku Oase Alquran: Petunjuk dan Penyejuk Kehidupan menjelaskan bahwa penyembelihan qurban bukan tujuan utama dalam ibadah yang satu ini. Sebab Allah tidak membutuhkan daging dan cipratan darah hewan yang dikurbankan. Yang Allah butuhkan setelah seseorang berqurban, kata KH Ahsin, adalah terciptanya hati yang penuh ketakwaan kepada Allah yang berimbas pada seluruh aspek kehidupan. Inilah agama yang benar, hanif, dan diridhoi Allah. Inilah Makna Idul Adha yang sebenarnya dapat kita rasakan.

Baca juga yuk: Penghargaan Muzakki Istimewa Award untuk JNE

Tradisi 8 tahun terakhir

Delapan tahun terakhir Dewi adalah usia pernikahan Dewi, mulai dari tradisi yang berada di rumah orang tua, kemudian di rumah mertua, bahkan di rumah sendiri saat mulai hidup mandiri bersama keluarga kecil, kami merasakan “pengalaman berbagi yang sama” dari seluruh umat Muslim. Baik dari Perangkat RT, dari tetangga yang memiliki kemampuan lebih untuk berbagi kepada lingkungan sekitarnya, bahkan dari orang-orang terdekat yang ikut berbagi kepada semua orang di sekitarnya, termasuk keluarga kecil seperti saya, anak kos, asisten rumah tangga, pekerja jalanan, dan sebagainya.

Makna dan Tradisi Idul Adha di daerah 8 tahun terakhir

1. Maraknya pedagang Kurban di pinggir jalan.

Tradisi di lingkungan sekitar Dewi, khususnya Sidoarjo tidak berbeda dengan lainnya. Yang mana mendekati bulan Dzulhijjah, kita bisa melihat di sepanjang jalan orang-orang mulai membuka dagangannya baik sapi, kambing dan juga domba. Ketiga hewan ini, mayoritas menjadi Hewan Kurban di daerah Dewi.

Berbeda dengan keadaan dua tahun kemarin lalu, selama pandemi warga membeli hewan kurban secara online. Beruntungnya internet provider IndiHome yang menjangkau ke seluruh daerah, membuat masyarakat lebih mudah berkoordinasi secara online, untuk tetap menjalankan ibadah Kurban.

Mereka bagi yang mampu akan membeli hewan Kurban ini, sedangkan bagi mereka yang masih memiliki finansial terbatas, masih bisa berbagi kok, caranya adalah dengan cara sistem kelompok untuk membeli hewan yang sama.

2. Tradisi Toron bagi masyarakat Madura

Beberapa teman berdarah Madura yang sama seperti Dewi, biasanya menjalankan tradisi Toron. Tradisi toron adalah artinya pulang kampung, dimana mereka yang merantau ke berbagai kota akan kembali ke Pulau Madura saat Hari Raya ini untuk bersilaturahmi dan merayakan pembembelihan hewan Kurban bersama saudara di daerah kampung halamannya. Berbeda dengan Dewi yang berdarah Madura, tidak pulang ke sana,  karena orang tua Dewi tinggal di Sidoarjo. Kakek Nenek di Madura sudah meninggal, sehingga kami ke sana khususnya untuk ziarah ke makam.

Dewi yang mendapatkan suami berdarah Jawa dan suka traveling, membuat kami akhirnya sering ke Madura walau hanya sekadar kuliner.

Cerita tentang: SEO Moms Community sharing session

Sebelum menikah, kami pasangan tidak mudah untuk bepergian berdua. Meskipun hubungan kami terhitung lama yaitu sejak berseragam putih abu-abu, namun kami mampu mempertahankan Budaya Timur yang menjaga adat masing-masing. Sepuluh tahun hubungan muda mudi kami saat itu sering putus nyambung dengan hal-hal kecil seperti sinyal internet yang belum support di daerah-daerah tertentu. Hehehe…. Setelah menikah layaknya IndiHome dari Telkom group yang selalu setia dan akses internet cepat, ,alhamdulillah kesetiaan kami membina rumah tangga selalu bertahan di setiap ujian yang kami lalui.

Beruntungnya zaman setelah kami menikah, kami terbantu sekali dengan kemajuan teknologi. Sehingga kami bisa dengan mudah terhubung komunikasi dengan saudara di segala penjuru. Terbukti kami menggunakan layanan IndiHome sejak tahun 2016 tepat saat kami memutuskan hidup mandiri dan memilih layanan internet terpercaya agar kami bisa tetap terhubung walau terpisah rumah.

3. Tradisi Penyembelihan Hewan Kurban

Setelah melaksanakan Salat Id, umat muslim akan berkumpul untuk melakukan penyembelihan Hewan Kurban. Umumnya kegiatan ini dilakukan di masjid ataupun Musholla. Mereka akan saling bahu membahu membagi tugas. Para lelaki dan anak muda yang melakukan penyembelihan sesuai syariat Islam, sedangkan para Wanita akan memotong dan memilah daging-daging. Kemudian mereka akan menimbang berat sesuai dengan ketentuan berat dalam kilogram untuk dibungkus-bungkus dan siap disebarkan.

Sebelum menikah Dewi sering ikut ayah yang berprofesi dokter Hewan, untuk memantau mulai dari proses pemilihan hewan ternak yang sehat hingga proses penyembelihan. Pada tradisi penyembelihan wajib dilakukan dengan syariat islam, dan oleh lelaki yang sudah baligh.

4. Tradisi membagikan Daging Hewan Kurban

Setelah daging-daging terpotong dan terbungkus rapi. Mereka dengan segera membagikan daging ini ke orang-orang yang membutuhkan, juga bagi mereka yang berhak mendapatkannya sesuai syariat Islam.

Nah, itulah Tradisi Idul Adha 8 tahun terakhir di daerahku. Kalau sahabat bagaimana tradisi di daerah kalian?

Salam,

Dewi Adikara

Referensi:

https://www.kompasiana.com/nabilasuha/62c263ebbb448639f40ba683/10-tradisi-perayaan-idul-adha-penuh-makna-dari-berbagai-daerah-di-indonesia

https://www.republika.co.id/berita/qwa0qv430/tujuan-ibadah-qurban-dalam-islam