Sahabat Blogger

“Mari saling berbagi kebaikan”

Selain bermanfaat untuk orang lain, juga sebagai pengingat diri

Menulis yuk, abadikan ceritamu menjadi sebuah kenangan yang tak kan pernah terlupakan. Apalagi nih, kalau kita sudah tua mudah lupa maka kegiatan menulis ini sangat membantu sekali dalam me-remind catatan-catatan atau moment-moment berharga yang pernah terjadi dalam sebagian hidup kita.

Tulisan ini tercipta, saat Dewi melihat betapa antusiasnya para calon peserta yang akan hadir dalam pertemuan “menulis yuk!” yang juga merupakan acara launching buku Supoort System dari buku antologi yang Dewi inisiasi bersama teman- teman.


Terima kasih sebesar-besarnya pada Founder dan tim Filosofi Sidoarjo, owner Banyumili Cafe dan juga para peserta yang hadir dalam acara pada hari Sabtu, malam minggu. Malam yang sebenarnya sering digunakan untuk para pemuda untuk malam mingguan, eh menjadi digunakan untuk belajar.

Wah, wah, enggak akan menyesal kok, dari sini harapan kita akan menjadi pribadi yang makin cerdas dalam berliterasi. Apalagi saat ini tulisan menjadi senjata dalam komunikasi dimanapun dan kapanpun. Siapa tahu nanti dari tulisan juga kamu akan merebut hati calon mertua, *eaaaa…

Bercanda ya! Jelas calon mertua enggak hanya melihat kegombalanmu, tapi seberapa tangguh dan tanggung jawabnya dirimu dalam menghadapi dunia. Wuih… dalem wes!

Balik lagi ya ke Poster!

Pada acara kali ini Dewi menggandeng mbak Ribka Imari, yang merupakan salah satu kontributor dari buku Supoort System.

Mbak Ribka Imari, salah seorang teman Dewi yang dari awal ikut event yang pertama kali Dewi PJ-kan yaitu buku the Jungkir Balik Moments. Kalau kalian penasaran nih, ada kok artikel resensi buku nubar rumedia the jungkir balik moments.

Sebenarnya untuk apa sih kita menulis?

Untuk apa menulis? Sahabat bisa mengklik artikel itu ya. Dari bacaan tersebut, alasan mana yang kalian pilih? Dengan kita memahami untuk apa menulis, setidaknya motivasi kita untuk memulai sebuah tulisan akan menjadi lebih mudah untuk eksekusi.

Tantangan dalam menulis?

Ya pasti adalah, apalagi bagi para mama-mama muda yang dengan segudang kesibukan merawat anak, membangun rumah tangga harmonis, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bahkan beberapa sambil harus berkarir di luar rumah, tentu memulai untuk menulis itu bagaikan hanya sebuah mimpi.

Apa saja sih tantangan yang sering terjadi?

Lalu bagaimana dong? Mungkin sahabat perlu membaca artikel tentang cara menulis buku untuk pemula.

Kesibukan

Bagi para pelajar, menulis mungkin sudah makanan sehari-hari. Apalagi menulis surat cinta pelajaran. Tapi apa benar ide pribadi apa sudah pernah diungkapkan? Apalagi menjadi sebuah buku?

Bagi para pemuda-pemudi, apakah kesibukanmu menyita waktumu untuk menulis? atau mungkin sudah punya segudang tulisan namun masih saja tidak yakin untuk menjadikannya sebuah buku atau jurnal dalam digital?

Bagi Bagi para Mahmud alias mama muda, Mau buka Laptop saja, selalu keduluan sama sutil dan setrika. Mau mulai mengetik saja, keduluan deh sama panggilan sayang suami, atau rengekan manja si anak. Saat benar-benar ada waktu untuk menulis, eh-eh ternyata malah kejadian nih, blokade-blokade apa tuh …? Nah iya, writer’s block!

Writer’s Block

Siapa yang pernah mengalami Writer’s block? Makanan apa tuh?

Itu loh kondisi dimana penulis merasa kehabisan ide dalam menulis. Kondisi ini wajar kok terjadi, bahkan J.K.Rowling pun pernah mengalaminya saat menulis bab 9 buku Harry Potter and The Goblet of Fire. Jadi sahabat, enggak perlu cemas.

Perangkat

Nah tantangan lainnya ada lagi nih. Enggak hanya sebuah kesibukan loh ternyata, tapi piranti alias perangkat yang kita gunakan tuh juga kadang-kadang engga bersahabat dengan kita. Entah ada kejadian tidak terduga lah, karena rusak atau hilang, atau hal-hal yang tidak dapat kita prediksi sebelumnya.

Ada pula yang yang masih mengalami keterbatasan dalam memiliki perangkat pendukung tersebut. Misalnya dalam pembuatan buku solo, membutuhkan dana yang tidak sedikit atau membutuhkan media menulis lainnya.

Selain kesibukan, perangkat pendukung, apalagi yo kira-kira?

Nantikan tulisan Dewi selanjutnya tentang menulis:)


Referensi:

Resensi Buku Nubar Rumedia “The Jungkir Balik Moments”

https://www.sehatq.com/artikel/writers-block-bisa-terjadi-pada-penulis-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya