Sahabat Blogger

“Mari saling berbagi kebaikan”

Selain bermanfaat untuk orang lain, juga sebagai pengingat diri

Assalammualaikum sahabat…!

Pernah enggak sih kalian ngerasa boring di rumah?

Padahal di rumah kita itu ada para bocah, seliweran sana-sini. Mereka aktif dan rame, kadangkala bikin isi rumah berhamburan kesana dan kemari?

Untungnya saya sudah mengajarkan si anak untuk bertanggung jawab atas mainannya. Seandainya anak mau main jadi mereka harus mampu merapikannya kembali.

Walaupun begitu tetaplah saya pantau, namanya anak masih belajar, kalau ada yang ketinggalan di sana sini, sudah jadi tanggung jawab si bunda nih untuk mengembalikan pada tempatnya, jadi bilang sama si kecil “ayo beresin mainan, sambil bunda bantuin ya….”

Nah, saat boring hadir di kehidupan si ibu, bagaimana cara mengatasinya?

Baca juga: Tips Fotografi

Bagaimana kalau rasa boring itu kita alokasikan menjadi hal yang menyenangkan?

Apalagi kegiatan itu bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi perkembangan si kecil?

Yuk bermain dengan mereka. Permainan apa sih yang bisa kita mainkan di rumah?

Permainan yang bisa membantu tumbuh kembang si kecil, karena mereka butuh banyak stimulasi untuk meningkatkan keterampilannya.

Beberapa keterampilan untuk anak perempuan juga sudah di jabarkan di blog teman blogger saya, bunda Eni loh.

Apa saja coba permainan edukatif untuk anak perempuan yang bisa dilakukan dirumah?

Simak deh permainaannya di sini:

1.Bermain boneka.

Bermain boneka, bisa kita arahkan dengan memberikan nama pada boneka, dan setting cerita. Sehingga ia bisa bermain peran dari boneka tersebut.

Saat bermain boneka lebih dari satu, ia diajarkan untuk memainkan komunikasi diantara boneka. Interaksi ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi si kecil.

2. Bermain membuat dan meniup gelembung.

Permainan ini bisa dilakukan di halaman rumah, atau saat memandikan si kecil. Dengan air sabun, kita sudah bisa membuat anak tertawa senang dan mengajarkan anak untuk membuat gelembung dengan tangannya sendiri.

Setelah itu ia bisa mencoba meniup perlahan dari lubang yang dibuat dari jemarinya. Permainan ini selain mendukung perkembangan kognitifnya tentang sifat air dan sabun, ia juga belajar mengkoordinasikan motorik dari mulut dan tangannya.

3. Bermain rumah-rumahan.

Dengan bermain rumah-rumahan, anak akan semakin menyadari kegiatan apa saja yang akan dilakukan di dalam rumah. Permainan ini diharapkan membuat anak semakin mencintai aktivitas sehari-hari dan menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas yang memang harus dilakukan.

Secara tidak langsung anak akan belajar merawat, memelihara dan mengayomi kegiatan di dalam rumah sebagai bentuk tanggung jawab dan tempat peristirahatan yang paling aman dan nyaman.

4. Bermain air.

Saat saya memandikan si kecil, saya membawa mainan anak-anak yang aman jika terkena air. Hal ini sering saya lakukan sejak anak masih bayi. Dari permainan ini saya sering bercerita dan memainkan air sehingga ia menangkap berbagai ilmu dari sifat air.

Saat mainan tenggelam, atau mampu di dayung, dan sebagainya, si kecil diajak untuk bereksplorasi untuk bermain dengan air. Ia juga diajarkan untuk memilih mainan yang bisa bersahabat dengan air, seperti misalnya stiker tidak bisa terkena air.

Dalam pemilihan mainan yang bersahabat dengan air, awalnya saya sengaja membiarkan anak melakukan percobaan (dalam pendampingan) sehingga anak belajar mainan mana yang tidak rusak jika terkena air.

5. Bermain di taman.

Permainan di taman banyak sekali loh. ada menyebut nama-nama bunga, pengenalan warna pada tumbuhan, melihat binatang kecil yang ada di taman seperti semut dan rumahnya, ulat, kepompong dan metamorfosisnya, belalang, bakteri, kotoran, lempar batu, bahkan permainan motorik kasar seperti berlari mengejar kupu-kupu,

6. Bermain mewarnai dan menggambar.

Di tahap awal, saya membebaskan si kecil untuk bereksplorasi dengan pensil dan kertasnya. Hal itu akan membuat si kecil berani berkreasi dan berimajinasi. Ia akan membentuk berbagai garis, gambar bahkan mencampur warna. Dengan kegiatan ini ia akan mampu lebih kreatif dalam memunculkan pengetahuan atau pengalaman-pengalaman baru,

Pada tahap selanjutnya si kecil diajarkan pengenalan garis lurus, belok bahkan bentuk. Dari kegiatan bermain ini anak akan belajar dan mengasah kemampuan motorik halusnya. Selain itu anak akan lebih mudah mengontrol emosinya saat diperlukan kehati-hatian dalam menarik garis lurus atau mewarnai tanpa keluar garis.

7. Bermain membentuk lilin dan pasir, menyusun lego.

Permainan ini dapat meningkatkan kreativitas anak untuk menyusun ide ide baru. Media yang kita sediakan dari lilin, pasir ataupun lego awalnya tidak memiliki bentuk. Lalu si anak akan banyak belajar untuk membentuk bangunan dengan daya imajinasinya. Tak jarang saat proses pembentukan mereka terkadang melalui kegagalan atau terbentuk yang tidak sesuai harapannya. Di sinilah pendampingan untuk memberi nasihat sangat di perlukan.

Baca juga: Hobi baru si Emak online

Si anak masih dalam tahap berekplorasi sehingga seringkali orangtua menganggap anak membuat rumah atau barang-barang berantakan.

Bahkan perilaku anak yang diluar prediksi bisa menimbulkan bahaya seperti menelan kooin, memakan crayon, naik meja dan lemari, dan hal lainnya yang buat hati ini selalu berdegub kencang.

Semua permainan dengan anak usia dini, sangatlah butuh pendampingan.

Peran orang tua sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

Sudah siapkah bermain dengan si kecil?

Salam,

Dewi Adikara.