Sahabat Blogger

“Mari saling berbagi kebaikan”

Selain bermanfaat untuk orang lain, juga sebagai pengingat diri

Bagikan Artikel ini

Di zaman digital begini, beruntung banget kita bisa menjadi orang yang lebih bijak. Tiap mau order barang, selalu cek ulasannya dulu. Setelah itu, checkout dan bayar. Sama halnya dengan memeluk buku, kita bisa cek resensi buku bahagia bersama dengan JNE sebelum memeluk buku itu.

Wah, wah … memangnya apa kaitannya buku dan JNE? Hmm, jangan-jangan karena abis checkout lalu kita pilih pengiriman terpercaya dan yang kita pilih JNE?

Enggak, bukan karena itu juga…. Pertama, Dewi pun bingung saat melihat buku, melihat Kang Maman dan Mice, apalagi lihat JNE. Ada kaitan apa 3 hal yang menarik semua ini?

Sebelum sahabat membaca lebih banyak Resensi buku “Bahagia Bersama” kita coba cari tahu dahulu 3 hal menarik ini.

3 Hal Menarik melebur jadi satu

  1. Buku, sebuah benda yang hampir setiap hari kita pegang. Buku bisa bermacam-macam jenisnya. Buku anak-anak, buku novel, buku komik, buku kitab, buku tabungan benda ajaib yang bikin senyum kalau angka nol bekalangnya banyak berisi saldo, buku pelajaran, buku laporan, dan sebagainya. Yang jelas, tidak ada hari tanpa buku. Buku nota pun bisa jadi makanan sehari-hari teman-teman yang berdagang jual beli online. Tidak dipungkiri buku adalah salah satu benda yang memiliki daya tarik, bukan?
  2. Kang Maman dan Mice, siapa yang enggak kenal mereka. Seorang penulis tenar dan juga kartunis yang kocak dalam mengekspresikan setiap guratan pencilnya. Tepat di tanggal 7 September 2021 lalu, Mereka bersama Melanie Subono, Ivan Gunawan, Andy F.Noya serta presiden Direktur Bpk.M.Feriadi Soeprapto mendeklarasikan Hari Bahagia Bersama sekaligus launching buku.
  3. JNE. Jasa pengiriman ini, siapa yang enggak pernah menggunakan? Zaman dagang online belum rame kayak cilok di pinggir jalan, JNE sudah hadir membantu banyak orang mengirimkan paket di seluruh nusantara. Dari buku Bahagia Bersama, Dewi makin yakin JNE memang pilihan yang tepat untuk pengiriman segala barang dagangan Dewi.

Rasa Bahagia

“Yakin kamu bakal bahagia sama si dia?” sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan salah seorang sahabat saat aku menceritakan akan menerima ajakan menikah dari calon suamiku. Aku ingat saat itu, juga ada lelaki yang sedang PDKT denganku. Memang keduanya cukup membuatku bingung. Namun, ternyata dari rasa yang sebenarnya berada dalam relung hati, akhirnya aku berkata “yakin”.

Aku ingin tenang, itulah caraku mendapatkan kebahagiaan saat itu. Bagiku, menikah dengannya, hidupku akan menjadi lebih tenang. Sebuah hal yang tidak aku sukai, pun tidak disukai olehnya. Poin penting, yang akhirnya membuat biduk rumah tangga kami tidak memunculkan masalah yang berarti terkait hal itu.

Saat sudah berumah tangga, nyatanya ada kebahagian-kebahagiaan yang muncul dan terus bertambah. Banyak hal yang sebenarnya bisa membuat bahagia. Terutama rasa syukur pada apa yang sudah ada disekeliling kita. Dengan mengetahui apa yang kita miliki, dan tidak terus memandang ke atas.

Terlalu banyak melihat keadaan yang dirasa lebih baik dari kita, bisa menimbulkan rasa tidak pernah puas dengan apa yang sudah kita miliki. Padahal, belum tentu juga keadaan orang lain lebih baik dari pada kita. Ingat, rumput tetangga selalu lebih baik.

Bahagia itu, bisa kita ciptakan. Kita tidak perlu menunggu dibahagiakan orang lain.

Dewi Adikara

Rasa bahagia itu bisa kita tumbuhkan sendiri. Cara pertama, cobalah memulai membuat senyuman di wajah. Lakukan selama 10 detik, lakukan seperti Mr.Bean. Inget ya, film legendaris ini, mr.bean yang rajin tersenyum jika melihat orang lain, hihihi. Lakukan senyuman itu, mungkin hati kecilmu akan berkata, kayak orang gila saja. Namun, yakin deh. Dengan melakukan senyuman mandiri seperti itu, secara tidak langsung gelitik-gelitik pikiran yang menentang cukup membuat kita merasa lebih nyaman dari pada kita sedang cemberut.

Baca juga tips berikut yuk: Cara menulis antologi versi Dewi Adikara

Cara kedua, menyapa orang-orang di sekitar kita. Menyapa, bukanlah mengobrol panjang. Menyapa dengan sedikit senyuman akan menyalurkan energi positif kita pada orang lain.

Cara ketiga, adalah disaat kita memberi sebagian benda yang kita miliki pada orang yang tepat. Mengapa dibilang orang yang tepat?

Begini kisahnya, jika kita punya sedikit rezeki, lalu kita tiba-tiba memberi pada orang yang membenci kita, belum tentu ucapan “terima kasih” yang akan kita dapatkan. Bisa-bisa malah kata “kurang ajar” *dipikir kita merendahkan dia jiaah….. tapi,sebenarnya kalau kamu adalah orang yang terus berjuang untuk menegakkan silaturahmi dan berdamai. Cara ini juga ampuh untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik.

Kita berbagi pada orang-orang yang membutuhkan. Saat kita menyalurkan sebagian rezeki kita, selain mendapatkan pahala kita pun akan merasakan sensasi rasa bahagia karena orang tersebut merasa senang atas apa yang telah kita beri. Tak jarang beberapa dari mereka pun memberikan doa pada kita, dan jangan lupa “Amin” kan lah setiap doa yang terucap dari mereka. Siapa tahu doa-doa tersebut yang akan mengantarkan terwujudnya impian dan keingin yang kita harapkan dari dulu.

Buku Bahagia Bersama

JNE meluncurkan buku berjudul “Bahagia Bersama”. Awalnya Dewi mengenali buku ini dari acara deklarasi Hari Bahagia di tanggal 7 September lalu. Kemudian dilanjutkan sesi sharing oleh Kang Maman bertajuk “Asyiknya Nulis yang Asyik ke2” di tanggal 8 Oktober, membuat Dewi semakin penasaran untuk menyelesaikan membaca buku Bahagia Bersama.

Ternyata tagline dari JNE yakni “Berbagi, Memberi, Menyantuni” bukan sekadar ucapan belaka. Lewat buku ini, Dewi mengetahui bagaimana JNE secara konsisten mengamalkan ketiga hal ini. Berbagai cara bisa kita pelajari dalam buku ini. Beragam kisah mulai dari cerita jenaka, menyenangkan bahkan yang membuat haru semua mengandung nilai-nilai untuk saling berbagi, memberi dan menyantuni.

buku bahagia bersama JNE

Bahagia bisa datang dengan tiba-tiba. Bahkan keusilan orang lain jika kita hadapi dengan senyuman tuh bikin makin happy. Siapa kira salah satu pelawak, bernama Komeng yang terkenal di Indonesia ini, punya cara membahagiakan orang lain dengan cara yang unik.

Tentang: Kartini Zaman Now Nubar yang menarik

Resensi Buku Bahagia Bersama

Penerbit: PT Grasindo, Anggota IKAPI, Jakarta.

Penulis     : Kang Maman

Kartunis   : Mice Cartoon

Editor       : Kang Maman, Trian, Nurhasanah

ISBN         : 9786020528380

JNE berbagi, memberi, menyantuni

Di Bab Awal diawali dengan tema “Berbagi TIdak Mengurangi”. Mungkin istilah ini sudah sering kita dengar, tapi ulasan kang Maman dalam buku ini sangat berbeda. Dimana, kita semakin sadar bahwa kisah-kisah yang dipaparkan buku ini sangat nyata. Salah satunya kisah yang digambarkan oleh Mice Cartoon dengan judul “Gorengan termahal di dunia”.

Artikel lainnya: Resensi Buku Nubar Rumedia “The Jungkir Balik Moments”

Di Bab Kedua, kita diingatkan oleh JNE bahwa berbisnis tidak boleh melupakan ajaran agama, agar berkah selalu diraih. Banyak gambaran yang dilakukan secara konsisten oleh JNE, dimana kalian akan menemui nama-nama dari H.Soeprapto Suparno (alm), Mohamad Feriadi, Hui Chandra Fireta, dan Edi Santoso. Siapakah gerangan? Mereka adalah tokoh-tokoh inspiratif yang terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Di Bab Ketiga, kita diingatkan tidak hanya berzakat, namun peduli terhadap karyawannya adalah sebuah nilai yang sangat berharga. Berbagai cerita menginspirasi bisa teman-teman temukan disini, dimana semua adalah based on true story.

Salah satu tulisan yang kuat terekam, adalah tulisan salah seorang karyawan JNE yakni mbak Ratna Sari. Ia menjadi seorang karyawan di tahun 2007 dan sekarang sudah menjadi Branch Manager JNE Kendari. Dalam tulisannya, ia menjadi saksi bagaimana JNE memiliki nilai-nilai luhur di dalam bisnisnya. JNE memberikan aksi nyata tentang kepedulian.

Berbagi dengan fakir miskin dan anak yatim serta berbagai aksi sosial lainnya sudah menjadi ciri JNE dan terasa sebagai sesuatu dalam ekosistem perusahaan.

Buku Bahagia Bersama, benar-benar sangat membawa manfaat dan menginspirasi. Dimana teman-teman bisa mendapatkan buku ini? Kalian bisa dapatkan secara offline di toko buku Gramedia dan juga secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di tokopedia dan Shopee.

JNE Berbagi, Memberi, Menyantuni

Tepat tanggal 21 November 2021, JNE menginjakkan usianya 31 tahun. Sebuah usia dewasa terhadap segala pencapaiannya. JNE tidak pernah meninggalkan nilai-nilai yang sedari awal dengan tujuan “Connecting Happiness”. Ia bertekad menghubungkan kebahagiaan antara pengirim dan penerima paket dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

JNE mengakar dengan mengakar dengan kuat pada nilai-nilai berbagi, memberi, menyantuni anak yatim dan kaum duafa, orang-orang yang tidak berdaya secara ekonomi maupun sosial. Sejalan dengan pernyataan Direktur Utama JNE, Mohamad Feriadi, bahwa mencari pahala tidak hanya di panti asuhan atau tempat ibadah dan tidak harus menunggu momen tertentu. Berbagi sebaiknya dilakukan sebisa dan sesering mungkin.

JNE perusahaan yang menjunjung tinggi nilai berbagi, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR-Corporate Social Responsibility). Dengan sigap, JNE menangkap “peluang” untuk membantu banyak orang, memberi, berbagi dan menyantuni. Bahkan Mitra atau agen JNE tidak ketinggalan diberi amanah untuk patuh mengeluarkan dan menyalurkan zakat.

Selain menjunjung kebinekaan, karyawan dan mitra “ditantang menjaga amanah, jujur, dan terbiasa berbagi tanpa perlu diawasi lagi.

MasyaAllah, nilai-nilai yang begitu mengakar dan terus menancap di seluruh bagian-bagian yang terlibat di JNE, kita pun bisa ikut berpartisipasi dengan menggunakan jasa pengiriman ini. Bisa juga dengan cara menyapa dengan senyuman pada petugas-petugas JNE. Semoga makin sukses JNE dengan nilai- nilainya yang terus menginspirasi.

Salam,

Dewi Adikara